Aktual.co.id – Sebagai sosok yang lebih senior, Wakil Presiden ke 10 dan ke 12 Jusuf Kalla memberikan nasihat kepada Presiden ke-7 RI Joko Widodo mengenai ijazah palsu.
Dia memberikan nasihat karena memandang masyarakat telah berkelahi selama dua tahun terkait keaslian ijazah Jokowi
“Kenapa tidak dikasih lihat? Membiarkan masyarakat ini berkelahi sendiri, saling memaki masyarakat, dua tahun,” katanya seperti dikutip ANTARA.
Dirinya menegaskan dalam posisi netral dalam polemik ijazah Jokowi sehingga sempat menolak bertemu dengan pihak yang mempertanyakan keaslian dokumen tersebut, seperti Rismon Hasiholan Sianipar dan Roy Suryo.
“Rismon mau ketemu saya dengan tujuh orang, saya tidak terima. Roy Suryo mau ketemu, saya tolak. Demi saya mau netral,” ujarnya
JK sudah memiliki hubungan baik dengan Jokowi sejak menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta waktu itu. “Apa kurangnya saya coba? Saya yang bawa ke Jakarta,” katanya.
“Saya yang bantu Jokowi. Tanya sama beliau. Kasih lihat foto ini. Itu masih pakai baju kotak-kotaknya. Janganlah macam-macam begitu,” lanjut JK menegaskan hubungan baiknya dengan Jokowi.
Jusuf Kalla memberikan keterangan terkait ijazah Jokowi usai melaporkan Rismon ke Markas Besar Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) pada 8 April 2026.
Pada saat itu, JK menasihat Jokowi untuk menunjukkan ijazah aslinya kepada publik agar persoalan yang membuat dirinya terlibat dapat berakhir.
“Saya yakin Jokowi punya ijazah aslinya. Ya, sebenarnya kita stoplah ini perkara dengan cara Jokowi memperlihatkan ijazahnya yang asli,” kata JK pada saat itu. (ANTARA/ndi)
