Aktual.co.id – Seorang pria bersenjata di negara bagian Louisiana, AS selatan, menewaskan delapan anak, termasuk tujuh anaknya sendiri, dan menembak dua orang lainnya sebelum akhirnya tewas ditembak polisi, menurut pihak berwenang.
“Para korban serangan, yang dilakukan di dua rumah di Shreveport pada Minggu pagi, berusia antara satu hingga sekitar 12 tahun,” kata juru bicara Departemen Kepolisian Shreveport, Chris Bordelon. Salah satu orang dewasa yang terluka adalah ibu dari anak-anak tersangka.
Kata Bordelon, tersangka yang diidentifikasi Shamar Elkins, meninggal setelah pengejaran polisi. Petugas terpaksa menembak tersangka selama pengejaran setelah merampas kendaraan dengan todongan senjata
Penyidik tidak menyebutkan apa yang memicu kekerasan tersebut. Bordelon mengatakan masih banyak yang perlu diselidiki, tetapi para detektif yakin penembakan itu sepenuhnya merupakan insiden domestik.
“Ini adalah kejadian yang sangat luas, tidak seperti apa pun yang pernah kita lihat,” kata Bordelon. Dia mengatakan Elkins dikenal oleh polisi dan ditangkap pada tahun 2019 dalam kasus kepemilikan senjata api. Pihak berwenang tidak mengetahui adanya masalah kekerasan dalam rumah tangga lainnya.
“Ini adalah situasi tragis mungkin situasi tragis terburuk yang pernah kita alami,” kata Walikota Shreveport, Tom Arceneaux.
Ketua Dewan Perwakilan Rakyat AS, Mike Johnson, yang berasal dari Shreveport, mengunggah di media sosial bahwa timnya telah menghubungi polisi setempat mengenai “tragedi yang memilukan” tersebut.
“Kami turut mendoakan para korban, keluarga dan orang-orang terkasih mereka, serta komunitas Shreveport kami selama masa yang sangat sulit ini,” katanya.
Gubernur Louisiana Jeff Landry mengunggah di media sosial bahwa dia dan istrinya sangat sedih atas situasi mengerikan ini, dan pihaknya berdoa untuk semua orang yang terkena dampaknya. (ndi/Aljazeera)
