Aktual.co.id – Otoritas Spanyol pada hari Jumat bersiap menerima lebih dari 140 penumpang dan awak kapal yang terjangkit virus hantavirus yang menuju Kepulauan Canary.
Kapal tersebut diperkirakan akan mencapai pulau Tenerife di Spanyol, di lepas pantai Afrika Barat, pada hari Sabtu atau Minggu.
“Mereka akan tiba di area yang benar-benar terisolasi dan dikepung,” kata Virginia Barcones, kepala layanan darurat Spanyol seperti dikutip APNews, pada hari Kamis.
MV Hondius adalah kapal berbendera Belanda dan para pejabat Belanda mengatakan pada hari Jumat mereka juga menjalin kontak erat dengan pemilik kapal dan pihak berwenang dari negara-negara yang warganya berada di atas kapal tersebut.
Amerika Serikat setuju mengirim pesawat ke Kepulauan Canary untuk memulangkan 17 warganya dari kapal pesiar tersebut.
Pemerintah Inggris juga mengatakan akan menyewa pesawat mengevakuasi hampir dua lusin warga negara Inggris yang berada di atas kapal.
Setidaknya tiga penumpang telah meninggal dan beberapa orang lainnya jatuh sakit. Organisasi Kesehatan Dunia menganggap risiko terhadap masyarakat luas dari wabah ini rendah, dan pada hari Jumat, mengkonfirmasi seorang pramugari di pesawat yang sempat dinaiki oleh penumpang kapal pesiar yang terinfeksi telah dinyatakan negatif.
Kemungkinan infeksinya menimbulkan kekhawatiran tentang potensi penularan virus tersebut. Christian Lindmeier, juru bicara WHO, mengatakan pada hari Jumat bahwa hasil negatifnya seharusnya meredakan kepanikan.
Hantavirus biasanya menyebar melalui inhalasi kotoran hewan pengerat yang terkontaminasi dan tidak mudah menular antar manusia. Gejala biasanya muncul antara satu hingga delapan minggu setelah terpapar.
Tidak satu pun dari penumpang atau awak kapal yang tersisa di kapal tersebut saat ini menunjukkan gejala, kata perusahaan kapal pesiar Oceanwide Expeditions yang berbasis di Belanda pada hari Kamis.
Para pejabat Spanyol berupaya meyakinkan mereka yang prihatin tentang evakuasi MV Hondius di Kepulauan Canary.
Barcones mengatakan penumpang hanya akan dievakuasi dari kapal untuk menuju bandara di negara asal mereka, dan akan melakukan perjalanan dengan kendaraan yang terisolasi dan dijaga ketat.
“Bagian bandara yang mereka lewati juga akan dikordon,” katanya. Meskipun demikian, beberapa warga Spanyol tetap membandingkan situasi ini dengan bulan-bulan awal tahun 2020, meskipun WHO dan para ahli kesehatan Spanyol menekankan rendahnya risiko wabah tersebut berkembang menjadi sesuatu yang lebih besar.
“Warga Kepulauan Canary, pria dan wanita yang tinggal di sana, sama sekali tidak akan ada kemungkinan kontak kapan pun,” kata Barcones. (ndi/APNews)
