Aktual.co.id – Salat Iduladha merupakan ibadah sunnah yang dianjurkan (sunnah muakkadah) bagi umat Islam yang dilaksanakan pada tanggal 10 Dzulhijjah.
Ibadah ini menjadi bagian penting dalam rangkaian perayaan hari besar umat Islam yang identik dengan penyembelihan hewan kurban bentuk ketaatan kepada Allah SWT.
Dari sudut pandang seorang muslim, salat Iduladha bukan sekadar ritual tahunan, melainkan momen spiritual yang sarat makna.
Hari Raya Iduladha mengingatkan kisah pengorbanan Nabi Ibrahim AS dan ketaatan Nabi Ismail AS menerima perintah Allah SWT. Nilai utama yang dapat diambil adalah keikhlasan, kepatuhan, serta ketundukan total kepada perintah Allah SWT.
Selain itu, pelaksanaan Shalat Idul Adha secara berjamaah juga memperkuat ukhuwah Islamiyah atau persaudaraan sesama muslim.
Umat Islam berkumpul di lapangan atau masjid untuk melaksanakan shalat bersama, mendengarkan khutbah, serta saling mendoakan.
Waktu pelaksanaan salat Iduladha dimulai sejak matahari terbit setinggi tombak sekitar 15–20 menit setelah terbit hingga sebelum masuk waktu Dzuhur.
Namun, disunnahkan untuk lebih awal dibandingkan salat Idulfitri agar memberi kesempatan lebih luas bagi umat Islam untuk melaksanakan ibadah kurban setelahnya.
Dalam melaksanakan salat Iduladha niat merupakan bagian penting yang harus ada di dalam hati. Berikut bacaan niatnya:
Sebagai makmum:
“Ushalli sunnatan li’idil adha rak’ataini ma’muman lillahi ta’ala”
Sebagai imam:
“Ushalli sunnatan li’idil adha rak’ataini imaman lillahi ta’ala”
Artinya: “Saya niat shalat sunnah Idul Adha dua rakaat sebagai makmum/imam karena Allah Ta’ala.”
Pelaksanaan Shalat Idul Adha terdiri dari dua rakaat dengan tambahan takbir. Berikut langkah-langkahnya:
Rakaat pertama
Niat di dalam hati.
-. Takbiratul ihram (Allahu Akbar).
-. Membaca doa iftitah.
-. Takbir sebanyak 7 kali (tidak termasuk takbiratul ihram).
-. Di antara takbir, disunnahkan membaca tasbih, tahmid, dan tahlil.
-. Membaca surat Al-Fatihah.
-. Membaca surat pendek, disunnahkan surat Al-A’la.
-. Ruku’, i’tidal, sujud, duduk di antara dua sujud, dan sujud kedua seperti biasa.
Rakaat Kedua
-. Berdiri kembali.
-. Takbir sebanyak 5 kali.
-. Di antara takbir membaca dzikir seperti pada rakaat pertama.
-. Membaca Al-Fatihah.
-. Membaca surat pendek, disunnahkan surat Al-Ghasyiyah.
-. Ruku’, i’tidal, sujud, duduk di antara dua sujud, dan sujud kedua.
-. Tasyahud akhir dan salam.
Setelah selesai salat Iduladha dilanjutkan dengan khutbah yang disampaikan oleh khatib. Khutbah dalam salat Iduladha hukumnya sunnah, berbeda dengan shalat Jumat yang khutbahnya wajib. Khutbah biasanya terdiri dari dua bagian yang dipisahkan dengan duduk sejenak.
Isi khutbah umumnya meliputi:
-. Takwa kepada Allah SWT
-. Penjelasan tentang makna Idul Adha
-. Anjuran berkurban
-. Kisah Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail
-. Doa untuk umat Islam
Mendengarkan khutbah hingga selesai sangat dianjurkan karena mengandung banyak nasihat dan pelajaran.
Agar pelaksanaan salat Iduladha semakin sempurna, ada beberapa sunnah yang dianjurkan, antara lain:
-. Mandi sebelum berangkat shalat.
-. Memakai pakaian terbaik.
-. Menggunakan wewangian.
-. Berjalan kaki menuju tempat salat jika memungkinkan.
-. Mengumandangkan takbir sejak malam Iduladha hingga hari tasyrik.
-. Tidak makan sebelum salat (berbeda dengan Idul Fitri).
-. Melewati jalan yang berbeda saat pergi dan pulang.
Di balik pelaksanaan salat Iduladha terdapat hikmah yang sangat dalam bagi kehidupan seorang muslim yakni meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT.
Dengan melaksanakan ibadah ini, seorang muslim menunjukkan kepatuhan dan kecintaannya kepada Sang Pencipta. Menumbuhkan rasa empati dan kepedulian sosial. Hal ini erat kaitannya dengan ibadah kurban yang dilakukan setelah salat Iduladha. Daging kurban dibagikan kepada fakir miskin dan masyarakat sekitar. (ndi/BAZNAS Sampang)
