Aktual.co.id – Burger adalah salah satu makanan paling populer di dunia. Burger disajikan lebih cepat, murah, dan lezat. Dahulu dianggap makanan rendahan karena daging giling dianggap produk sampingan yang murah.
Burger telah mendunia dengan berbagai topping, bumbu, dan variasi. Baik digoreng, dipanggang, atau dibakar, satu hal yang pasti, burger akan disajikan dengan roti dan Hari Hamburger Internasional adalah perayaan untuk itu.
Mungkin akan terkejut mengetahui bahwa hamburger adalah lambang makanan cepat saji Amerika dengan asal-usulnya tidak begitu jelas.
Sepanjang sejarah, dari barak militer Genghis Khan hingga kapal uap Jerman yang berlabuh di Pelabuhan New York, hamburger memiliki perjalanan yang cukup menarik.
Selain fakta namanya diambil dari kota Hamburg di Jerman, tidak ada yang tahu dari mana hamburger berasal atau mendapatkan nama tersebut.
Kaitan dengan Hamburg tampaknya berasal dari resep makanan yang dikenal ‘Sosis Hamburg’ yang diterbitkan pada tahun 1758.
Menurut beberapa sejarawan, Hamburg America Line adalah perusahaan kapal pesiar yang menyediakan sandwich identik kepada penumpangnya pada pertengahan tahun 1800-an dan memberi nama pada sandwich tersebut.
Menurut beberapa pendapat lain, hamburger diciptakan di New Haven pada tahun 1900 oleh imigran Denmark, Louis Lassen, yang menggunakan prinsip-prinsip Eropa.
Versi lain menyebutkan hamburger diciptakan di Pameran Dunia tahun 1904 di Festival Makanan St. Louis. Kisah Louis Lassen ini menjadi populer di AS pada tahun 1900, yang menyebutkan hamburger sebagai inovasi seorang penjual makanan di jalan raya, seperti yang dilaporkan oleh “New York Tribune.”
Konon, seorang pengusaha merasa lapar dan membutuhkan makanan secara cepat. Louis dikabarkan menciptakan burger dengan menempatkan daging sapi panggang di antara dua potong roti.
Tokoh lain yang dianggap pencipta hamburger adalah Otto Krause karena namanya memiliki tiga ejaan yang berbeda, yang lazim pada nama-nama Jerman.
Hingga kini, masih ada perdebatan mengenai siapa pencipta asli hidangan populer ini. Namun, satu hal yang pasti adalah hari ini layak dirayakan meskipun asal-usulnya saling bertentangan. Jangan biarkan siapa pun mengatakan sebaliknya. (ndi/nastional today)
