• Indeks
Aktual.co.id
  • Beranda
  • Big Data
  • Viral
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum Kriminal
  • Mental Health
  • Travel & Kuliner
  • Pakar Menulis
  • Indeks
Reading: Dinkes Kota Surabaya Terus Kejar Suspek TBC di Berbagai Wilayah
Share
Aktual.co.idAktual.co.id
Search
  • Beranda
  • Big Data
  • Viral
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum Kriminal
  • Mental Health
  • Travel & Kuliner
  • Pakar Menulis
  • Indeks
Have an existing account? Sign In
Follow US
Copyright 2025 - Aktual.co.id
Pemerintahan

Dinkes Kota Surabaya Terus Kejar Suspek TBC di Berbagai Wilayah

Redaktur III Jumat, 12 Juni 2026
Share
6 Min Read
Dinkes Surabaya bersama FK Unair melakukan tracing TBC/ Foto: Pemkot Surabaya
Dinkes Surabaya bersama FK Unair melakukan tracing TBC/ Foto: Pemkot Surabaya

Aktual.co.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus memperkuat upaya penanggulangan tuberkulosis (TBC) melalui kegiatan tracing dan screening yang dilakukan secara rutin di sejumlah wilayah.

Hingga Mei 2026, pencapaian pemeriksaan suspek TBC di Kota Pahlawan menunjukkan perkembangan yang signifikan dan menjadi bagian dari upaya mendukung target nasional eliminasi TBC pada tahun 2030.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya, dr. Billy Daniel Messakh, mengatakan saat ini terdapat lima area di Kota Pahlawan yang menjadi fokus kegiatan tracing dan screening setiap pekan.

“Kita punya kegiatan untuk tracing dan screening. Di Surabaya ini ada lima area yang setiap minggunya kita melakukan kegiatan untuk tracing dan screening,” ujar dr Billy, Rabu (10/6/2026) dikutip laman Pemkot Surabaya.

Billy menjelaskan, tracing dilakukan terhadap orang yang memiliki kontak erat dengan pasien TBC. Sedangkan screening menyasar masyarakat yang tidak bergejala maupun tidak memiliki riwayat kontak dengan penderita.

“Jadi tracing ini untuk yang kontak erat. Sedangkan screening (untuk) yang tidak bergejala, dan tidak pernah kontak juga,” katanya.

Berdasarkan data Dinkes Surabaya periode Januari-Mei 2026, dari target penemuan 61.624 suspek atau tak terduga TBC, sebanyak 44.088 orang telah diperiksa atau mencapai 71,54 persen.

Sementara capaian skrining telah menjangkau 644.201 penduduk atau 45,78 persen dari target 50 persen jumlah penduduk yang harus diskrining.

Baca Juga:  Jenazah Pendaki Asal Brasil Juliana Rencana Akan Diautopsi di Bali

Dari perkiraan 11.412 kasus TBC pada tahun 2026, sebanyak 4.191 kasus berhasil ditemukan, terdiri atas 4.078 kasus TBC sensitif obat (SO) dan 113 kasus TBC resistan obat (RO).

Saat ini, sebanyak 4.166 pasien TBC tengah menjalani pengobatan di seluruh fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) di Surabaya.

Untuk kasus TBC SO, sebanyak 3.443 pasien atau 84,43 persen telah memulai pengobatan. Sedangkan dari 113 kasus TBC RO yang ditemukan, sebanyak 90 pasien atau 79,65 persen telah menjalani terapi.

Tingkat keberhasilan pengobatan atau Treatment Success Rate (TSR) TBC SO di Surabaya tercatat mencapai 89,36 persen, sementara angka kematian pasien TBC selama menjalani pengobatan berada di angka 1,80 persen.

Selain itu, Dinkes Surabaya mencatat sebanyak 2.461 investigasi kontak telah dilakukan dan 2.729 orang mendapatkan terapi pencegahan kontak serumah sebagai bagian dari upaya memutus rantai penularan.

Menurut Billy, hasil kegiatan tracing dan screening yang dilakukan secara rutin menunjukkan perkembangan signifikan.

Hingga Mei 2026, pemeriksaan dilakukan terhadap lebih dari separuh target temuan yang ditetapkan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI.

“Nah, sampai bulan Mei kemarin kita sudah melakukan pemeriksaan itu terhadap sekitar 50 persen lebih dari 68.000 estimasi (target penemuan) yang diberikan Kemenkes ke Kota Surabaya,” ungkap dr Billy.

Baca Juga:  Mendikdasmen Tunggu Arahan Presiden Terkait Putusan MK Sekolah Gratis

Ia mengungkapkan, kegiatan tracing dan screening salah satunya digelar di Puskesmas Sawah Pulo, Kelurahan Ujung, Kecamatan Semampir.

Dalam kegiatan itu, Dinkes Surabaya melibatkan Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (FK Unair), dokter spesialis paru, serta residen paru.

“Di sana kita libatkan FK Unair dari spesialis dokter paru dan residen paru. Ada turun sekitar enam orang dan kepala Irna-nya (Instalasi Rawat Inap),” ujarnya.

Selain dukungan tenaga medis, dr Billy menyebut kegiatan tersebut juga memanfaatkan teknologi pemeriksaan terbaru yang dinilai dapat mempermudah deteksi TBC.

“Ada alat untuk pemeriksaan baru. Kalau selama ini kan kita harus pakai dahak. Nah, kesulitan untuk dapat dahak ini, ternyata ada alat yang bisa membantu kita, cukup air liur atau air liur saja kita bisa mendeteksinya,” jelas dr Billy.

Bahkan, dr Billy menuturkan pengembangan metode pemeriksaan tersebut mendapat dukungan dari tim ahli internasional. “Jadi, kegiatan itu didukung oleh tim ahli juga dari Cina dan Korea,” imbuhnya.

Billy menjelaskan, langkah penanganan TBC di Surabaya dilakukan setelah pasien terdiagnosis. Obat dan paket terapi telah tersedia di seluruh puskesmas untuk memastikan pasien dapat segera menjalani pengobatan.

“Jadi langkah dari tracing dan screening ini begitu kita ketemu, langsung kita terapi. Setelah diagnostik selesai kita terapi. Paket-paket untuk terapi ini sudah ada di Puskesmas,” bebernya.

Baca Juga:  Tercatat Sebanyak 51 Kejadian Kebakaran Selama September di Kota Surabaya

Untuk memastikan keberhasilan pengobatan, Dinkes Surabaya melibatkan Kader Surabaya Hebat (KSH), petugas puskesmas, dan tim Dinkes dalam menghadiri kepatuhan mengonsumsi pasien obat.

“Jadi baiklah Kader Surabaya Hebat, tim dari Puskesmas setempat dan Dinas Kesehatan akan berkumpul menyatukan ketaatan minum obatnya,” kata dr Billy.

Menurutnya, durasi terapi yang cukup panjang kerap menjadi tantangan bagi pasien. Oleh karena itu, pendampingan dan motivasi terus diberikan agar pasien tidak menghentikan pengobatan di jalan tengah.

“Sehingga obat yang diberikan benar-benar diminum karena terapinya cukup banyak. Itu yang membuat kadang-kadang pasien lelah. Nah, motivasi kita terus sehingga mereka tetap semangat,” tuturnya.

Pihaknya berharap berbagai upaya yang dilakukan Pemkot Surabaya dapat membantu tercapainya target nasional eliminasi TBC pada tahun 2030.

“Kita diharapkan paling tidak target dari Kementerian Kesehatan itu kita bisa dapat, sehingga angka eliminasi TB (tahun 2030) yang diharapkan tercapai,” tutupnya.

Target tersebut sejalan dengan Perpres Nomor 67 Tahun 2021 tentang Penanggulangan Tuberkulosis, yang menargetkan angka kejadian TBC turun menjadi 65 kasus per 100.000 penduduk dan angka kematian menjadi 6 kasus per 100.000 penduduk pada tahun 2030. (pemkot Surabaya)

SHARE
Tag :Pemkot SurabayaTBC

Berita Aktual

Patrick Stewart/ Foto: Anadolu
Aktor Senior Patrick Stewart Meninggal Dunia di Usia 86 Tahun
Jumat, 30 Oktober 2026
Tampilan MacBook Pro layar sentuh/ Foto: Apple
Apple Meluncurkan MacBook Pro dengan Layar Sentuh PROLED XDR
Jumat, 30 Oktober 2026
Surat suara di Pemilu Israel/ Foto: Anadolu
Ketidakpastian Koalisi Menguat Pasca Penghitungan Surat Suara Pemilu Israel
Jumat, 30 Oktober 2026
Sejumlah petugas membersihkan sampah yang menyumbat di saluran air/ Foto: ANTARA
BPBD Kab Garut Minta Masyarakat Waspada Banjir Akibat Hujan Deras
Jumat, 30 Oktober 2026
Logo Amazone/ Foto: anadolu
Amazon Mencatatkan Peningkatan Penjualan Kuartal Ketiga Tahun 2026
Jumat, 30 Oktober 2026

Mental Health

Ilustrasi bermain gim bersama teman/ Foto: freepik

Penelitian Menyebutkan Bermain Bersama Teman Mengurangi Kecanduan Gim Video

Serangga menularkan virus Shimonda/ Foto: anadolu

Seorang Pasien Terinfeksi Virus Shamonda Kali Pertama di Prancis

Ilustrasi remaja dan depresi/ Foto: gemini

Perilaku Tidak Sehat pada Remaja Memicu Risiko Kecemasan dan Depresi

Mencuci tangan/ Foto: freepik

Cuci Tangan Mampu Menurunkan Penyebaran Infeksi dan Menyelamatkan Nyawa

Ad imageAd image

TRENDING NEWS

Kisah Horor Wawak Episode 400 Nadia Omara Tembus 26 Juta View di Youtube

Peranan Ibu dalam Pencegahan Stunting pada Anak Balita

Dirut Bulog: Pejabat yang Dicopot Merupakan Konsekuensi Tanggung Jawab Pimpinan

Menurut Jajak Pendapat Suara Benjamin Netanyahu dan Gadi Eisenkot Bersaing

Harga Emas Antam Naik Menjadi Rp2.570 Juta Per Gram

More News

Tim BPBD sedang melakukan evakuasi korban banjir/ Foto: Ist

Data BPBD Sebanyak 3 Ribu Jiwa Terdampak Banjir di Aceh Barat

Jumat, 28 November 2025
Titik gempa di Kupang/ Foto: capture ANTARA

Gempa Bumi Berkekuatan Magnitudo 5,5 Mengguncang Kab Kupang

Minggu, 26 Juli 2026
Walikota Surabaya Eri Cahyadi / Foto : Dok Aktual

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Eks Lokalisasi Moroseneng

Selasa, 14 Oktober 2025
Desain vouche parkir dipegang oleh Plt Kadishub Surabaya Trio Wahyu Bowo/ Foto: Pemkot Surabaya

Pemkot Surabaya Targetkan Pengadaan Voucher Parkir Tuntas Pertengahan April 2026

Selasa, 7 April 2026
Aktual.co.id

Aktual.co.id adalah portal berita berbasis big data dan analisis digital terdepan di Indonesia yang berada di bawah naungan ASIGTA Group.

  • Redaksi
  • Tentang
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Beranda
  • Indeks
  • Big Data
  • Mental Health
  • Pakar Menulis
  • Viral

Follow Us

Copyright 2025 – Aktual.co.id