Aktual.co.id – Pemimpin Partai Buruh Inggris, Andy Burnham, resmi menjadi perdana menteri Inggris pada hari Senin setelah Raja Charles III mengundangnya untuk membentuk pemerintahan.
Ia menggantikan Keir Starmer, yang sebelumnya mengajukan pengunduran diri. Burnham menyampaikan pidato pertamanya sebagai perdana menteri di luar 10 Downing Street.
Mengutip dari Xinhua, dia mencatat perdana menteri Inggris ketujuh sejak 2016, dan mengakui bahwa para politisi belum cukup baik serta berjanji berbuat lebih baik, sambil menjanjikan model politik baru dan model ekonomi baru.
“Kita akan memindahkan kekuasaan dari sini dan membawanya ke setiap kode pos di seluruh negeri,” katanya, seraya berjanji mereindustrialisasi Inggris dan membawa layanan-layanan penting di bawah kendali publik yang lebih kuat.
Burnham sebelumnya menjabat sebagai menteri kebudayaan, menteri kesehatan, dan walikota Greater Manchester. Setelah upaya yang gagal memperebutkan kepemimpinan Partai Buruh pada tahun 2010 dan 2015, ia kembali ke Dewan Perwakilan Rakyat dengan memenangkan pemilihan sela Macclesfield pada 19 Juni dan terpilih sebagai pemimpin Partai Buruh pada 17 Juli.
Partai Buruh mengalami kekalahan telak dalam pemilihan lokal pada bulan Mei, yang memicu seruan yang meningkat di dalam partai agar Starmer mundur.
Pada 22 Juni, Starmer mengumumkan mengundurkan diri sebagai pemimpin Partai Buruh dan mundur sebagai perdana menteri setelah penggantinya dipilih.
Media Inggris mengatakan Burnham menghadapi tantangan besar, termasuk pertumbuhan ekonomi yang lemah, layanan publik yang terbebani, biaya hidup yang tinggi, dan lanskap politik yang semakin terfragmentasi. (ndi/Xinhua)
