Aktual.co.id – Kobaran api berputar di tengah gelapnya malam. Sesekali, semburan api melesat ke udara, disusul permainan baling-baling api yang semakin besar. Dentuman musik perkusi menambah ketegangan, sementara ratusan pengunjung terpukau menyaksikan atraksi yang berlangsung di tengah sejuknya kawasan wisata Tretes, Kabupaten Pasuruan.
Pemandangan itu mewarnai malam Minggu di Inna Tretes Hotel & Resort, Sabtu (31/10/2026) malam. Melalui Sengkala Geni, pengunjung disuguhi pertunjukan seni yang memadukan teatrikal, musik, dan atraksi api dengan pesan tentang kerusakan hutan akibat ulah manusia.
Pertunjukan diawali dengan alunan perkusi yang mengiringi kemunculan Dewi Wana, sosok yang menggambarkan kehidupan hutan yang tenteram dan dicintai seluruh makhluk penghuninya. Namun, suasana damai itu mendadak berubah ketika Sengkala Geni muncul membawa kobaran api yang mengancam kehidupan belantara.
Atraksi demi atraksi kemudian berlangsung semakin memukau. Para pemain memperagakan putaran api, semburan api dari mulut, hingga permainan baling-baling api berbagai ukuran. Puncaknya, kobaran api semakin membesar, menjadi simbol kehancuran hutan yang dilalap si jago merah.
Di balik pertunjukan yang memukau tersebut, tersimpan pesan tentang pentingnya menjaga kelestarian lingkungan. Sengkala Geni menggambarkan hilangnya pepohonan, rusaknya ekosistem, serta kehidupan hutan yang perlahan lenyap akibat deforestasi.
General Manager Inna Tretes Hotel & Resort, Yudi Firmansyah, mengatakan festival tersebut sengaja dikemas sebagai hiburan yang sekaligus mengajak pengunjung merefleksikan hubungan manusia dengan alam. “Sengkala Geni adalah rekaman atas rimbun yang hilang, batang-batang yang tumbang, dan riuh belantara yang dipaksa bungkam. Ini menjadi refleksi bagi kita sebagai manusia,” kata Yudi di sela-sela acara.
Menariknya, seluruh pemain yang terlibat dalam pertunjukan tersebut merupakan karyawan Inna Tretes. Mereka menunjukkan kreativitas melalui perpaduan seni pertunjukan dan atraksi api yang berhasil menarik perhatian pengunjung.
“Semua yang tampil ini adalah karyawan kami. Ternyata kreativitas mereka sangat luar biasa. Perusahaan tentu mendukung kegiatan seperti ini,” ungkapnya.

Antusiasme pengunjung pun melampaui perkiraan manajemen. Dari target awal sebanyak 100 pengunjung, jumlah pengunjung pada malam itu mencapai sekitar 400 orang. “Awalnya saya hanya menargetkan 100 orang. Ternyata malam ini bisa mencapai 400 orang. Antusiasmenya luar biasa,” katanya.
Tidak hanya menikmati pertunjukan, pengunjung juga diajak merasakan suasana festival melalui konsep transaksi menggunakan uang kuno. Sebelum memasuki area kegiatan, mereka terlebih dahulu menukarkan uang karena setiap mau membeli makanan atau minumam, tidak bisa menggunakan uang rupiah. “Jadi, harus pakai uang yang khusus kami siapkan,” tegasnya.
Suasana semakin semarak dengan kehadiran angkringan, hiburan musik akustik, serta penampilan DJ. Perpaduan tersebut menghadirkan alternatif hiburan malam Minggu bagi wisatawan yang berkunjung ke kawasan Tretes.
Yudi menjelaskan bahwa atraksi Sengkala Geni merupakan bagian dari pengembangan konsep wisata back to nature yang ingin dihadirkan Inna Tretes. Melalui kegiatan tematik yang berganti secara berkala, pihaknya berupaya memberikan pengalaman berbeda bagi wisatawan, tidak sekadar menyediakan fasilitas menginap.
“Saya ingin Tretes dikembangkan dengan konsep back to nature. Kami juga terus menghadirkan aktivitas tematik yang berbeda agar pengunjung mendapatkan pengalaman baru,” jelasnya.
Keberhasilan Festival Sengkala Geni juga menjadi bahan evaluasi bagi manajemen untuk mempersiapkan kegiatan yang lebih besar, termasuk perayaan malam pergantian tahun. Yudi menilai kreativitas karyawan dan tingginya antusiasme pengunjung menjadi modal penting untuk mengembangkan agenda wisata berikutnya.
Pada November mendatang, Inna Tretes Hotel & Resort berencana menghadirkan Festival Kampung Rakyat dengan konsep yang lebih meriah. Berbeda dengan kegiatan sebelumnya, festival tersebut juga akan melibatkan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk memperluas manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar.
“November nanti akan kami buat lebih gebyar dengan menggandeng UMKM melalui Festival Kampung Rakyat. Kami ingin kegiatan seperti ini terus berkembang sekaligus ikut menunjang pariwisata Tretes,” ujar Yudi.
Melalui rangkaian kegiatan tersebut, Inna Tretes Hotel & Resort berupaya memperkuat daya tarik kawasan Tretes sebagai destinasi wisata yang tidak hanya mengandalkan keindahan alam, tetapi juga menawarkan pengalaman seni, budaya, dan hiburan kreatif.
“Silahkan pantau terus media sosialnya Inna Tretes, karena semua acara akan kami informasikan di situ. Jangan sampai kelewatan,” pungkasnya. (*)
