• Indeks
Aktual.co.id
  • Beranda
  • Big Data
  • Viral
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum Kriminal
  • Mental Health
  • Travel & Kuliner
  • Pakar Menulis
  • Indeks
Reading: Pentingnya Pemahaman Kuasa Pengetahuan Pemerintah dalam Jaringan Video YouTube di Era Disruptif
Share
Aktual.co.idAktual.co.id
Search
  • Beranda
  • Big Data
  • Viral
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum Kriminal
  • Mental Health
  • Travel & Kuliner
  • Pakar Menulis
  • Indeks
Have an existing account? Sign In
Follow US
Copyright 2025 - Aktual.co.id
Big Data

Pentingnya Pemahaman Kuasa Pengetahuan Pemerintah dalam Jaringan Video YouTube di Era Disruptif

Redaktur Jumat, 21 Februari 2025
Share
5 Min Read
Ilustrasi YouTube
Ilustrasi YouTube

Aktual.co.id – Di era digital yang semakin disruptif, arus informasi berkembang dengan cepat dan luas, menciptakan tantangan tersendiri bagi pemerintah dalam menyampaikan kebijakan kepada masyarakat. YouTube sebagai platform berbagi video menjadi salah satu medan utama dalam pembentukan opini publik yang kemudian saling berpengaruh dengan media sosial dan media digital lainnya sebagaimana tampak dalam visualisasi Multiplatform ASIGTA.

Namun tanpa keterlibatan aktif berbasis komunikasi big data dalam jaringan video YouTube, pemerintah berisiko kehilangan kendali atas narasi kebijakan yang dapat menyebabkan kesalahpahaman, misinformasi, bahkan penolakan terhadap kebijakan yang sebenarnya dirancang untuk kepentingan rakyat.

Konsep kuasa pengetahuan dari filsuf Michel Foucault menegaskan bahwa kekuasaan bukan hanya bersumber dari institusi formal, tetapi juga dari penguasaan atas wacana dan informasi. Dalam konteks ini pemerintah tidak hanya berperan sebagai pembuat kebijakan tetapi juga sebagai aktor utama dalam mengarahkan pemahaman publik terhadap kebijakan tersebut.

Di era media sosial dan akselerasi digital, kuasa pengetahuan tidak lagi sepenuhnya berada di tangan negara, melainkan tersebar di berbagai aktor, termasuk media independen, kelompok oposisi, hingga individu yang memiliki audiens luas. Jika pemerintah tidak aktif dalam membangun dan menyebarluaskan informasi yang akurat, maka pihak lain dapat mengambil alih wacana, membentuk realitas alternatif yang mungkin tidak sesuai dengan tujuan kebijakan yang telah dirancang.

Baca Juga:  Membangun Kepercayaan Publik dengan Strategi Komunikasi Berbasis Big Data di Era Digital
Youtube video network Presiden Prabowo/Dok.aktual.co.id
Youtube video network Presiden Prabowo/Dok.aktual.co.id

Hasil analisis jaringan video YouTube terkait Presiden Prabowo yang dilakukan dengan perangkat NodeXL dan ASIGTA selama 20 Oktober 2024 hingga 19 Februari 2025 menunjukkan bahwa pemerintah tidak menjadi aktor dominan dalam jaringan diskursus digital ini. Dengan lebih dari 532 video yang dianalisis dan 445.899 relasi ditemukan bahwa video dengan betweenness centrality tinggi – atau yang memiliki peran strategis dalam menghubungkan informasi – tidak selalu berasal dari sumber resmi pemerintah.

Tingkat interaksi yang sangat tinggi termasuk banyak hubungan yang berulang menunjukkan bahwa hubungan ini bukan hanya sekedar pertukaran informasi tetapi bagian dari mekanisme disiplin dan kontrol dalam sistem wacana. Ini berimplikasi pada distorsi informasi, polarisasi publik, dan resistensi terhadap kebijakan yang dapat menghambat efektivitas pelaksanaannya. Ketika narasi kebijakan dikendalikan oleh pihak di luar pemerintah, kepercayaan masyarakat terhadap otoritas negara dapat berkurang, memperlemah legitimasi kebijakan yang seharusnya diterima secara luas.

Baca Juga:  Layanan PBI BPJS Kesehatan Akan Kembali Diaktifkan dalam Tiga Bulan ke Depan

Agar kebijakan dapat diterima dan dipahami dengan baik oleh masyarakat, pemerintah perlu mengadopsi strategi komunikasi digital yang lebih proaktif dan sistematis. Sudah sewaktunya pemerintah menggunakan metode riset sosial berbasis big data dengan analisis komunikasi big data untuk “memahami” dalam perspektif baru bagaimana informasi kebijakan tersebar, mengidentifikasi video berpengaruh, serta memahami tren diskursus digital.

Pemahaman tentang digital activism “unik” masyarakat Indonesia dengan kearifan lokalnya menjadi semakin penting untuk menghadapi tantangan era disrupsi ini. Aktivisme digital tidak lagi terbatas pada protes dan gerakan sosial, tetapi juga mencakup keterlibatan dalam produksi dan distribusi informasi.

Dengan menggunakan pendekatan analisis komunikasi big data, pemerintah dapat melihat pola interaksi masyarakat terhadap suatu kebijakan, mengukur tingkat penerimaan, serta menentukan langkah strategis dalam merespons aspirasi publik secara cepat dan relevan. Melalui pendekatan berbasis komunikasi big data ini, pemerintah tidak hanya bisa beradaptasi dengan lanskap digital yang terus berubah, tetapi juga memastikan bahwa kebijakan yang dibuat benar-benar dapat menjawab kebutuhan masyarakat secara lebih efektif dan relevan.

Baca Juga:  Berikut Waktu Gerhana Bulan Merah yang Melintas di Indonesia

Di era disruptif keberhasilan kebijakan pemerintah tidak hanya ditentukan oleh substansi kebijakan itu sendiri, tetapi juga oleh sejauh mana kebijakan tersebut dipahami dan diterima oleh masyarakat. YouTube sebagai platform berbasis video memainkan peran penting dalam membentuk opini publik, menjadikannya medan utama bagi pemerintah untuk mengartikulasikan kebijakan dengan jelas dan akurat.

Jika pemerintah tidak menguasai wacana dalam jaringan YouTube, maka narasi dapat dikuasai oleh pihak lain, yang mungkin memiliki kepentingan berbeda atau bahkan bertentangan dengan agenda nasional. Oleh karena itu, penguatan kuasa pengetahuan melalui strategi komunikasi digital yang terencana, berbasis data, dan didukung oleh analisis komunikasi big data sangat diperlukan agar kebijakan dapat diimplementasikan secara efektif, tepat sasaran, dan mendapatkan dukungan luas dari masyarakat.

 

Dr. Irwan Dwi Arianto, M.I.Kom.

Pengasuh Rubrik Big Data di Aktual.co.id

Kepala Laboratorium Integrated Digital – FISIBPOL – UPN “Veteran” Jatim

Founder ASIGTA Group

 

SHARE
Tag :Big Data
Ad imageAd image

Berita Aktual

Logo OPEC/ Foto: ANTARA
Uni Emirat Arab Akan Keluar dari OPEC Per 1 Mei 2026
Kamis, 30 April 2026
Makkah / Foto : net
Polisi Bongkar Kegiatan Haji Ilegal Menggunakan Visa Tenaga Kerja
Kamis, 30 April 2026
Logo Meta AI / Foto: Engagatged
Meta Sedang Mengerjakan Agen AI untuk Pribadi dan Bisnis.
Kamis, 30 April 2026
Formasi lengkap BTS/ Foto: allkpop
Penjualan Tiket Konser BTS Ludes Terjual yang Rencana Tampil di Busan
Kamis, 30 April 2026
Antrian warga di kantor pajak / Foto : ANTARA
Pelaporan Pajak Tanpa Denda Berakhir Tanggal 30 April 2026
Kamis, 30 April 2026

Mental Health

Ilustrasi bugar/ Foto: freepik

Berikut Tips Tetap Bugar di Tengah Tekanan Tuntutan Hidup

Ilustrasi terbakar surya/ Foto: freepik

Musim Kemarau Waspada Penyakit Kulit Dermatitis, Jamur, dan Sun Burn

Ilustrasi minum kopi/ Foto: freepik

Studi Meneliti Batasan Kafein yang Dikonsumsi Sehari-hari dengan Kepanikan

Konsumsi telur 2 minggu sekali mengurangi risiko Alzheimer/ Foto: daily Mail

Konsumsi Telur Dua Kali Seminggu Mengurangi Risiko Penyakit Alzheimer

Ad imageAd image

TRENDING NEWS

Musim Kemarau Waspada Penyakit Kulit Dermatitis, Jamur, dan Sun Burn

Taksi Green SM Mendukung Proses Investigasi Kecelakaan di Stasiun Bekasi Timur

Sebanyak 10 Jenazah Korban Kecelakaan KA Berjenis Kelamin Perempuan di RS Bhayangkara Kramat Jati

Berikut Tips Tetap Bugar di Tengah Tekanan Tuntutan Hidup

Google Translate Ulang Tahun ke-20 Dirayakan Penggunaan AI untuk Pengucapan

More News

Aksi Mayor Teddy saat menegur paspampres di Bandara Halim Perdanakusuma

Menegur Paspampres Saat Payungi Presiden Prabowo, Mayor Teddy Digunjing Publik

Rabu, 12 Februari 2025
Mirwan MS/ Foto: IG

Bupati Aceh Selatan Mirwan MS Diberhentikan Selama Tiga Bulan oleh Kemendagri

Selasa, 9 Desember 2025
Harimau Benggala/ Foto: wikipedia

Seekor Anak Harimau Benggala Mati di Kebon Binatang Bandung

Selasa, 24 Maret 2026
Puan Maharani bersalaman dengan Presiden Prabowo ketika menghadiri peresmian BPI Danantara

Puan Maharani : Danantara Harus Bermanfaat untuk Kepentingan Rakyat. Warga +62 : Publik Sudah Trust Issue Kepada Pemerintah

Selasa, 25 Februari 2025
Aktual.co.id

Aktual.co.id adalah portal berita berbasis big data dan analisis digital terdepan di Indonesia yang berada di bawah naungan ASIGTA Group.

  • Redaksi
  • Tentang
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Beranda
  • Indeks
  • Big Data
  • Mental Health
  • Pakar Menulis
  • Viral

Follow Us

Copyright 2025 – Aktual.co.id