Aktual.co.id – Laman simulasi Tes Online Rekrutmen Bersama BUMN mendadak berakhir pada Selasa 16 April 2025 membuat peserta kebingungan.
Seperti diungkapkan yasminೃ࿐ || kinda ia. @wonuujpg.”Bayangin baru bisa masuk masuk 12 menit sebelum jam simulasi tes selesai isi tkd aja belum kelar tapi waktu udah abis hehe semangat yaa semua,” ungkapnya.
Hal yang sama diungkapkan ddf @fathiyyah_55696 menuliskan,”#rbb2025 orgil banget manusia lain disuruh test device simulasi tapi belahan manusia lain gak test device kah?.”
Berbeda dengan hayo siapa @ilikenastar yang menuliskan,”Tidak ikut simulasi bukan karena kelalaian diri sendiri, melainkan website yang error sampai makan waktu. Oke deh, semoga nanti pas tes beneran nya nggak error lagi yaaa! #bumn #rbb #rbb2025.”
“Simulasi tes Rabu, 16 April 2025 jam 07.00. Udah standby 10 menit sebelum waktu test, tapi webnya error, bisa login tapi gabisa masuk ke lamaran dan gabisa klok test online Terpantau udh 07.12 masih gabisa,” ungkap old @oldmonyet

Melihat riuhnya warganet terkait laman Tes Online Rekrutmen Bersama BUMN membuat berbagai kalangan memberikan solusi untuk menyelesaikan persoalan ini.
Berdasarkan analisa jadibumn.id bahwa kesalahan peserta saat tes online RBB BUMN 2025 adalah tidak mengecek koneksi internet. Karena tes ini membutuhkan koneksi internet yang stabil.
Pastikan menggunakan jaringan yang stabil, seperti Wi-Fi atau paket data dengan sinyal kuat.
Gunakan perangkat dengan koneksi yang sudah diuji sebelumnya.
Kesalahan berikutnya tidak menggunakan perangkat yang memadahi. Beberapa peserta menggunakan perangkat seperti ponsel dengan layar kecil atau laptop dengan baterai lemah.
Gunakan laptop atau komputer dengan layar yang cukup besar agar lebih nyaman dalam mengerjakan. Pastikan perangkat dalam kondisi baik dan daya baterai penuh sebelum tes dimulai.
Karena panik banyak peserta tidak memahami petunjuk dengan baik. Misalnya peserta langsung mengerjakan soal tanpa membaca instruksi dengan teliti, sehingga salah menjawab atau salah memahami format soal.
Hal yang paling utama adalah kurang mengelola waktu dengan baik. Tes online biasanya memiliki batasan waktu yang ketat. Banyak peserta menghabiskan terlalu banyak waktu pada satu soal dan akhirnya tidak sempat menjawab soal lainnya.
Kemudian sistem tes online BUMN mendeteksi jika peserta terlalu sering berpindah tab atau layar. Beberapa peserta tidak menyadari bahwa tindakan ini bisa dianggap sebagai kecurangan.
Pada bagian tes kepribadian, beberapa peserta mencoba memberikan jawaban yang dianggap “ideal,” tetapi tidak konsisten dalam memilih jawaban. (ndi)
