Aktual.co.id – Memasuki Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tidak semua siswa bisa menjalani dengan nyaman dan rileks.
Ada beberapa anak yang mengikuti MPLS diwarnai kecemasan, rasa takut dan overthingking karena ada ancaman perpeloncoan atau tekanan ketika menjalani MPLS.
Untuk meredam adanya cemas pada anak ketika mengikuti MPLS, dr. Riko Lazuardi, Sp.KJ, dokter spesialis kedokeran jiwa RSUD Bhakti Husada Surabaya menjelaskan, bahwa hindari memberikan beban kepada anak.
“Ganti kata – kata kamu hebat, selama MPLS akan didampingi, sehingga memberikan arahan kalau pun tidak bisa apa – apa, ada ayah ibu dan guru siap membantu,” ungkapnya.
Jadi seluruh guru dan pendampung hendaknya mevalidasi, tidak apa – apa cemas tapi kalau berusaha semua akan membantu kesulitan tersebut.

Menurutnya, sebaiknya dipetakan lebih dahulu mana pemilik cemas atau tidak. “Idealnya ada screening khusus dari psikiatri atau psikolog dengan mengajukan beberapa pertanyaan untuk mereka,” tambahnya
Tapi kalau tidak bisa, minimal tahu saja, mana yang dificult child, yakni anak tersebut secara sosial agak sulit menyesuaikan diri, teperamental, sulit beradaptasi, atau anak yang sering cemas, takut, itu dipetakan seperti itu.
Dan jangan samakan dengan orang yang berani tapi perlu disadari bahwa anak yang cemas ini perlu pendampingan khusus
“Screening sederhananya cukup diketahui seperti, secara sosial agak sulit menyesuaikan diri, sulit beradaptasi, sering cemas atau takut,” ungkap dr. Riko.
Yang menjadi ganjalan anak cemas ketika MPLS adalah hal yang baru. Banyak variable yang mereka hadapi, seperti teman baru, tempat baru, sehingga dirinya harus menyesuaikan diri.
Dengan diberikan pemahaman bahwa hal tersebut adalah wajar dan memberikan jaminan siap mendampingi maka anak tersebut akan redam.
Ada dampak negative jika orang tua tidak tahu anak tersebut pemilik gangguan cemas. “Yang sering terjadi orang tua memaksakan anak supaya ikut orang tua agar tidak kecewa,” katanya.
Padahal anaknya tidak seperti itu, dibalik cemas ada keunggulan lain. Jadi sebaiknya orang tua menyadari kalau ada gangguan cemas pada anak – anak adalah hal wajar dan jangan diberikan beban demi orang tua.
Sangat penting memberikan gambaran selama MPLS kepada anak yang overthingking. “Anak yang takut diakibatkan karena banyak memikirkan sesuatu yang tidak jelas,” kata dr Riko.
Banyak variabel yang tidak diketahui tapi dipikirkan semua, sehingga dia tidak bisa membayangkan dengan baik akhirnya kepikiran terus.
Oleh karena itu paling mudah diberi pemahaman dulu, jadi apa yang dihadapi di sekolah, masalah apa yang akan terjadi. Yang penting memberikan jaminan sebagai orang tua siap membantu. (ndi)
