Aktual.co.id – Gelombang tsunami awal mencapai Hawaii pukul 7 malam waktu setempat dan tingginya mencapai 4 kaki di Kahului, Maui, dan di Haleiwa, Oahu.
Gubernur Hawaii Josh Green mengatakan bahwa tidak ada gelombang yang berdampak nyata dalam konferensi pers sekitar satu jam setelah gelombang mulai tiba. Tetapi ia memperingatkan bahwa negara bagian tersebut belum sepenuhnya aman.
“Kami tidak ingin siapa pun lengah, kami ingin menunggu beberapa jam lagi. Seiring dengan semakin mengecilnya ombak, itulah cara kami tahu bahwa kekhawatiran ini telah berakhir,” ungkapnya.
Semua penerbangan masuk dan keluar Maui dibatalkan untuk malam itu, tambahnya. Sebelumnya pada hari Selasa, jalan-jalan dipenuhi mobil saat sirene meraung-raung dan penduduk serta pengunjung Hawaii bergegas mematuhi perintah evakuasi.
“Saat ini, kami trauma,” ujar Dominga Advincula, warga lama di lingkungan kaki bukit tempat kebakaran Lahaina terjadi , kepada The Times pada Selasa sore.
Menurutnya, setiap jam petugas membunyikan sirene agar semua orang segera meninggalkan laut dan itu membuat warga trauma atas apa yang terjadi pada tahun 2023.
Ia baru saja dipulangkan dari pekerjaannya di sebuah hotel di Kaanapali setelah peringatan dini berbunyi. Jalan-jalan di sekitarnya dipenuhi orang-orang yang berusaha mencapai dataran tinggi, ujarnya.
Salah satu laporan tsunami pertama datang di Hokkaido, Jepang, di mana pelabuhan Nemuro Hanasaki mengalami tsunami setinggi 1 kaki, menurut NHK, penyiar Jepang.
Rekaman video yang dibagikan oleh Reuters menunjukkan bangunan-bangunan yang tampak seperti gudang tersapu oleh arus tsunami yang kuat di Rusia.
Berdasar laporan Reuters, Tsunami setinggi 16 kaki menghantam Semenanjung Kamchatka di Siberia, merusak bangunan-bangunan, termasuk taman kanak-kanak .
Para pejabat Jepang mengimbau masyarakat mengungsi dari daerah-daerah rawan tsunami di sepanjang pantai timur negara itu. (ndi/latimes)
