Aktual.co.id – Hingga saat ini kanker masih menjadi penyakit yang mematikan bagi penderitanya. Meski ada yang berhasil terbebas dari kanker, namun tidak sedikit yang harus berjuang melawan penyakit ini. Salah satu penderita kanker adalah Mpok Alpa atau Nina Carolina yang baru saja meninggal dunia Jumat (15/8) akibat serangan kanker.
Hingga kini tidak dijelaskan kanker yang diderita oleh Mpok Alpa, namun beberapa bulan dirinya mengaku sedang menjalani perawatan kanker yang ada di dalam tubuhnya.
Menurut postingan di Alodokter, kanker adalah penyakit akibat pertumbuhan sel yang tumbuh tidak normal dan tidak terkendali di dalam tubuh. Pertumbuhan sel abnormal ini dapat merusak sel normal di sekitarnya dan di bagian tubuh yang lain.
Dituliskan jika kanker penyebab kematian kedua terbanyak di seluruh dunia. Kanker sering menyebabkan kematian karena penyakit ini tidak menimbulkan gejala pada stadium awal. Kanker baru terdeteksi dan ditangani setelah mencapai stadium lanjut.
Penyebab utama kanker adalah perubahan (mutasi) genetik pada sel yang membuatnya tumbuh tidak normal. Sebenarnya, tubuh memiliki mekanisme sendiri untuk menghancurkan sel abnormal ini. Namun, bila mekanisme tersebut gagal, sel abnormal tadi akan tumbuh tidak terkendali dan dapat menggantikan sel normal.
Selain mutasi, infeksi virus HPV juga bisa memicu terjadinya kanker. Infeksi virus HPV bisa menular melalui kontak langsung dengan kulit atau hubungan seks dengan penderita.
Jika tidak ditangani dengan baik, infeksi virus HPV juga dapat menyebabkan perkembangan sel-sel abnormal yang akhirnya berpotensi menjadi kanker.
Faktor terjadi kanker bisa riwayat penyakit kanker dalam keluarga kandung, usia di atas 65 tahun, tetapi lebih umum terjadi pada orang dewasa yang lebih tua, kanker dapat terjadi pada usia berapa pun, termasuk anak-anak.
Kebiasaan merokok atau konsumsi minuman beralkohol bisa menyebabkan kanker, parapan radiasi, zat kimia (seperti asbes atau benzene), atau sinar matahari, infeksi virus, seperti hepatitis B, hepatitis C, dan HPV, paparan hormon dalam kadar tinggi atau jangka panjang, obesitas atau berat badan berlebih kurang banyak bergerak dan tidak rutin berolahraga, penyakit yang menyebabkan peradangan jangka panjang, seperti kolitis ulseratif. Daya tahan tubuh menurun, misalnya akibat menderita HIV/AIDS
Pemeriksaan ke dokter juga perlu dilakukan bila seseorang mengalami gejala kanker, seperti munculnya benjolan di tubuh, berat badan turun drastis, atau batuk kronis. Deteksi dini kanker dapat meningkatkan keberhasilan pengobatan. (ndi/alodokter)
