Aktual.co.id – Terkait peristiwa kendaraan taktis (rantis) milik Brimob yang menabrak ojek online di kawasan Jakarta Selatan, Kapolri Jenderal Pol Listryo Sigit Prabowo menyampaikan permintaan maaf atas insiden tersebut.
“Kami mohon maaf yang sebesar-besarnya untuk korban serta seluruh keluarga dan juga seluruh keluarga besar ojol,” kata Kapolri kepada awak media di Jakarta, Kamis malam.
Hingga kini, pihaknya sedang meminta Kapolda Metro Jaya, Kadiv Propam Polri, dan tim Pusdokkes Polri untuk mencari keberadaan korban.
Selain itu, dia memerintahkan Divisi Propam Polri untuk menangani peristiwa ini lebih lanjut. Sebagai informasi, kabar ini mencuat pada media sosial X usai beredarnya video yang menggambarkan seorang sopir ojol ditabrak oleh mobil rantis Brimob.

Kendaraan taktis tersebut, setelah melindas korban, kemudian memacu kecepatan hingga meninggalkan lokasi kejadian. Sejumlah warga dan pengendara mencoba mengejar kendaraan tersebut hingga ke Jalan Layang Non-Tol Casablanca.
Sebelumnya diberitakan, Kericuhan demo di depan Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, meluas hingga kawasan Pejompongan pada Kamis (28/8/2025) sore.
Sekitar pukul 18.00 WIB, massa terlihat mulai menduduki jalur kereta api sehingga perjalanan KRL di sekitar lokasi lumpuh total.
Aparat kepolisian masih bersiaga di lokasi. Untuk membubarkan massa, polisi menembakkan gas air mata ke arah kerumunan yang bertahan di jalur rel.
Kericuhan bermula ketika massa aksi berusaha merangsek masuk ke Gedung DPR sekitar pukul 15.00 WIB dengan membakar ban serta melempar batu dan botol minuman.
Menilai situasi kian anarkis, aparat kemudian menembakkan gas air mata dan memukul mundur massa. Di tengah kekacauan, sejumlah massa ditangkap polisi berpakaian preman. Kericuhan juga dilaporkan masih terjadi di beberapa titik lain, yakni Jalan KS Tubun dan Semanggi. (ndi/ANTARA)
