Aktual.co.id – Tiga ilmuwan, Susumu Kitagawa, Richard Robson, dan Omar M. Yaghi, memenangkan hadiah nobel atas prestasinya mengembangkan kerangka logam-organik yang dapat membantu mengurangi polusi dan memerangi perubahan iklim, Rabu (8/10).
Mengutip AP News, komite Nobel mengatakan bahwa pemenang nobel Susumu Kitagawa, Richard Robson, dan Omar M. Yaghi dianugerahi penghargaan atas ‘penemuan inovati dan beberapa di antaranya berkontribusi memecahkan beberapa tantangan terbesar umat manusia.
Robson, berafiliasi dengan Universitas Melbourne di Australia. Kitagawa, berafiliasi dengan Universitas Kyoto di Jepang, dan Yaghi berafiliasi dengan Universitas California, Berkeley.
Para ahli kimia ini bekerja secara terpisah tetapi saling melengkapi terobosan masing-masing yang dimulai pada tahun 1989. Dari menangkap karbon dioksida dari atmosfer atau menyedot air dari udara gurun yang kering, bentuk arsitektur molekuler baru dari ketiganya dapat menyerap dan menampung gas di dalam kerangka organik logam yang stabil.
Rangka tersebut dapat dibandingkan dengan rangka kayu sebuah rumah, dan tas tangan manik-manik milik Hermione yang terkenal, yang mana rangka tersebut kecil di luar tetapi sangat besar di dalam, menurut Olof Ramström, anggota Komite Nobel untuk Kimia.
Seorang anggota komite Nobel menyamakan penemuan ini dengan tas tangan ajaib milik Hermione Granger yang tampak tak berdasar dalam ‘Harry Potter’. Kerangka tersebut terlihat kecil dari luar, tetapi mampu menampung jumlah yang sangat besar di dalamnya.
Yaghi mengetahui bahwa ia memenangkan hadiah tersebut saat bepergian dari San Francisco ke Brussels pada hari Rabu. Saat mengambil bagasi dan bersiap untuk transit di Frankfurt, ponselnya mulai bergetar karena ada panggilan dari Swedia.
Sementara Kitagawa awalnya skeptis bahwa dirinya akan mendapat nobel. Dirinya mengira bahwa telepon yang berdering dari telemarketing yang selama ini menelepon dirinya.
Ketika salah satu pakar menelepon dan memberi selamat padanya, akhirnya dia yakin bahwa telepon tersebut dari komite nobel. “Hadiahnya sangat besar, jadi saya berpikir, ‘apakah ini benar-benar nyata?,” kenangnya saat konferensi pers di Universitas Kyoto..
Kitagawa mengatakan penelitian ini telah diakui secara luas di dunia kimia. “Tetapi sangat sulit untuk dipahami oleh orang awam, dan saya senang atas pengakuan ini,” katanya.
Sementara Robson mengatakan dirinya sangat senang serta terkejut. “Ini hal besar yang terjadi di usia senja ketika saya benar-benar tidak mampu menanggungnya,” ujarnya. (ndi/AP News)
