Aktual.co.id – Menteri Pendidikan India, Dharmendra Pradhan, mengundurkan diri setelah didesak oleh demonstrasi massal selama seminggu.
Dalam sebuah pernyataan pada Sabtu sore, Pradhan mengatakan ia telah menyerahkan surat pengunduran dirinya kepada perdana menteri setelah mendapat tekanan dari mahasiswa.
“Mengingat situasi yang terjadi di Jantar Mantar dan di seluruh negeri, agar kekuatan anti-nasional tidak memanfaatkan situasi ini, saya telah mengirimkan surat pengunduran diri saya kepada perdana menteri,” tulis Pradhan dalam sebuah unggahan di media sosial.
Dalam 12 tahun Partai Bharatiya Janata (BJP) berkuasa, ini adalah kali pertama salah satu menteri paling setia terhadap Modi mengundurkan diri karena tekanan publik.
Aksi protes tersebut diorganisir sebuah gerakan politik pemuda yang menamakan diri Partai Janata Kecoa (CJP), dan meningkat menjadi pemberontakan pemuda di seluruh negeri.
Pengumuman Pradhan disampaikan beberapa jam sebelum para pemimpin CJP dijadwalkan bertemu dengan para menteri BJP untuk menegaskan kembali tuntutan mereka agar ia mengundurkan diri.

Kabar pengunduran diri Pradhan disambut sorak sorai gembira oleh puluhan ribu pendukung CJP yang berkumpul di Delhi.
Sejak Mei, CJP dan para pendukungnya menyerukan pengunduran diri Pradhan terkait skandal kebocoran ujian yang menghancurkan kehidupan jutaan siswa dan menyebabkan lebih dari selusin siswa bunuh diri.
Beberapa pemimpin protes bahkan melakukan mogok makan yang panjang. Demonstrasi CJP mengalami perubahan dramatis pada hari Senin ketika ratusan ribu anak muda dan mahasiswa turun ke jalan di Delhi.
Polisi membalas aksi damai tersebut dengan kekerasan, termasuk gas air mata dan pentungan, yang menyebabkan ratusan orang terluka.
Hal itu memicu demonstrasi berbondong-bondong ke Ketua Mahkamah Agung di Delhi untuk menyatakan dukungan dan menyerukan pengunduran diri Pradhan.
Selama berminggu-minggu, pemerintah Modi mengabaikan para demonstran CJP, tetapi ketika dukungan tumbuh menjadi gerakan massa yang belum pernah terjadi sebelumnya, mereka setuju berdialog.
Modi setuju mempercepat proses peradilan terkait kebocoran soal ujian, tetapi tidak menyebutkan tuntutan utama Ketua Mahkamah Agung, yaitu pengunduran diri Pradhan, yang dianggap salah satu menteri terpenting dan paling setia kepada perdana menteri. (ndi/the guardian)
