• Indeks
Aktual.co.id
  • Beranda
  • Big Data
  • Viral
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum Kriminal
  • Mental Health
  • Travel & Kuliner
  • Pakar Menulis
  • Indeks
Reading: Penelitian Menyebutkan Skrol Media Sosial Menjebak Siklus Kesepian.
Share
Aktual.co.idAktual.co.id
Search
  • Beranda
  • Big Data
  • Viral
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum Kriminal
  • Mental Health
  • Travel & Kuliner
  • Pakar Menulis
  • Indeks
Have an existing account? Sign In
Follow US
Copyright 2025 - Aktual.co.id
Mental Health

Penelitian Menyebutkan Skrol Media Sosial Menjebak Siklus Kesepian.

Redaktur III Senin, 24 Maret 2025
Share
5 Min Read
Skrol media sosial memicu perasaan sepi/ Foto : Freepik
Skrol media sosial memicu perasaan sepi/ Foto : Freepik

Aktual.co.id – Menghabiskan waktu di media sosial, baik sekadar menggulir postingan atau terlibat aktif dalam postingan, dapat menyebabkan peningkatan perasaan kesepian seiring berjalannya waktu.

Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Personality and Social Psychology Bulletin mengungkapkan bahwa kedua jenis penggunaan media sosial dikaitkan dengan peningkatan rasa kesepian.

Menurut catatan Psypost yang ditulis oleh Eric W. Dolan, mantan jurnalis, dalam beberapa tahun terakhir, penggunaan media sosial dan rasa kesepian mengalalmi meningkat signifikan. “Meskipun media sosial menjanjikan untuk terhubung dan membangun komunitas, banyak yang melaporkan merasa lebih terputus dari sebelumnya,” tulisnya.

Laporan dari organisasi seperti U.S. Surgeon General menyoroti “epidemi kesepian” yang berkembang. Organisasi tersebut mencatat bahwa kurangnya koneksi fisik sosial dapat merugikan kesehatan dengan memicu merokok 15 batang sehari.

Sementara beberapa penelitian menunjukkan media sosial dapat mengurangi rasa kebersamaan. Ditulis oleh Eric, jika peneliti telah melakukan menyelidikan kepada pengguna media sosial bahwa kesepian bisa meningkat karena skrol media sosial.

Sementara penulis studi media massa James Z Robert memberikan gambaran tengan perilaku pengguna internet ini. “Lebih dari 10 tahun terakhir fokus penelitian saya adalah pada penggunaan ponsel dan media sosial serta dampaknya terhadap kesejahteraan,” tulisnya.

Baca Juga:  Kepribadian Ekstroversi, Narsisme dan Histrionik Memiliki Keinginan Menjadi Influencer

Disebutkan jika media massa memberikan peran penting untuk pembentukan karakter. Namun dengan aktif di media sosial juga mempengaruhi kepribadian seperti merasa kesepian. Mereka terpaku dengan harinya di depan ponsel.

Sementara profesor pemasaran Ben H. Williams dari Sekolah Bisnis Hankamer di Universitas Baylor menuliskan bahwa, banyak yang tahu bahwa media sosial meningkatkan endemi kesepian di Amerika Serikat.

Tim peneliti menggunakan data dari studi jangka panjang dan berskala besar di Belanda yang disebut panel Studi Internet Longitudinal untuk Ilmu Sosial. Studi panel ini mengumpulkan data tahunan dari sampel representatif rumah tangga Belanda sejak 2008.

Studi khusus ini, para peneliti menganalisis data selama sembilan tahun, dari 2014 hingga 2022. Sampel tersebut mencakup 6.965 peserta dewasa, dengan sedikit lebih dari separuhnya adalah perempuan.

Usia rata-rata peserta pada awal penelitian adalah sekitar 50 tahun. Peserta menyelesaikan survei setiap tahun, menjawab pertanyaan tentang penggunaan media sosial dan perasaan kesepian mereka.

Baca Juga:  Terapi Platform Virtual Diyakini Membantu Kecemasan Berbicara di Depan Umum

Para peneliti tertarik pada dua jenis penggunaan media sosial: pasif dan aktif. Penggunaan media sosial pasif didefinisikan sebagai waktu yang untuk membaca dan melihat konten tanpa berinteraksi.  Peserta melaporkan berapa jam per minggu dihabiskan untuk menjelahah akun sosial.

Sebaliknya, penggunaan media sosial aktif mencakup waktu memposting pesan, foto, dan video, serta berinteraksi dengan orang lain. Peserta juga melaporkan berapa jam per minggu yang dihabiskan untuk jenis penggunaan aktif ini.

Untuk mengukur kesepian, penelitian menggunakan kuesioner enam item yang sudah mapan. Pengukuran ini menanyakan kepada peserta tentang berbagai aspek kesepian, seperti merasakan kekosongan.

Apakah mereka memiliki orang yang dapat diandalkan, dan seberapa terhubungnya dengan orang lain. Peserta menilai persetujuan mereka terhadap pernyataan ini dan respons digabungkan untuk menghasilkan skor kesepian.

Para peneliti menggunakan model statistik yang dirancang untuk melacak perubahan dari waktu ke waktu untuk memeriksa berbagai jenis penggunaan media sosial terkait dengan kesepian. Model ini memungkinkan menilai penggunaan media sosial pada satu titik waktu terhadap kesepian  di tahun berikutnya

Temuan tersebut mengungkapkan hubungan yang signifikan antara penggunaan media sosial pasif dan aktif dan peningkatan kesepian dari waktu ke waktu. Individu yang melaporkan penjelajahan pasif di awal penelitian mengalami peningkatan kesepian yang lebih besar.

Baca Juga:  7 Perilaku Unik Pria Berkualitas Menurut Psikologi

Sementara pengguna media sosial pasif tanpa terlibat komuniasi di berbagai akun media sosial dapat berkontribusi meningkatnya perasaan terisolasi.

Peserta yang menghabiskan waktu untuk memposting dan berinteraksi dengan orang lain melaporkan peningkatan rasa kesepian yang lebih tajam. Temuan ini menantang anggapan bahwa partisipasi aktif di media sosial membantu mengurangi rasa kesepian.

“Hasil penelitian kami mengonfirmasi kecurigaan bahwa tidak peduli bagaimana media sosial digunakan, media sosial adalah pengganti yang buruk untuk interaksi tatap muka,” kata Roberts kepada PsyPost.

Dalam penelitiannya menyebukan jika platform Tiktok, Youtube Short memunculkan adiktif dibanding bentuk media sosial lain dalam hal ini facebook. Menskroll akun video pendek memperburuk kesepian pada seseorang.

Kesepian adalah krisis kesehatan yang signifikan dengan implikasi kesehatan yang serius. Artinya hubungan sosial dan kekerabatan akan terganggu karena lebih asyik menscrol media sosial dibanding bertemu dengan teman atau saudara. (ndi)

 

SHARE
Tag :kesepianlonelynessmedia sosialMental health
Ad imageAd image

Berita Aktual

Poster The Legend of Aang: The Last Airbender / Foto: Ist
Berikut Curahan Animator Film The Legend of Aang: The Last Airbender yang Kecewa Film Bocor
Jumat, 17 April 2026
Mekkah / Foto : Ist
Polri Minta Warga Berhati-hati Praktik Penipuan Penyelenggara Haji
Jumat, 17 April 2026
Para pemeran film Salmokji: Whispering Water / Foto: soompi
Film Salmokji: Whispering Water Mencapai Box Office dalam 10 Hari
Jumat, 17 April 2026
Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Fajar Riza Ul Haq/ Foto: capture ANTARA
Wamendikdasmen Sidak Jelang Pelaksanaan TKA Tingkat SD
Jumat, 17 April 2026
Yulia Baltschun dan suami/ Foto: IG
Yulia Baltschun Beri Pesan Kepada yang Terjebak Cinta Segitiga Setelah Suaminya Selingkuh
Jumat, 17 April 2026

Mental Health

Ilustrasi penyakit Chagas/ Foto: national today

Mengenal Penyakit Chagas yang Diperingati 14 April untuk Menekan Penyebaran

Main games strategi bisa meningkatkan kinerja otak/ Foto: freepik

Begini Cara Meningkatkan Kerja Otak Menjadi Maksimal

Ilustrasi cara melihat orang lain / Foto: freepik

Berikut Melihat Karakter Seseorang dari Cara Bersikap

ILustrasi sombong/ Foto: freepik

Berikut Cara Menghadapi Orang yang Sombong

Ad imageAd image

TRENDING NEWS

Film The Legend of Aang: The Last Airbender Bocor Secara Online

Jembatan Suramadu Ditutup Sementara untuk Uji Beban Bentang Tengah

Ford Reorganisasi dengan Meninggalkan Doug Field Sosok Dibalik Kesuksesan Kendaraan Listrik

Ketua Ombudsman RI Ditetapkan Tersangka Korupsi Tambang oleh Kejakgung RI

Meski Sempat Pingsan Anwar Usman Mengaku Lega Purna MK

More News

Kelelawar diduga penyebar virus Nipah/ Foto: Ist

Kemenlu Jepang Meminta Warganya Waspada Virus Nipah yang Ada di India

Rabu, 28 Januari 2026
Sebagian orang ada yang tidak nyaman dengan perayaan ulang tahun / Foto : Freepik

Orang yang Tidak Suka Merayakan Ulang Tahun Memiliki Kebiasaan Ini

Minggu, 20 April 2025
Batasi diri dengan orang toxic untuk keamanan mental / Foto : Freepik

Yuk Batasi Berkomunikasi dengan Kepribadian Racun yang Menguras Energi

Sabtu, 21 Juni 2025
Tampilan kanker paru pada X Ray / Foto : wikipedia

Paparan Asbes Memiliki Risiko Penyebab Kanker Paru

Sabtu, 2 Agustus 2025
Aktual.co.id

Aktual.co.id adalah portal berita berbasis big data dan analisis digital terdepan di Indonesia yang berada di bawah naungan ASIGTA Group.

  • Redaksi
  • Tentang
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Beranda
  • Indeks
  • Big Data
  • Mental Health
  • Pakar Menulis
  • Viral

Follow Us

Copyright 2025 – Aktual.co.id