Aktual.co.id – Tumbuh dalam rumah tangga yang dingin atau jauh sering kali meninggalkan jejak pada kepribadian seseorang yang dibawa dalam kehidupan sehari – hari.
Orang ini dibesarkan dalam keluarga yang jarang menggunakan komunikasi yang efektif untuk pertumbuhan psikologi.
Menurut Olivia Reid mengenali perilaku ini bisa membantu seseorang untuk menghadapi ketika bertemu dengan orang dengan kepribadian berikut ini.
Takut Ditinggalkan
Perilaku paling signifikan yang ditunjukkan oleh orang ini yang dibesarkan dalam keluarga dingin atau jauh sering kali perasaan takut akan ditinggalkan.
Rasa takut ini muncul dari pengabaian emosional yang dialami selama tahun-tahun ketika dalam pembentukan diri sehingga menciptakan kekhawatiran seumur hidup akan ditinggalkan.
Sangat penting memahami dan mengatasi ketakutan ini, karena dapat memengaruhi kemampuan membentuk hubungan yang aman dan sehat.
Hiperkesadaran Terhadap Orang Lain
Sering kali, individu yang dibesarkan dalam lingkungan yang dingin atau jauh mengembangkan kesadaran yang tajam terhadap perasaan orang lain.
Kesadaran yang berlebihan ini merupakan hasil dari pola pengasuhan semasa masih kecil sehingga cenderung menghindari konflik.
Ketika dewasa orang ini memiliki kepekaan perhatian kepada orang lain yang meningkat luar biasa. Namun dampaknya akan menguras emosi karena mengutamakan kebutuhan emosi orang lain.
Berjuang dengan Kepercayaan
Membentuk hubungan dekat bisa jadi sulit karena melibatkan keterbukaan dan risiko penolakan atau kekecewaan.
Dampak belajar sejak dini bahwa orang-orang yang seharusnya paling dihandalkan tiba – tiba mengecewakan.
Sebagai orang dewasa, membawa ketakutan akan pengkhianatan ini ke dalam membangun hubungan. Memahami perilaku langkah pertama dalam mengatasi dan membangun hubungan yang lebih bermakna.
Lebih Suka Menyendiri
Orang-orang yang dibesarkan dalam keluarga yang dingin lebih suka menyendiri. Orang ini belajar menemukan kenyamanan dalam kebersamaan dengan diri sendiri, karena kesendirian bebas dari penghakiman atau kekecewaan.
Saat dewasa, lebih tertarik pada kegiatan dan hobi yang menyendiri. Mungkin juga memiliki lingkaran sosial yang lebih sempit. Lebih menghargai beberapa hubungan dekat daripada jaringan pertemanan yang luas.
Ketahanan Tinggi
Dibesarkan di lingkungan yang dingin sering kali menghasilkan ketahanan yang tinggi. Hal ini disebabkan oleh kebutuhan untuk beradaptasi dan mengatasi keadaan yang menantang sejak usia dini.
Orang ini belajar mengandalkan diri sendiri, sehingga menjadi sangat mandiri dan tidak bergantung pada orang lain.
Meskipun ketahanan ini dapat menjadi aset, namun keadaan ini bisa membuat dirinya kesulitan meminta bantuan kepada orang lain.
Perilaku ini berakar pada pengalaman masa kecil di mana ketika mencari bantuan ditanggapi dengan pengabaian atau ketidakpedulian.
Kesulitan Mengekspresikan Emosi
Tumbuh di lingkungan yang jauh dari rumah akan cepat belajar menyimpan emosi diri sendiri. Ini adalah mekanisme bertahan hidup, cara menghindari menarik perhatian atau menyebabkan stres tambahan.
Ketika dewasa sulit mengungkapkan perasaan secara terbuka. Bahkan di lingkungan yang mendukung sekalipun. Akhinya memiliki tetap diam daripada berbagi tentang perasan dalam hatinya.
Kurangnya kehangatan dan kasih sayang sering kali menyebabkan kesulitan mengenali dan memproses emosi karena ada ketakutan dihakimi atau disalahpahami.
Mencari Validasi
Orang-orang yang tumbuh dalam rumah tangga yang dingin memiliki keinginan mendapatkan validasi. Karena orang ini tidak mendapatkan cukup asupan perhatian ketika masa pembentukan diri.
Orang-orang ini cenderung menyenangkan orang lain, selalu berusaha memenuhi harapan orang lain. Keinginan umtuk diakui dapat membuat sangat sensitif terhadap kritik dan penolakan.
Dalam benaknya, setiap interaksi merupakan kesempatan mendapatkan pengakuan yang tidak didapatkan saat masih anak-anak.
Orang ini sering kali melakukan hal-hal yang lebih dari yang seharusnya, bahkan merugikan diri sendiri, hanya sekedar merasa diterima dan dihargai. (ndi)
