Aktual.co.id – Menguasai seni basa-basi bukan berarti menipu atau tidak jujur. Melainkan, memandu percakapan dengan cara yang melibatkan dan menghubungkan orang lain.
Pembicara yang hebat tahu frasa yang tepat digunakan dalam situasi seperti ini. Orang ini mengerti cara membuat orang lain merasa nyaman dan didengarkan.
Berikut kalimat yang biasa dipakai oleh orang yang pembicara yang memahami psikologi seseorang seperti yang dituliskan oleh psikolog Isabella Chase.
“Ceritakan padaku tentang hal itu…”
“Ceritakan padaku…” adalah frasa yang membuka percakapan tanpa mengarahkannya. Frasa ini membuat lawan bicara merasa nyaman dan mendorong untuk lebih banyak berbagi pikiran dan perasaan orang tersebut.
Frasa ini tidak hanya menjaga percakapan tetap berlanjut, tetapi juga memperdalamnya. Frasa ini mengubah diskusi dari sekadar candaan dangkal menjadi hubungan yang lebih bermakna.
“Itu mengingatkanku pada saat…”
Kalimat ini cara yang bagus untuk menjaga percakapan tetap mengalir. Berbagi pengalaman pribadi membantu orang lain merasa lebih terhubung dengan percakapan.
Hal ini membuat orang lain merasa saling mengenal satu dengan yang lain, dan ini dapat memperkuat hubungan dalam dialog.
“Tahukah kamu…?”
Kalimat ini mengundang eksplorasi dan penemuan dalam percakapan. Frasa ini memperkenalkan informasi baru ke dalam percakapan tanpa terkesan menggurui atau memaksa.
Misalnya, ketika berbicara tentang perjalanan, semua bisa bertanya, “Tahukah bahwa Prancis adalah negara yang paling banyak dikunjungi di dunia?”
Hal ini tidak hanya menambah hal baru dalam percakapan, tetapi juga menjadi batu loncatan untuk diskusi lebih lanjut.
“Bagaimana pendapat Anda tentang ini?”
Kalimat ini menunjukkan rasa hormat terhadap perspektif orang lain. Frasa ini mengajak orang lain untuk berbagi pandangan tanpa merasa dihakimi atau ditekan.
Entah sedang membahas peristiwa terkini, buku, film, atau bahkan cuaca, frasa ini dapat membuka jalur percakapan baru.
“Saya menghargai Anda…”
Kalimat ini menunjukkan rasa hormat dan apresiasi kepada orang lain. Ini cara sederhana mengakui kualitas atau tindakan orang lain.
Dengan menyatakan penghargaan secara eksplisit, akan membuat orang lain merasa dihargai serta memperkuat perilaku positif.
Menggunakan frasa ini dapat membantu membangun hubungan yang lebih kuat dan bermakna dengan orang lain.
“Saya selalu merasa sulit untuk…”
Ini adalah memungkinkan berbagi tantangan atau rasa tidak aman dengan cara yang tidak mengancam. Frasa ini mengundang empati dan mendorong orang lain berbagi pengalaman sendiri.
Kalimat ini memberikan ruang untuk terlibat diskusi agar bisa saling berbagai terhadap segala hal yang diketahui oleh orang lain.
“Apa bagian terbaik dari…?”
Ini adalah yang mendorong lawan bicara untuk merenungkan sesuatu yang positif. Entah itu tentang pekerjaan, hobi, atau bahkan hari – harinya.
Kalimat ini lebih baik daripada “Bagaimana harimu?” atau “Apa pekerjaanmu?”. Frasa ini mengajak untuk berbagi sesuatu yang disukai atau yang dirasa baik. (ndi)
