Aktual.co.id – Nama Susno Djuadi selama dua hari viral di media sosial khususnya platform X. Karena statement Susno Djuadi ketika dialog dalam podcast Pandawa TV channel.
Dalam potongan podcast tersebut Susno menjelaskan bagaimana pembuktian terhadap ijazah palsu terhadap Joko Widodo. Dalam podcast tersebut Susno mengapresiasi langkah Joko Widodo ke ranah hukum untuk pembuktian ijazah palsu tersebut.
“Apakah gampang Pak Susno membuktikan ijazah palsu tersebut? Gampang sekali, pemilik ijazah tersebut Joko Widodo masih hidup, lembaga yang mengeluarkan masih ada yaitu Universitas Gajah Mada,” katanya.
Bagaimana caranya ? tambahnya. “Pak Ijazah beliau dilaporkan palsu, apakah betul bapak mengeluarkan ijazah ini? Mari kita lihat yang diungkapkan UGM. Kalau UGM mengatakan palsu, ya sudah, Pak Jokowi mau berkelit apapun ya sudah, sebab yang berhak menjelaskan palsu apa tidak ada UGM,” ungkapnya.
Kemdian, tambahnya, jika yang mengatakan UGM adalah ijazah asli, akhirnya persoalan ini tuntas. “Karena dibutuhkan saksi, bisa panggil dosen yang pernah mengajar Pak Jokowi. Pernakah punya murid yang namanya ini ini ini,” ungkapnya.
Untuk memperkuat kesaksikan, perlu diperiksa teman – teman Pak Jokowi kemudian ditanyakan, pernahkah mengenal Pak Jokowi angkatan tahun sekian dan sebagainya. “Nah jika ada kesaksikan seperti ini artinya semua selesai dan jelas keberadaan ijasah tersebut,” kata mantan Kabareskrim tersebut.
Lalu bagaimana jika ijazahnya palsu, maka laporan Pak Jokowi di Polda Metro Jaya menjadi gugur. Begitu juga sebaliknya jika ijazah tersebut asli, maka laporan yang ada di Mabes Polri cukup mengeluarkan SP3 sebagai bukti.
“Menurut saya tidak perlu melakukan laboratorium, ya boleh saja ke sana, tapi cukup yang mengeluarkan mengakui ijazah tersebut asli atau palsu. Pemeriksaan laboratorium untuk mencocokkan identic apa tidak antara ijazah pak Jokowi dengan ijazah lain,” katanya.
Dalam laboratorium tersebut bukan membandingkan foto antara dahulu dan sekarang. Dan Susno juga mengenal keluarga Jokowi karena teman dari mertuana. Di akhir dialog menghormati langkah hukum untuk menguak hasil dari ijazah palsu tersebut. (ndi)
