Aktual.co.id– Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi UPN Veteran Jawa Timur turut terlibat dalam aksi penanaman mangrove di kawasan pesisir Sontoh Laut, Kelurahan Greges, Kecamatan Asemrowo, Surabaya. Kegiatan ini menjadi bagian dari gerakan penghijauan pesisir yang melibatkan berbagai elemen masyarakat, organisasi kemasyarakatan, pemerintah kota, sektor swasta, hingga perguruan tinggi.
Aksi lingkungan tersebut digelar bertepatan dengan momentum Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) ke-733. Sebanyak 700 relawan dari berbagai elemen masyarakat turun langsung ke kawasan pesisir Sontoh Laut untuk menanam 3.000 bibit mangrove. Kegiatan ini menjadi wujud kolaborasi lintas sektor dalam menjaga keberlanjutan ekosistem pesisir Surabaya.
Dari UPN Veteran Jawa Timur, kegiatan tersebut diikuti oleh mahasiswa Program Bina Desa Program Studi Ilmu Komunikasi. Keterlibatan mahasiswa ini menjadi bentuk nyata kepedulian generasi muda terhadap isu lingkungan, khususnya pelestarian kawasan pesisir yang memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem.
Rombongan UPN Veteran Jawa Timur dipimpin langsung oleh Kepala Pusat Pengabdian kepada Masyarakat dan Kuliah Kerja Nyata, Dr. Zainal Abidin A., M.Si., M.Ed. Turut hadir mendampingi mahasiswa, Koordinator Bina Desa Program Studi Ilmu Komunikasi, Ririn Puspita Tutiasri, S.I.Kom., M.Med.Kom.
Dalam pelaksanaannya, para mahasiswa bersama relawan lainnya harus menyusuri kawasan pesisir berlumpur untuk mencapai titik penanaman. Medan yang cukup berat tidak menyurutkan semangat peserta untuk menanam bibit mangrove sebagai bagian dari upaya menjaga lingkungan pesisir.

Koordinator Bina Desa Program Studi Ilmu Komunikasi UPN Veteran Jawa Timur, Ririn Puspita Tutiasri, S.I.Kom., M.Med.Kom., mengatakan bahwa keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan tersebut merupakan bagian dari proses pembelajaran sosial yang penting.
“Keikutsertaan mahasiswa Ilmu Komunikasi UPN Veteran Jawa Timur dalam kegiatan penanaman mangrove ini merupakan bagian dari komitmen kami untuk menghadirkan pembelajaran yang tidak hanya berlangsung di ruang kelas, tetapi juga bersentuhan langsung dengan persoalan masyarakat dan lingkungan,” ujar Ririn.
Menurut Ririn, kegiatan penanaman mangrove juga menjadi ruang bagi mahasiswa untuk memahami bahwa komunikasi tidak hanya sebatas penyampaian pesan, tetapi juga berkaitan dengan membangun kepedulian, partisipasi, dan perubahan sosial di masyarakat.
“Melalui kegiatan seperti ini, mahasiswa belajar bahwa komunikasi memiliki peran strategis dalam menggerakkan kesadaran publik, termasuk dalam isu pelestarian lingkungan. Kami berharap pengalaman ini dapat menumbuhkan kepekaan sosial dan kepedulian mahasiswa terhadap keberlanjutan ekosistem pesisir,” tambahnya.
Penanaman mangrove tersebut diharapkan dapat membantu mengurangi risiko abrasi pantai, memperkuat ekosistem pesisir, serta menjaga keberlanjutan kawasan pantai di Surabaya. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi lingkungan bagi mahasiswa agar lebih memahami pentingnya konservasi alam.
Melalui keterlibatan dalam kegiatan sosial dan lingkungan seperti ini, Program Studi Ilmu Komunikasi UPN Veteran Jawa Timur berharap mahasiswa tidak hanya memiliki kompetensi akademik, tetapi juga mampu membangun kepedulian sosial serta memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan lingkungan.
Penulis: Ririn Puspita Tutiasri
