Aktual.co.id – Sebuah studi baru yang diterbitkan dalam Telematika dan Informatika telah menemukan bahwa kepribadian ekstroversi, narsisme, dan kecenderungan histrioni ada keterkaitan dengan keinginan yang lebih besar di antara remaja untuk mengejar karir sebagai influencer dinmedia sosial.
Penelitian, yang mensurvei 700 remaja di Polandia dan Inggris, menawarkan wawasan baru tentang profil psikologis yang tertarik pada jalur karier yang semakin populer ini.
Ketika platform media sosial seperti TikTok, Instagram, dan YouTube menjadi pusat anak muda mengekspresikan diri dan mengkonsumsi konten, ide menjadi influencer bergeser dari fantasi menjadi aspirasi profesional.
Survei selama dekade terakhir telah mengungkapkan bahwa sejumlah remaja, terutama di Inggris, menyatakan minat menjadi kreator online.
Menanggapi perubahan budaya ini, penulis studi ingin memahami kepribadian yang mendorong minat ini. Dan apakah ciri-ciri ini berbeda dengan jalur karier yang lebih tradisional seperti mengajar, kedokteran, atau hukum.
Peneliti berfokus pada tiga rangkaian ciri kepribadian yakni ekstrovert, narsisme, dan histrionik.
Menilik penelitian sebelumnya yang menghubungkan sifat-sifat ini dengan perilaku online, seperti memposting selfie, mencari validasi dan menggunakan media sosial untuk promosi diri, penulis berhipotesis bahwa remaja dengan tingkat ekstroversi, narsisme, dan sifat histrionik akan mungkin bercita-cita menjadi influencer.
Untuk menguji ini, para peneliti mensurvei 773 remaja berusia 16 hingga 17 tahun (362 di Polandia dan 411 di Inggris).
Para peserta ditanya tentang aspirasi karir dan seberapa kuat termotivasi untuk mengejar profesi seperti guru, dokter, spesialis TI, dan influencer.
Peserta juga menyelesaikan serangkaian kuesioner kepribadian singkat dan tervalidasi yang mengukur sifat Lima Besar, narsisme, dan karakteristik histrionik.
Pengumpulan data dilakukan secara daring, dan peserta diberi kompensasi untuk waktu pengisian pertanyaan.
Tanggapan dianalisis menggunakan model regresi hierarkis yang memungkinkan para peneliti untuk memeriksa bagaimana ciri-ciri kepribadian memprediksi minat untuk menjadi influencer media sosial, sambil mengendalikan faktor-faktor seperti usia, jenis kelamin, dan negara.
Hasil penelitian menyebutkan kepribadian ekstroversi yang lebih tinggi, narsisme, dan sifat histrionik semuanya secara signifikan terkait dengan keinginan yang lebih kuat untuk menjadi influencer media sosial.
Meskipun penelitian ini memberikan wawasan yang berharga, penelitian ini memiliki beberapa keterbatasan.
Sampel hanya terdiri dari remaja, sehingga hasilnya mungkin tidak berlaku untuk individu yang lebih tua yang memiliki lebih banyak pengalaman hidup atau kejelasan karir.
Penelitian ini juga mengandalkan ukuran laporan diri, yang dapat dipengaruhi oleh keinginan sosial atau kesadaran diri yang terbatas.
Sementara hasilnya mengidentifikasi ciri-ciri kepribadian yang terkait dengan aspirasi influencer, tidak memberi tahu apakah sifat-sifat ini benar-benar memprediksi kesuksesan, kesejahteraan, atau kepuasan karir di dunia influencer. (ndi)
