• Indeks
Aktual.co.id
  • Beranda
  • Big Data
  • Viral
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum Kriminal
  • Mental Health
  • Travel & Kuliner
  • Pakar Menulis
  • Indeks
Reading: Jika Memiliki Kebiasaan Menyelesaikan Kalimat Orang Lain Memiliki Kepribadian Ini.
Share
Aktual.co.idAktual.co.id
Search
  • Beranda
  • Big Data
  • Viral
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum Kriminal
  • Mental Health
  • Travel & Kuliner
  • Pakar Menulis
  • Indeks
Have an existing account? Sign In
Follow US
Copyright 2025 - Aktual.co.id
Mental Health

Jika Memiliki Kebiasaan Menyelesaikan Kalimat Orang Lain Memiliki Kepribadian Ini.

Redaktur III Kamis, 23 Oktober 2025
Share
3 Min Read
Ilustrasi dua orang sedang ngobrol/ Foto: freepik
Ilustrasi dua orang sedang ngobrol/ Foto: freepik

Aktual.co.id – Pernahkah mendapati seseorang yang sering menyelesaikan kalimat orang lain? Bisa jadi diri sendiri memiliki kebiasaan seperti ini. Psikolog Olivia Reid penulis pada akun geediting juga memiliki kebiasaan seperti ini. Semula dirinya khawatir jika kebiasaan ini salah satu hal yang mengganggu, namun setelah dipelajari ternaya menyimpan kepribadian yang tersembunyi.

Seorang Pengamat yang Baik

Menurut Olivia menjadi pengamat yang baik bukan hanya tentang memprediksi apa yang akan dikatakan orang lain. Melainkan memperhatikan reaksi dan menyesuaikan perilaku masing – masing.

“Saya mulai menyadari kebiasaan menyelesaikan kalimat tidak selalu diterima dengan baik. Beberapa orang menyukainya, tetapi yang lain menganggapnya mengganggu,” katanya.

Pengamatan ini membuat dirinya memikirkan kembali pendekatan yang selama ini dia lakukan. Sekarang, dirinya menggunakan kemampuan observasi untuk mengamati bagaimana orang merespons ketika menyelesaikan kalimatnya.

Baca Juga:  Penelitian Menyebutkan Skrol Media Sosial Menjebak Siklus Kesepian.

Seorang Ekstrovert

Jika secara teratur melengkapi kalimat orang lain, seorang ekstrovert. Kaum ekstrovert akan langsung ikut menyelesaikan kalimat karena aktif dalam percakapan.

Namun, penting menyeimbangkan antusiasme dengan rasa hormat terhadap pikiran dan perkataan orang lain. Jadi sebaiknya tetap belajar untuk mendengarkan orang lain berbicara sampai selesai.

Seorang yang Berprestasi Tinggi

Penting untuk diingat bahwa percakapan bukan hanya tentang bertukar informasi, tetapi juga tentang membangun hubungan. Otaknya yang terus bergerak membuatnya tidak bisa menahan meneruskan kata kata orang yang ngobrol bersamanya. Namun Olivia Reid tetap memberikan panduan bahwa yang terbaik adalah mendengarkan sampai orang tersebut berbicara.

Seorang Pemecah Masalah

Menurut sebuah penelitian, orang yang sering menyela pembicaraan dengan memberikan solusi , atau menyelesaikan kalimat orang lain, sering dianggap memiliki dominasi dan kendali yang tinggi .

Baca Juga:  Jangan Pernah Menekan Kaum Introvert, Karena Memiliki Alasan Berikut Ini

Meskipun berorientasi pada solusi itu bagus, namun mendengarkan ucapan orang hingga berakhir sama halnya memberikan ruang orang lain untuk berekspresi.

Secara Alami Ingin Tahu

Rasa ingin tahu ini sering kali membuat seseorang tidak sabar untuk menyelesaikan kalimat orang lain. Bukan karena ingin menyela, tetapi bersemangat berkontribusi dalam percakapan tersebut. Namun, meskipun keingintahuan dihargai dalam beberapa hal, namun hal itu dapat dianggap sebagai gangguan dalam hal lain.

Ada batas tipis antara tertarik pada apa yang dikatakan orang lain dan mengambil alih cerita. Sekarang, berusahalah secara sadar untuk menahan diri dan membiarkan orang lain menyelesaikan pemikirannya sebelum menyampaikan pandangan.

Seorang Pendengar yang Berempati

Baca Juga:  Kebiasaan Menjengkelkan yang Membuat Orang Lain Menjauh

Orang ini peka terhadap perasaan orang lain dan dapat memprediksi pikiran lawan bicaranya tersebut, sehingga selalu melengkapi kalimatnya. Meskipun sifat empati  merupakan suatu kekuatan, namun penting memastikan tidak melewati batas dan menjadi intrusi.

Mendengarkan berarti memahami, bukan terburu-buru mengisi kekosongan. Kesadaran ini membantu memanfaatkan empati secara lebih efektif dalam percakapan.

Seorang Pemikir Cepat

Psikologi memberi tahu bahwa orang yang sering melengkapi kalimat untuk orang lain cenderung memproses informasi lebih cepat daripada kebanyakan orang.

Berpikir cepat tidak selalu buruk malah bisa menguntungkan dalam situasi tertentu. Namun tetap dipahami bahwa menunggu orang untuk berbicara sampai selesai adalah yang baik. Mungkin awalnya tidak mudah, tetapi dengan latihan dapat belajar menyeimbangkan sifat berpikir cepat  dengan mendengarkan dengan sabar. (ndi)

SHARE
Tag :gangguan kepribadiankecemasanMental healthpsikologi
Ad imageAd image

Berita Aktual

Ha Jung Woo dan Cha Jung Won / Foto: soompi
Ha Jung Woo dan Cha Jung Won Umumkan Pernikahan
Rabu, 14 Oktober 2026
Antrian pembeli BBM di SPBU Denpasar, Bali/ Foto: ANTARA BALI
Bahlil: Kendaraan Antrian BBM Diduga Karena Isu Distribusi di Bali
Rabu, 14 Oktober 2026
Kepulan asap rudal yang dicegat di Riyadh/ Foto: anadolu
Empat Orang Terluka dan 15 Rumah Rusak Setelah Rudal Houthi Dicegat Jatuh di Riyadh
Rabu, 14 Oktober 2026
Tahanan KPK dalam kasus operasi tangkap tangan di linglungam BNPB keluar dari Gedung Merah Putih KPK/ Foto: courtesy ANTARA
KPK Menahan Lima Orang Tersangka Hasil OTT di Lingkungan BNPB
Rabu, 14 Oktober 2026
Petugas berjuang memadamkan Karhutla/ Foto: Kemenhut
Dampak Polusi Udara Karhutla Terhadap Kesehatan Respirasi
Rabu, 14 Oktober 2026

Mental Health

Ilustrasi Ghosting/ Foto: Psypost

Penelitian Menunjukkan Orang yang Ghosting Memiliki Perasaan Lebih Buruk daripada yang Dighosting

Ilustrasi kebosanan/ Foto: freepik

Penelitian Menyebutkan Kebosanan Bisa Memicu Sikap Agresif

Ilustrasi peduli terhadap kasus bunuh diri/ Foto: Freepik

Pencegahan Bunuh Diri Menekan Angka Kematian Akibat Bunuh Diri di Dunia

Ilustrasi olah raga/ Foto: psypost

Studi Menjelaskan Olah Raga Mampu Meredam Gangguan Depresi

Ad imageAd image

TRENDING NEWS

Penelitian Menyebutkan Kebosanan Bisa Memicu Sikap Agresif

Pemerintah Thailand Mendorong Pensiun Dini Bagi Pegawai Negeri Sipil

KPK Menangkap 14 Orang dalam OTT di Lingkungan BNPB

Israel Menolak Penerbangan Ethiopian Airlines Tujuan Tel Aviv Kerena Pilot WNI

Tiga Negara Mengeluarkan Bersama Mengutuk Serangan Houthi

More News

Relasi bagi orang sukses sangat penting / Foto : freepik

Orang Sukses Menjalankan Sikap Ini Berdasarkan Pengamatan Psikolog

Minggu, 1 Juni 2025
Logo Hari Kesehatan Mental 2025/ Foto: Ist

Hari Kesehatan Mental Dunia Fokus Krisis Bencana Alam dan Konflik Antar Sesama

Jumat, 10 Oktober 2025
Membangun hubungan dengan pribadi racun sangat mengganggu / Foto : Freepik

Kebiasaan Orang Baik yang Menarik Hubungan Beracun, Menurut Psikologi

Minggu, 20 April 2025
Ilustrasi wanita dengan telepon selulernya / Foto : freepik

Hal yang Sering Dilakukan Orang dengan Ketrampilan Media Sosial yang Buruk

Kamis, 10 Juli 2025
Aktual.co.id

Aktual.co.id adalah portal berita berbasis big data dan analisis digital terdepan di Indonesia yang berada di bawah naungan ASIGTA Group.

  • Redaksi
  • Tentang
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Beranda
  • Indeks
  • Big Data
  • Mental Health
  • Pakar Menulis
  • Viral

Follow Us

Copyright 2025 – Aktual.co.id