• Indeks
Aktual.co.id
  • Beranda
  • Big Data
  • Viral
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum Kriminal
  • Mental Health
  • Travel & Kuliner
  • Pakar Menulis
  • Indeks
Reading: Tanda Bahaya Ketika Berbicara dengan Seorang Narsisistik, Menurut Analisa Psikologi
Share
Aktual.co.idAktual.co.id
Search
  • Beranda
  • Big Data
  • Viral
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum Kriminal
  • Mental Health
  • Travel & Kuliner
  • Pakar Menulis
  • Indeks
Have an existing account? Sign In
Follow US
Copyright 2025 - Aktual.co.id
Mental Health

Tanda Bahaya Ketika Berbicara dengan Seorang Narsisistik, Menurut Analisa Psikologi

Redaktur III Senin, 9 Juni 2025
Share
4 Min Read
Ilustrasi seseorang yang mendominasi percakapan / Foto : Freepik
Ilustrasi seseorang yang mendominasi percakapan / Foto : Freepik

Aktual.co.id – Kepribadian narsisistik adalah bentuk sifat yang tidak memiliki empati, egois, serta merendahkan lawan bicara atau partner.

Ketika berbicara dengan kepribadian ini cenderung membawa diskusi kembali ke dirinya sendiri.

Psikologi memberi beberapa tanda yang jelas untuk mengidentifikasi individu-individu ini.

Dengan menyadari tanda-tanda ini, akan mengetahui cara mengarahkan percakapan ke arah yang lebih seimbang dan menyenangkan.

Narsisistik Tidak Tertarik dengan Sudut Pandang Orang Lain

Seorang narsisis yang suka bicara sering kali tampak tidak tertarik dengan sudut pandang orang lain. Hal ini dapat membuat merasa tidak didengarkan dan tidak dihargai.

Seorang narsisis yang pandai berbicara sering kali mengabaikan keberagaman potensi ini dalam upaya mempromosikan diri. Ketidakpedulian terhadap sudut pandang orang lain adalah tanda dari seorang narsisis yang suka bercakap-cakap.

Jarang Bertanya Tentangmu

Seseorang yang jarang bertanya tentang lawan bicara kemungkinan besar adalah seorang narsisis. Seorang narsisis yang suka mengobrol sering kali melakukannya secara ekstrem, jarang menunjukkan minat yang tulus terhadap kehidupan atau pengalaman lawan bicara.

Baca Juga:  Jika Ingin Memiliki Ketangguhan Mental Lakukan Hal Berikut Ini

Jika berinteraksi dengan seseorang yang jarang bertanya tentang  lawan bicara atau menunjukkan minat pada kehidupan awal tanda narsisme. Dirinya begitu asyik menceritakan dunianya sendiri sehingga lupa mempelajari dunia orang lain.

Kesulitan Mendengarkan Secara Aktif

Mendengarkan secara aktif merupakan bagian penting dari komunikasi yang efektif. Hal ini melibatkan pemberian perhatian penuh, menunjukkan pengertian, dan menanggapi dengan tepat. Namun, para narsisis yang suka mengobrol sering kali kesulitan dengan hal ini.

Seperti yang dikatakan Daniel Goleman, penulis Emotional Intelligence , “Mendengarkan adalah seni yang membutuhkan perhatian lebih dari bakat, semangat lebih dari ego, dan orang lain lebih dari diri sendiri.”

Namun bagi seorang narsisis yang suka berbicara, egonya sering kali menjadi pusat perhatian. Dirinya tampak tidak fokus, tidak tertarik, atau tidak sabar saat orang lain berbicara.

Baca Juga:  Tanda Orang Ceria Menutupi Luka Batin yang Sesungguhnya

Menggunakan Percakapan untuk Meningkatkan Ego

Narsisis sering menggunakan dialog sebagai platform untuk meningkatkan egonya, meningkatkan kepentingan di matanya sendiri dan di mata orang lain.

Sebuah studi yang dilakukan oleh para peneliti di Universitas Michigan menemukan bahwa kaum narsisi sulit  merasakan empati.

Kepribadian ini memilih tidak terlibat dalam perilaku empati kecuali ada keuntungan baginya  seperti kesempatan meningkatkan citra diri atau mendapatkan kekaguman.

Terus Menerus Menyela

Interupsi yang terus-menerus adalah tanda bahaya bagi seorang narsistik. Dia suka menyela atau memotong pembicaraan di tengah kalimat karena yakin sudut pandang atau cerita lebih penting.

Gangguan terus-menerus dari seorang narsisis dalam percakapan dapat merusak rasa percaya diri dan membuat komunikasi yang bermakna menjadi sulit.

Lain kali jika ada seseorang terus-menerus menyela untuk menyisipkan narasinya sendiri, anggaplah ini tanda berbicara dengan narsisistik.

Tidak Memiliki Empati yang Tulus

Kurangnya empati merupakan sifat umum orang narsis. Dirinya kesulitan terhubung dengan emosi orang lain karena terlalu asyik dengan dunianya sendiri.

Baca Juga:  Problem Kesehatan Respirasi Paska Bencana Banjir Lumpur

Dan jika mendapati diri berbagi sesuatu yang bersifat pribadi namun dengan cepat dia mengalihkan fokus kembali ke diri sendiri tanpa mengakui perasaan atau sudut pandang orang lain.

Mendominasi Percakapan

Dalam ranah interaksi sosial, tidak jarang menjumpai orang-orang yang tampaknya menjadi pusat perhatian dalam setiap percakapan. Namun, jika perilaku ini menjadi pola yang konsisten, mungkin berhadapan dengan seorang narsisis.

Menurut Sigmund Freud , bapak psikoanalisis, “Seorang narsisis adalah orang  yang mengubur ekspresi diri aslinya sebagai respons terhadap luka-luka masa lalu dan menggantinya dengan jati diri palsu yang berkembang dan bersifat kompensasi.”

Diri palsu yang dimaksud ini dapat terwujud dalam berbagai cara, salah satunya bentuk dominasi percakapan. Orang narsisis terus-menerus mengarahkan dialog ke diri sendiri, pengalaman, atau pencapaian. Hampir tidak memberi ruang kepada orang lain. (ndi)

SHARE
Tag :Gangguan KejiwaanMental healthNarsisistikNarsisistik Personality Disorder

Berita Aktual

LSP alias Jenderal Listyo Sigit Prabowo/ Foto: Ist
Tersangka LSP Dikenakan Pasal Berlapis Terkait Penyadapan Ilegal
Selasa, 3 November 2026
Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra (tengah) menyampaikan keterangan pers di Jakarta/ Foto: capture ANTARA
Yusril Mengajak Masyarakat Percaya Kepada Polri dalam Kasus Penyadapan Ilegal
Selasa, 3 November 2026
Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo / Foto: capture ANTARA
Jenderal Listyo Sigit Prabowo Tersangka Penyadapan Ilegal Nomor Telepon Presiden
Selasa, 3 November 2026
Kantor Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia/ Foto: Tribun
Polri Memutasi 264 Perwira Tinggi dan Menengah di Mabes Maupun Kewilayahan
Selasa, 3 November 2026
Petugas berjuang memadamkan Karhutla/ Foto: Kemenhut
Karhutla Berulang, di Mana Tanggung Jawab Presiden?
Selasa, 3 November 2026

Mental Health

Ilustrasi bermain gim bersama teman/ Foto: freepik

Penelitian Menyebutkan Bermain Bersama Teman Mengurangi Kecanduan Gim Video

Serangga menularkan virus Shimonda/ Foto: anadolu

Seorang Pasien Terinfeksi Virus Shamonda Kali Pertama di Prancis

Ilustrasi remaja dan depresi/ Foto: gemini

Perilaku Tidak Sehat pada Remaja Memicu Risiko Kecemasan dan Depresi

Mencuci tangan/ Foto: freepik

Cuci Tangan Mampu Menurunkan Penyebaran Infeksi dan Menyelamatkan Nyawa

Ad imageAd image

TRENDING NEWS

Pesawat Jet Pribadi Jatuh Menyebabkan Semua Penumpang Meninggal Dunia di Florida

Seorang Mantan Juru Bicara Israel Mengaku Memanipuasi Data Operasi di Gaza

Getaran Banjir Lahar Berlangsung 6 Jam Usai Hujan di Gunung Semeru

Harga Minyak Mentah Turun 6% Usai Iran dan AS Berniat Mengakhiri Konflik

Karhutla Berulang, di Mana Tanggung Jawab Presiden?

More News

Ilustrasi percakapan yang membosankan / Foto : freepik

Tanda Seseorang Memiliki Kepribadian Membosankan, Menurut Psikologi

Minggu, 27 Juli 2025
Ilustrasi seseorang membuka kulkas / Foto: freepik

Berikut Kepribadian Orang yang Membuka Kulkas Tanpa Mengeluarkan Apapun

Jumat, 24 Oktober 2025
Main games strategi bisa meningkatkan kinerja otak/ Foto: freepik

Begini Cara Meningkatkan Kerja Otak Menjadi Maksimal

Selasa, 14 April 2026
Asam lambung bisa dipicu akibat depresi/ foto: freepik

Cara Tubuh Memperingatkan Seseorang Mengalami Stres

Sabtu, 15 Maret 2025
Aktual.co.id

Aktual.co.id adalah portal berita berbasis big data dan analisis digital terdepan di Indonesia yang berada di bawah naungan ASIGTA Group.

  • Redaksi
  • Tentang
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Beranda
  • Indeks
  • Big Data
  • Mental Health
  • Pakar Menulis
  • Viral

Follow Us

Copyright 2025 – Aktual.co.id