• Indeks
Aktual.co.id
  • Beranda
  • Big Data
  • Viral
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum Kriminal
  • Mental Health
  • Travel & Kuliner
  • Pakar Menulis
  • Indeks
Reading: Ciri Pemilik Kepribadian Racun yang Menguras Emosi Orang Lain
Share
Aktual.co.idAktual.co.id
Search
  • Beranda
  • Big Data
  • Viral
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum Kriminal
  • Mental Health
  • Travel & Kuliner
  • Pakar Menulis
  • Indeks
Have an existing account? Sign In
Follow US
Copyright 2025 - Aktual.co.id
Mental Health

Ciri Pemilik Kepribadian Racun yang Menguras Emosi Orang Lain

Redaktur III Sabtu, 24 Mei 2025
Share
3 Min Read
Berhubungan dengan orang toxic hanya menguras tenaga / Foto : Ist
Berhubungan dengan orang toxic hanya menguras tenaga / Foto : Ist

Aktual.co.id – sebagai makhluk sosial sering bersentuhan dengan orang yang menguras energy emosi. Berurusan dengan orang racun terasa seperti lari maraton, membuat kelelahan dan bertanya-tanya apa yang harus dilakukan.

Orang-orang ini, yang sering dikenal sebagai vampir emosional, sulit dikenali. Orang ini tidak selalu pelaku kriminal, tetapi kebiasaan dan ucapannya menguras kesejahteraan emosional orang lain.

Psikolog  Eliza Hartley memberikan gambaran orang yang memiliki tekanan emosi dengan kepribadian racun.

Memiliki Ketergantungan yang Tinggi

Salah satu tanda paling signifikan dari orang yang emosi adalah ketergantungannya yang tinggi pada orang lain. Orang ini bergantung pada orang-orang di sekitar nya untuk dukungan emosional, pengambilan keputusan, dan harga diri.

Ketergantungan ini sering kali memberi banyak tekanan pada hubungan, sehingga menciptakan ketidakseimbangan yang melelahkan. Ini seperti membawa beban emosional kepada pasangan.

Baca Juga:  Topeng Kemapaman yang Dianggap Keberhasilan Oleh Sebagian Orang

Selalu Merasa Menjadi Korban

Orang ini jarang bertanggung jawab atas tindakan atau mengakui peran dalam suatu konflik. Sebaliknya, dirinya menggambarkan pihak yang tidak bersalah.

Mentalitas seolah menjadi korban  ini dapat menguras emosi orang-orang di sekitarnya. Ini seperti terjebak dalam permainan menyalahkan yang tidak pernah berakhir.

Mengabaikan Batasan

Batasan sangat penting untuk menjaga hubungan yang sehat . Contoh menelepon di waktu yang tidak semestinya, mengharapkan tanggapan langsung terhadap pesan, atau bersikeras membahas topik yang membuat tidak nyaman.

Mengabaikan atau tidak menghormati batasan seseorang dapat menjadi tanda orang yang menguras emosi. Mengenali hal ini membantu memperkuat batasan dan melindungi kesehatan emosional.

Baca Juga:  Tanda Saatnya Seseorang Mulai Detok dari Media Sosial Menurut Psikologi

Penyuka Drama

Orang ini hidup dalam sinetronnya sendiri, di mana setiap masalah dibesar-besarkan menjadi sebuah krisis. Orang ini menikmati drama dan kekacauan yang ditimbulkannya.

Keadaan pergolakan yang terus-menerus ini dapat menguras emosi. Rasanya seperti selalu waspada, tidak pernah tahu kapan drama berikutnya akan terjadi.

Kurangnya Empati

Empati merupakan inti dari hubungan antarmanusia. Empati tentang memahami dan berbagi perasaan orang lain. Namun, individu yang secara emosional menguras emosi sering kali kesulitan dengan empati.

Hal ini ditandai dengan mendominasi percakapan dengan pengalaman dan masalahnya sendiri, sehingga hanya menyisakan sedikit ruang bagi orang lain.

Menariknya, sebuah penelitian mengungkapkan bahwa area otak yang berhubungan dengan empati dan pemahaman emosi ini menunjukkan perbedaan dengan orang yang sehat.

Baca Juga:  Orang yang Tumbuh Dalam Kehati-hatian Memiliki Kerapuhan Terhadap Konflik

Kebutuhan Konstan Mendapatkan Kepastian

Artinya, harga dirinya bergantung pada persetujuan eksternal. Meskipun wajar sesekali mencari kepastian, namun kebutuhan kepastian yang terus-menerus dapat menguras emosi.

Ini seperti terjebak dalam lingkaran ketidakpastian dan ketidakamanan yang menguras energi. Mengenali pola ini langkah pertama menjaga kesehatan emosional .

Negativitas yang Berlebihan

Orang ini memandang dunia melalui sudut pandang negatif, terus-menerus berfokus pada apa yang salah daripada apa yang benar. Ngobrol bersama orang ini seperti ditarik ke dalam pusaran keluhan, kritik, dan ketidakpuasan.

Sikap negatif yang berlebihan ini dapat membebani pikiran dan emosi orang-orang di sekitarnya. Mirip seperti berada di ruangan yang perlahan terisi air,  semakin lama semakin sulit bernapas. (ndi)

SHARE
Tag :Gangguan Cemasgangguan kepribadiankesehatan jiwaMental health
Ad imageAd image

Berita Aktual

Ilustrasi Tes Kemampuan Akademik / Foto: Ist
Tes Kemampuan Akademik (TKA) Tingkat SD/MI/Sederajat Digelar 20 Hingga 30 April 2026
Minggu, 19 April 2026
Justin Bieber dan Billie Billie Eilish / Foto: variety
Justin Bieber Kolaborasi dengan Billie Eilish dan SZA di Panggung Coachella
Minggu, 19 April 2026
BXB/ Foto: Allkpop
BXB Meresmikan Akan Bubar Setelah Kontrak Berakhir
Minggu, 19 April 2026
Jusuf Kalla ketika jumpa pers/ Foto: capture ANTARA
Sebagai Sosok yang Lebih Senior JK Memberikan Nasihat kepada Jokowi
Minggu, 19 April 2026
Penampakan Aurora/ Foto: time and date
Aurora Badai Matahari Kembali Terjadi dan Bisa Dilihat AS Bagian Utara
Minggu, 19 April 2026

Mental Health

Ilustrasi/ Foto: freepik

Cara Kendalikan Diri Ketika Menghadapi Situasi Penuh Emosi

Ilustrasi penyakit Chagas/ Foto: national today

Mengenal Penyakit Chagas yang Diperingati 14 April untuk Menekan Penyebaran

Main games strategi bisa meningkatkan kinerja otak/ Foto: freepik

Begini Cara Meningkatkan Kerja Otak Menjadi Maksimal

Ilustrasi cara melihat orang lain / Foto: freepik

Berikut Melihat Karakter Seseorang dari Cara Bersikap

Ad imageAd image

TRENDING NEWS

Berikut Curahan Animator Film The Legend of Aang: The Last Airbender yang Kecewa Film Bocor

Yulia Baltschun Beri Pesan Kepada yang Terjebak Cinta Segitiga Setelah Suaminya Selingkuh

Zeda Salim Memutuskan Lepas Hijab untuk Bekerja Menafkahi Anak

Film Salmokji: Whispering Water Mencapai Box Office dalam 10 Hari

Selat Hormuz Dibuka Penuh oleh Iran Selama Gencatan Senjata

More News

Ilustrasi kesendirian / Foto: Freepik

Ciri Perilaku Orang Menutupi dengan Tertawa Padahal Penyuka Kesendirian

Kamis, 4 September 2025
Ilustrasi Stroke Dunia/ Foto: Freepik

Tanggal 29 Oktober Hari Stroke Dunia untuk Mengingatkan Bahaya Stroke

Rabu, 29 Oktober 2025
Ilustrasi orang selalu mengeluh / Foto : geediting

Orang yang Selalu Mengeluh Menujukkan Sifat Beracun Ini, Menurut Analisa Psikologi

Selasa, 24 Juni 2025
Butuh ketegasan berbicara dengan sosok manipulatif/ foto : freepik

Begini Cara Menghadapi Orang yang Manipulatif

Senin, 29 Desember 2025
Aktual.co.id

Aktual.co.id adalah portal berita berbasis big data dan analisis digital terdepan di Indonesia yang berada di bawah naungan ASIGTA Group.

  • Redaksi
  • Tentang
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Beranda
  • Indeks
  • Big Data
  • Mental Health
  • Pakar Menulis
  • Viral

Follow Us

Copyright 2025 – Aktual.co.id