Aktual.co.id – Sebuah akun media sosial platform X memposting cerita pasangan hidupnya yang memiliki Obsessive Compulsive Disorder atau disebut dengan Gangguan Obsesif Kompulsif.
Akun @adelweisx ini memposting 9 foto yang menggambarkan pasangannya yang diduga memiliki Gangguan Obsesif Kompulsif.
“Cerita Netizen Punya Pasangan OCD Gapapa dah pnya pasangan gini aku si asal dia yang kerjain bukan saya OCD sedikit ribet soalnya,” ketik @adelweisx.
Di postingan pertama akun ini menampilkan dua pasangan yang saling menunjukkan cicin pernikahan sebagai symbol sudah terikat pernikahan.
Kemudian foto berikutnya menunjukkan betapa pasangan OCD nya menata tempe goreng harus simetris di dalam kotak tumblernya.
“Setelan tahu digoreng, bakal disusun di kotak dan jumlah udah deplaning wajib genap, biar cocok dengan ukuran kotak,” ketik caption di foto tersebut.

“Kalau ada rambut di lantai, wajib dipungut, pokonya lantai gak boleh ada rambut,” ketik di foto rambut.
Banyak komentar terkait postingan pasagan yang memiliki OCD ini. “Lucu ya wkwk,” ujar @selenaulann. Sementara akun @Mutiyaagustin2 mengaku akan ikut disiplin dengan perilaku ini.

Sebenarnya apa yang dimakud OCD ? Mengapa masuk kategori gangguan kepribadian? Menurut artikel yang dimuat Alodokter, Obsessive compulsive disorder (OCD) adalah gangguan mental yang mendorong penderitanya melakukan tindakan secara berulang-ulang untuk mengurangi kecemasan dalam pikirannya.

Gangguan obsesif kompulsif dapat dialami oleh siapa saja dari semua kelompok usia, tetapi paling sering muncul di usia 7–17 tahun. Penderita OCD biasanya menyadari bahwa pikiran dan tindakannya berlebihan, tetapi mereka tidak bisa melawannya.
Salah satu tanda pemilik gangguan obsesif kompulsif ini adalah penyuka kerapian dan kebersihan yang sangat ekstrim.
Hal ini merupakan gejala yang sering terjadi pada gangguan obsesif kompulsif (OCD) atau gangguan kepribadian obsesif kompulsif (OCPD).
Bagi penderita OCD yang dilakukan adalah menghabiskan waktu selama berjam-jam untuk membersihkan rumah, merasa janggal bila posisi barang sedikit miring, memastikan semua benda harus menghadap ke depan, memastikan tumpukan barang harus disusun berdasarkan ukurannya dan posisinya pun harus simetris, merasa dirinya akan sakit parah atau celaka jika rumahnya kotor, marah bila ada yang tidak mengembalikan barang ke posisi semula.
Selain itu, dorongan yang kuat untuk menjaga rumah selalu bersih dan rapi, juga bisa disebabkan sifat perfeksionisme, yaitu keinginan mengerjakan segala sesuatu dengan sempurna.
Umumnya, orang dengan OCPD tidak merasa ada yang salah dengan dirinya, bahkan sering kali merasa bangga. Kondisi ini berbeda dengan OCD, di mana kebiasaan bersih-bersih rumah dilakukan di bawah tekanan rasa takut dan cemas.
Selain OCD atau OCPD, kebiasaan suka membersihkan rumah secara berlebihan juga bisa menjadi gejala dari fobia kuman (mysophobia).
Gejala yang paling umum adalah mencuci tangan atau membersihkan rumah berulang-ulang hingga terkesan tidak terkendali.
Gejala tersebut memang mirip dengan gejala OCD. Bahkan, fobia kuman juga banyak dialami oleh penderita OCD.
Membersihkan rumah memang harus dilakukan secara rutin agar anggota keluarga tidak terkena penyakit
Namun, jika merasa dorongan menjaga kebersihan dan kerapihan rumah sudah terlalu ekstrim hingga membuat orang lain dan sendiri sendiri tidak nyaman, sebaiknya periksakan diri ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat. (ndi)
