• Indeks
Aktual.co.id
  • Beranda
  • Big Data
  • Viral
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum Kriminal
  • Mental Health
  • Travel & Kuliner
  • Pakar Menulis
  • Indeks
Reading: Penelitian Menyebutkan Adanya Keterkaitan Kepribadian Narsisitik dengan Dukungan Terhadap Perang
Share
Aktual.co.idAktual.co.id
Search
  • Beranda
  • Big Data
  • Viral
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum Kriminal
  • Mental Health
  • Travel & Kuliner
  • Pakar Menulis
  • Indeks
Have an existing account? Sign In
Follow US
Copyright 2025 - Aktual.co.id
Mental Health

Penelitian Menyebutkan Adanya Keterkaitan Kepribadian Narsisitik dengan Dukungan Terhadap Perang

Redaktur III Jumat, 27 Juni 2025
Share
3 Min Read
Ilustrasi peperangan / Foto : freepik
Ilustrasi peperangan / Foto : freepik

Aktual.co.id – Sebuah studi di Polandia telah mengungkap bentuk narsisme berhubungan dengan keinginan untuk perang atau perdamaian.

Para peneliti menemukan orang dengan kepribadian narsistik lebih cenderung mendukung tentang konflik dan perang.

Temuan tersebut dipublikasikan dalam jurnal Personality and Individual Differences . Perlu diketahui narsisme adalah sifat kepribadian yang menggambarkan rasa penting dan keinginan untuk dikagumi secara berlebihan.

Narsisme yang muluk dapat dibagi menjadi empat jenis: kekaguman, persaingan, kesucian, dan kepahlawanan.

Kekaguman berfokus pada pencarian status dan keunikan. Persaingan lebih agresif, berfokus pada merendahkan orang lain dan melihat orang yang baik sebagai ancaman.

Kesucian berkaitan dengan diri sendiri sebagai orang yang bermoral dan baik hati, sementara kepahlawanan berfokus pada menjadi pelindung dan penyelamat dalam suatu kelompok.

Baca Juga:  Berikut Ciri Orang yang Mimiliki Stabilitas Mental Dalam Diri

Para peneliti ingin memahami bagaimana keempat tipe ini berhubungan dengan keyakinan bahwa perang dapat diterima atau diinginkan, dan keyakinan perdamaian harus dipromosikan dan dilestarikan.

Para peneliti melakukan studi yang melibatkan 789 orang dewasa di Polandia, sekitar setengahnya adalah laki-laki.

Usia rata-rata sekitar 46 tahun, dan peserta berasal dari latar belakang pendidikan dan pekerjaan. Semua peserta menanggapi serangkaian kuesioner daring.

Kuesioner ini mengukur empat bentuk narsisme, serta sikap dan niat terhadap perang dan perdamaian. Para peneliti mengukur nilai-nilai dasar dengan fokus pada pengembangan diri (menghargai status dan dominasi), transendensi diri (menghargai kesejahteraan orang lain), keterbukaan terhadap perubahan (menghargai ide-ide baru dan kebebasan), dan konservasi (menghargai tradisi dan stabilitas).

Baca Juga:  Pekerjaan atau Profesi yang Dianggap Paling Stres Oleh Psikolog

Para peneliti menemukan bahwa individu narsisistik cenderung memiliki penerimaan terhadap perang. Bentuk narsisme ini dikaitkan dengan pencarian status dan kejayaan, sehingga lebih sesuai dengan keyakinan yang mendukung perang.

Individu-individu ini juga kurang menerima perdamaian. Mereka yang memiliki persaingan tinggi menunjukkan hubungan kuat dengan penerimaan perang.

Persaingan, dengan fokusnya pada agresi dan mengalahkan pihak lain, juga dikaitkan dengan dukungan untuk perdamaian. Para peneliti menemukan bahwa hubungan ini dibentuk oleh perhatian yang lebih rendah terhadap kesejahteraan orang lain dan penolakan terhadap nilai-nilai tradisional atau komunal. Orang-orang yang memiliki persaingan tinggi cenderung tidak mendukung perilaku yang mempromosikan perdamaian dan lebih menerima agresi dan konflik sebagai sarana untuk mencapai tujuan.

Bentuk kesucian narsisme, berkisar pada pandangan diri sebagai orang yang bermoral, dikaitkan dengan preferensi yang lebih besar terhadap perdamaian.

Baca Juga:  Jika Hal Kecil Sering Mengganggu Bisa Jadi Tanda Depresi

Hubungan ini diperkuat oleh perhatian terhadap kesejahteraan orang lain, keterbukaan terhadap ide-ide baru, dan rasa hormat terhadap nilai-nilai tradisional dan komunal.

Orang-orang yang memiliki kesucian tinggi cenderung tidak setuju dengan perang dan mendukung perilaku yang berorientasi pada perdamaian, seperti menghadiri rapat umum perdamaian.

“Narsisme yang muluk-muluk membuat individu ini menerima perang. Artinya bentuk antagonis yang terkait dengan penolakan perdamaian,” para peneliti menyimpulkan.

Meningkatnya ketegangan dan tekanan psikologis terkait konflik dapat memengaruhi respons. Hasilnya juga bervariasi di berbagai negara atau waktu, dan studi jangka panjang diperlukan untuk mengonfirmasi pola tersebut. (ndi/psypost)

SHARE
Tag :gangguan kepribadiankesehatan jiwaMental healthNarsisistic Personality Disorderpsikologi
Ad imageAd image

Berita Aktual

Warga Teheran melewati poster menentang AS/ Foto: the guardian
AS dan Iran dalam Kebuntuan Ketika Trump Menolak Proposal dari Iran
Senin, 11 Mei 2026
Byeon Woo Seok / Foto: Soompi
Byeon Woo Seok Aktor Perfect Crown Terpilih Jadi Duta Baru BVGARI
Senin, 11 Mei 2026
Dr. dr. Michael Leksodimulyo, MBA., M.Kes / Foto: Dok Aktual
dr.Michael Mengapresiasi Aliansi Arek Surabaya Menggugat Terkait Toko Nam
Senin, 11 Mei 2026
Fasad Toko Nam/ Foto: Pemkot Surabaya
Aliansi Arek Suroboyo Menggungat Sepakat Fasad Toko Nam Dibongkar
Senin, 11 Mei 2026
Ilustrasi penyebaran virus/ Foto: freepik
Seorang Wanita Prancis dan Dua Warga AS Dinyatakan Positif Hantavirus dari MV Hondius
Senin, 11 Mei 2026

Mental Health

Ilustrasi pria dan ponsel/ foto: freepik

Peneliti Menyebutkan Berhenti dari Medsos Tidak Signifikan Menghentikan Stres

Ilustrasi serangan asma/ Foto: national today

Hari Asma se Dunia Memperingatkan Bahaya Kesehatan Pernapasan

Ilustrasi bekerja/ Foto: freepik

Berikut Kiat Agar Tidak Dimanfaatkan oleh Orang Lain

Ilustrasi bugar/ Foto: freepik

Berikut Menjaga Badan Agar Tetap Bugar dan Terhindar Stres

Ad imageAd image

TRENDING NEWS

Bocoran Spesifikasi Honor Magic9 Pro Max yang Bakal Diluncurkan

Perayaan Hari Ibu Dunia Sejak Zaman Romawi Meski Sempat Dihapus dari Kalender

Jennie BLACKPINK Mengumpulkan Pendapatan Rp302 Miliar dari Bisnis Agensinya

Arya Khan dan Pinkan Mambo Mengumumkan Bercerai

AS Mengatakan 58 Kapal Komersial Dialihkan Rutenya di Bawah Blokade Angkatan Laut Iran.

More News

Ilustrasi ngobrol bersama teman / Foto : geediting

Jika Memiliki Kebiasaan Menyelesaikan Kalimat Orang Lain Memiliki Kepribadian Ini.

Sabtu, 19 Juli 2025
Depresi bisa mengganggu waktu tidur./Foto : istimewa

Tanda Depresi Berat : Waktu Tidur Terganggu

Jumat, 7 Februari 2025
Orang yang memiliki kecerdasan emosional memiliki kemampuan komunikasi lebih baik / Foto : Freepik

Berikut Kemampaun Orang dalam Berkomunikasi Menggunakan Kecerdasan Emosional

Senin, 28 April 2025
Butuh latihan untuk diam namun mengusai ruangan / Foto : freepik

Orang Tidak Banyak Bicara Tapi Menguasai Ruangan, Ini Caranya

Jumat, 27 Juni 2025
Aktual.co.id

Aktual.co.id adalah portal berita berbasis big data dan analisis digital terdepan di Indonesia yang berada di bawah naungan ASIGTA Group.

  • Redaksi
  • Tentang
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Beranda
  • Indeks
  • Big Data
  • Mental Health
  • Pakar Menulis
  • Viral

Follow Us

Copyright 2025 – Aktual.co.id