Aktual.co.id – Tidak sedikit yang kesulitan menterjemahkan cinta terhadap pasangan yang bisa mewujudkan kesehatan jiwa.
Banyak yang terjebak oleh cinta karena sulit melupakan seseorang yang diinginan sampai terbawa mimpi. Kenyataan ini ditandai oleh para psikolog bukan cinta sejati, melainkan teror mental dalam kehidupan.
Berikut tanda mencintai dengan terhubung kedalaman jiwa tanpa terjebak dalam drama cinta yang bisa memunculkan depresi berlebihan seperti yang dikutip yourtango.
Mencintai Bukan Karena Penampilan
Merasa tertarik kali pertama biasanya berawal dari penampilan fisik seseorang. Namun banyak yang terjebak penampilan fisik tidak selaras dengan kesehatan mental.
Kenyataan inilah yang membuat orang kecewa dengan istilah patah hati. Para psikolog mengatakan jika penampilan fisik bisa saja menjadi tipuan manipulasi seseorang untuk mempengaruhi orang lain masuk dalam perangkapnya.
Jadi berhati-hatilah jika jatuh cinta dengan orang yang memiliki penampilan yang mencolok, selidiki kesehatan mentalnya karena bisa memiliki potensi jiwa yang manipulasi.
Menghargai Perbedaan
Menghargai perbedaan merupakan tanda kuat seseorang bisa dikaitkan dengan cinta. Jika kedua pasangan memiliki pandangan dan saling menghargai maka perjalanan dapat terjadi dengan langgeng.
Tidak sedikit kepribadian seseorang cenderung memaksakan serta lebih mementingkan diri sendiri. Semua sikap harus sesuai dengan keinginannya, tidak boleh dibantah apalagi dikritik.
Menetapkan Batasan yang Sehat
Pasangan yang sehat bisa memberikan batasan kepada pasangannya ketika membutuhkan sendiri untuk mengisi ulang energy.
Dan tidak ada satu pun yang bersikap picik, manipulatif, atau pencemburu. Saling berkomitmen pada hubungan tersebut tanpa perlu menghabiskan setiap menit bersama namun merasa aman dan adanya rasa kepastian.
Saling Menginginkan yang Terbaik
Kedua belah pihak tidak saling memanipulasi, mempengaruhi agar mengikuti keindinan pribadi, melainkan saling support dan memberikan yang terbaik.
Saling menginginkan ini adalah mengambil tanggung jawab secara sehat dengan menghormati keinginan dan kebutuhan satu sama lain.
Kebutuhan ini dapat meningkatkan kesehatan mental keduanya sehingga memberikan dampak positif dalam menjalani kehidupan masing – masing.
Memadukan Perbedaan dengan Sehat
Perjalanan cinta tidak selamanya mulus, akan menemui berbagai gelombang yang berat dalam menjalaninya.
Maka perlu kebijaksanaan dalam mendiskusikan perbedaan di antara kedua belah pihak. Menurut psikolog klinis Deborah Grody , hubungan yang tidak dapat diselamatkan sering kali bersumber dari pasangan sikap acuh tak acuh dan tidak cukup peduli untuk saling bertukar pendapat. (ndi)
