• Indeks
Aktual.co.id
  • Beranda
  • Big Data
  • Viral
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum Kriminal
  • Mental Health
  • Travel & Kuliner
  • Pakar Menulis
  • Indeks
Reading: Bahaya Kekurangan Yodium Buat Orang Dewasa dan Ibu Hamil
Share
Aktual.co.idAktual.co.id
Search
  • Beranda
  • Big Data
  • Viral
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum Kriminal
  • Mental Health
  • Travel & Kuliner
  • Pakar Menulis
  • Indeks
Have an existing account? Sign In
Follow US
Copyright 2025 - Aktual.co.id
Mental Health

Bahaya Kekurangan Yodium Buat Orang Dewasa dan Ibu Hamil

Redaktur III Selasa, 21 Oktober 2025
Share
3 Min Read
garam / Foto: freepik
garam / Foto: freepik

Aktual.co.id – Kekurangan yodium atau defisiensi yodium merupakan penyebab utama penyakit gondok dan hipotiroid. Yodium atau iodium adalah komponen yang digunakan tiroid untuk memproduksi hormon tiroid.

Dikutip dari Alodokter, kekurangan yodium paling sering terjadi pada anak-anak dan ibu menyusui. Ada berbagai gangguan yang muncul akibat kekurangan iodium (yodium), antara lain penyakit gondok dan hipotiroid. Kondisi ini yang dikenal sebagai GAKI atau gangguan akibat kekurangan iodium.

Kekurangan yodium disebabkan oleh kurangnya asupan yodium dalam makanan yang dikonsumsi. Sebagian besar orang dewasa membutuhkan 150 mcg yodium per hari. Sementara, wanita hamil membutuhkan setidaknya 220 mcg yodium per hari, sedangkan wanita menyusui membutuhkan 290 mcg yodium per hari.

Baca Juga:  Cara Menghadapi Seseorang yang Melakukan Komunikasi Intimidasi

Untuk memenuhi asupan yodium setiap hari, dapat mengonsumsi beberapa jenis makanan, rumput laut, makanan laut (seafood), seperti udang, kerang, dan ikan tuna, garam beryodium, telur, produk olahan susu, seperti yoghurt, keju, dan es krim.

Kekurangan asupan yodium menyebabkan penurunan produksi hormon tiroid di dalam tubuh hingga menyebabkan penyakit hipotiroid dan penyakit gondok.

Hormon tiroid berperan besar dalam mengatur berbagai fungsi anggota tubuh. Jika seseorang menderita kekurangan hormon tiroid, maka akan terjadi gejala di bawah ini. Benjolan di leher, rambut rontok, peningkatan berat badan tanpa penyebab, tubuh terasa lelah dan lemah, merasa kedinginan, kulit menjadi kering dan pecah-pecah, gangguan menstruasi, gangguan irama jantung, penurunan daya ingat, dan kemampuan berpikir.

Baca Juga:  Penelitian Tentang Narsisistik Bisa Muncul Akibat Genetika Keturunan

Pada ibu hamil, kekurangan yodium dapat berbahaya bagi janin. Kekurangan yodium saat kehamilan dapat menyebabkan anak mengalami kretinisme (hipotiroid kongenital atau bawaan).

Kretinisme pada anak dapat menyebabkan gangguan tumbuh kembang, seperti otot yang tegang, stunting, gangguan cara berjalan, tuli, dan tidak dapat berbicara.

Pemerintah Indonesia bekerja sama dengan UNICEF menggalakkan Universal Salt Iodization untuk memenuhi kebutuhan yodium di seluruh Indonesia.

Mulai dari produksi garam beryodium hingga penambahan yodium pada produk yang diproses, seperti mie instan dan saus. Untuk mencegah kekurangan yodium, setiap hari ibu hamil dapat mengonsumsi multivitamin yang mengandung 150 mcg yodium atau sesuai dengan anjuran dokter.

Baca Juga:  Kepribadian Narsissisme Dekat dengan Media Sosial untuk Validasi Diri

Selain itu, ibu hamil perlu mengonsumsi makanan kaya yodium dan memasukkan garam beryodium ke asupan makanan harian. Pemerintah Indonesia bekerja sama dengan UNICEF menggalakkan Universal Salt Iodization untuk memenuhi kebutuhan yodium di seluruh Indonesia. Mulai dari produksi garam beryodium hingga penambahan yodium pada produk yang diproses, seperti mie instan dan saus.

Untuk mencegah kekurangan yodium, setiap hari ibu hamil dapat mengonsumsi multivitamin yang mengandung 150 mcg yodium atau sesuai dengan anjuran dokter. Selain itu, ibu hamil perlu mengonsumsi makanan kaya yodium dan memasukkan garam beryodium ke asupan makanan harian. (ndi/alodokter)

SHARE
Tag :hormon tiroidIbu hamilUniversal Salt Iodizationyodium
Ad imageAd image

Berita Aktual

Go Hyun Jung / Foto: allkpop
Go Hyun Jung Pamer Tubuh Kurus Warganet Khawatir Kesehatannya
Sabtu, 1 Agustus 2026
Emirates Airbus A380/ Foto: Ist
Maskapai Emirates Airbus A380 Membawa Tim Sepak Bola Bakal Mendarat di Soekarno Hatta
Sabtu, 1 Agustus 2026
Menteran listrik PLN / Foto : dok
Tarif Listrik Awal Agustus Tidak Ada Perubahan untuk Pelanggan Subsidi atau Nonsubsidi
Sabtu, 1 Agustus 2026
Kapal tanker yang melintas Selat Hormuz/ Foto: The Guardian
Iran Menembak Dua Kapal Tanker Dikawal Militer AS yang Mencoba Melewati Selat Hormuz
Sabtu, 1 Agustus 2026
Salah satu bangunan roboh akibat gempa bumi di Jepang/ Foto: vietnam
Korban Gempa Bumi Prefektur Kumamoto Meningkat Menjadi 34 Orang
Sabtu, 1 Agustus 2026

Mental Health

Ilustrasi nyeri kepala/ Foto: freepik

Mengenali Nyeri Kepala yang Sering Diderita oleh Setiap Orang

Meditasi sarana menenangkan diri ala Stoikisme/ foto : istimewa

Lima Kecerdasan yang Bisa Dilatih untuk Kesehatan Mental

Ilustrasi manipulasi/ Foto: freepik

Berikut Cara Manipulator Mempengaruhi Orang Lain Agar Mengikuti Kehendaknya

Ilustrasi menenangkan diri/ Foto: freepik

Seni Menenangkan Diri untuk Menghadapi Setiap Persoalan

Ad imageAd image

TRENDING NEWS

Yuri Girls’ Generation Mengakhiri Kontrak dengan SM Entertainment

Gelombang Migran dari Maroko Makin Tidak Terkendali Menuju Spanyol

Harga BBM Non Subsidi Bersama – Sama Turun Per 1 Agustus 2026

Media Iran Melaporkan Kapal Kontainer Noura Berhasil Menerobos Blokade AS

Xiaomi K100 Pro Max Siap Diluncurkan Awal Agustus 2026

More News

Ilustrasi dua pasangan yang tidak sejalan / Foto : freepik

Tanda Telah Dihapus dari Kehidupan Seseorang, Menurut Psikologi

Selasa, 20 Mei 2025
Ilustrasi seseorang yang membicarakan diri sendiri / foto: freepik

Kebiasaan Orang yang Akan Dijauhi oleh Masyarakat Sosial

Rabu, 17 September 2025
Aktual.co.id – Gatal tidak melulu karena digigit serangga atau alergi, namun rasa gatal di kulit bisa diakibatkan stress, depresi dan kecemasan. Gatal akibat depresi, stress dan kecemasan ini disebut Dermatitis, yakni peradangan atau iritasi di kulit yang umumnya ditandai dengan kulit gatal, kering, dan kemerahan. Umumnya, menurut data yang dihimpun, gatal dermatitis ini dialami oleh orang yang memiliki kecenderungan stress, cemas, dan depresi. Menurut kutipan alodokter, dermatitis bisa karena alergi, faktor genetik, system kekebalan tubuh, kurang tidur, atau mengalami depresi, gangguan cemas, maupun asma. Gejala pada umumnya adalah gatal, ruam dikulit, bersisik, ruam kemerahan, yang lokasinya bisa di berbagai titik di dalam tubuh, mulai kaki, tangan, ketiak bahkan sebagian kulit kepala. Pengobatan dermatitis disesuaikan dengan gejala yang dialami pasien. Sebagai contoh, dermatitis kontak akibat alergi akan hilang dengan sendirinya jika paparan alergen atau iritan penyebabnya dihilangkan. Oleh karena itu, pasien dianjurkan menghindari kontak dengan alergen dan zat iritan. Selain menghindari kontak dengan alergen dan zat iritan, pasien bisa menggunakan krim atau salep pelembap yang mengandung emolien. Pelembap ini bisa digunakan setelah mencuci tangan, mandi, atau saat kulit kering. Sementara untuk pencegahannya antara lain : -. Tidak mandi menggunakan air yang terlalu panas -. Menggunakan sabun dan sampo yang lembut atau khusus untuk kulit sensitif -. Mengoleskan pelembap dan tabir surya dengan rutin -. Menggunakan sarung tangan ketika mencuci jika mengalami iritasi terhadap deterjen atau sabun cuci -. Berolahraga rutin dan menerapkan pola makan sehat untuk memperbaiki sistem imun -. Berobat dan kontrol secara rutin ke dokter jika menderita asma atau penyakit terkait alergi lainnya Jika ada gejala yang semakin berat segera konsultasikan ke dokter untuk mendapatkan pengobatan dan perawatan yang lebih baik. (ndi)

Dermatitis, Gatal Akibat Tekanan Depresi dan Kecemasan

Rabu, 20 Agustus 2025
Ilustrasi seseorang dijauhi komunitas / Foto : freepik

Kebiasaan yang Membuat Seseorang Dijauhi Teman atau Masyarakat Sosial

Minggu, 13 Juli 2025
Aktual.co.id

Aktual.co.id adalah portal berita berbasis big data dan analisis digital terdepan di Indonesia yang berada di bawah naungan ASIGTA Group.

  • Redaksi
  • Tentang
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Beranda
  • Indeks
  • Big Data
  • Mental Health
  • Pakar Menulis
  • Viral

Follow Us

Copyright 2025 – Aktual.co.id