• Indeks
Aktual.co.id
  • Beranda
  • Big Data
  • Viral
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum Kriminal
  • Mental Health
  • Travel & Kuliner
  • Pakar Menulis
  • Indeks
Reading: Penelitian : Pemimpin Radikal Meningkatkan Loyalitas pada Pendukung
Share
Aktual.co.idAktual.co.id
Search
  • Beranda
  • Big Data
  • Viral
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum Kriminal
  • Mental Health
  • Travel & Kuliner
  • Pakar Menulis
  • Indeks
Have an existing account? Sign In
Follow US
Copyright 2025 - Aktual.co.id
Mental Health

Penelitian : Pemimpin Radikal Meningkatkan Loyalitas pada Pendukung

Redaktur III Sabtu, 13 September 2025
Share
3 Min Read
Ilustrasi kepemimpinan / Foto: Freepik
Ilustrasi kepemimpinan / Foto: Freepik

Aktual.co.id – Orang cenderung memberikan dukungan kepada pemimpin politik radikal daripada pemimpin moderat. Hal ini bukan karena ide-idenya yang luar biasa, tetapi membuat para pengikut merasa penting.

Sebuah studi baru yang diterbitkan dalam European Journal of Social Psychology menemukan bahwa ketika tokoh politik memiliki keberanian atau revolusioner, pendukung lebih termotivasi untuk memperjuangkan, berkorban, dan tetap terlibat.

Para peneliti di balik studi ini ingin memahami mengapa orang tertarik pada pemimpin radikal yang membuat perubahan besar dengan ide-ide ekstrem.

Penelitian sebelumnya telah menunjukkan bahwa publik termotivasi oleh program bermakna, sebuah konsep yang dikenal psikologi pencarian makna pribadi.

Baca Juga:  Watak Asli Seseorang Akan Muncul Saat Mengalami Seperti Ini

Para penulis mengusulkan agar para pemimpin radikal memanfaatkan kebutuhan ini dengan menghadirkan tujuan yang lebih mendesak dan transformative.

Pada gilirannya membuat para pengikut merasa tindakannya berarti. Sebaliknya, para pemimpin moderat, meskipun sering kali pragmatis, tidak memberikan suasana emosional.

Untuk menguji teori ini, para peneliti melakukan lima studi yang melibatkan 2.100 partisipan. Tiga dilakukan di Amerika Serikat pada berbagai fase pemilihan presiden 2016.

Satu studi difokuskan pemilihan Demokrat tahun 2020, dan eksperimen terakhir selama pemilihan parlemen Polandia 2023.

Pada kelima studi tersebut, para peneliti meneliti persepsi seorang pemimpin sebagai sosok radikal akan meningkatkan pentingnya tujuan pemimpin tersebut.
Apakah sikap radikal bisa meningkatkan perasaan penting secara pribadi dan meningkatkan keinginan untuk loyal berkorban.

Baca Juga:  Kalimat yang Diucapkan Seseorang Ketika Batas Privasinya Dilanggar, Menurut Psikologi

Dalam studi pertama yang dilakukan pada bulan Maret 2016, 307 pendukung Bernie Sanders, Hillary Clinton, atau Donald Trump disurvei.

Hasilnya menunjukkan semakin radikal seorang kandidat dianggap penting terhadap tujuan individu para pendukungnya. Pada gilirannya, membuat orang merasa penting dan mengarah loyalitas hingga pengorbanan pribadi.

Para peneliti mencatat bahwa banyak peserta partai moderat salah memposisikan. Pendukung moderat mengklaim partainya adalah radikal, padahal tidak.

Hal ini menunjukkan orang menolak memberi label partai sebagai moderat karena bisa merusak tujuan partai tersebut.

Kesalahpahaman ini mendukung poin bahwa orang merasa terhubung dan bersedia bertindak ketika pemimpin mewakili visi yang berani dan bermakna.

Baca Juga:  Cara Menghadapi Lingkungan Kerja yang Beracun

Hasil penelitian ini menyebutkan tokoh politik yang mendukung perubahan radikal menginspirasi komitmen pribadi dari para pengikutnya.

Persepsi radikalisme membantu membuat tujuan pemimpin terasa lebih penting. Konsep radikal ini membantu pengikut merasa lebih penting dan mengarah pada loyalitas. (ndi/psypost)

SHARE
Tag :Gangguan Cemaskecemasankesehatan jiwaLeadershipMental health

Berita Aktual

Geonwoo / Foto: Soompi
Berikut Balasan WAKEONE Usai Digugat Geonwoo dari ALPHA DRIVE ONE
Minggu, 25 Oktober 2026
Bentukan Pebble Up/ Foto: Gizmochina
Logitech Meluncurkan Mouse Nirkabel yang Bisa Berubah Bentuk
Minggu, 25 Oktober 2026
Geonwoo/ Foto: Soompi
Geonwoo dari ALPHA DRIVE ONE Menggugat Agensinya WAKEONE
Minggu, 25 Oktober 2026
Drone LUCAS yang tak berawak ditembak jatuh Iran/ Foto: WANA
Iran Berhasil Menembak Jatuh Drone LUCAS Buatan Amerika Serikat
Minggu, 25 Oktober 2026
Ikon Singapura patung Merlion yang berada di kawasan Marina Bay Sands/ Foto: Ist
Begini Respon Singapura Setelah Prabowo Mengumumkan Pengurangan Ekspor Gas
Minggu, 25 Oktober 2026

Mental Health

Serangga menularkan virus Shimonda/ Foto: anadolu

Seorang Pasien Terinfeksi Virus Shamonda Kali Pertama di Prancis

Ilustrasi remaja dan depresi/ Foto: gemini

Perilaku Tidak Sehat pada Remaja Memicu Risiko Kecemasan dan Depresi

Mencuci tangan/ Foto: freepik

Cuci Tangan Mampu Menurunkan Penyebaran Infeksi dan Menyelamatkan Nyawa

Ilustrasi mendengarkan musik/ Foto: freepik

Mendengarkan Musik Jazz dari Platform Digital Diyakini Mampu Meredam Stres

Ad imageAd image

TRENDING NEWS

Topan Champi Melukai 500 Orang dan Pemadaman Listrik di Taiwan

Ratusan Ribu Orang Berunjuk Rasa di Berbagai Kota di Prancis

Gempa Bumi Magnitudo 7,0 Melanda Kepulauan Ogasawara Jepang

Warga Serbia Memberikan Hak Suara di Tengah Unjuk Rasa Mahasiswa

Massa Unjuk Rasa Mulai Memadati Kota Besar di Prancis

More News

Ilustrasi depresi / Foto: freepik

Angka Bunuh Diri Masih Tinggi Berdasarkan Data WHO

Selasa, 9 September 2025
Aktual.co.id – Gatal tidak melulu karena digigit serangga atau alergi, namun rasa gatal di kulit bisa diakibatkan stress, depresi dan kecemasan. Gatal akibat depresi, stress dan kecemasan ini disebut Dermatitis, yakni peradangan atau iritasi di kulit yang umumnya ditandai dengan kulit gatal, kering, dan kemerahan. Umumnya, menurut data yang dihimpun, gatal dermatitis ini dialami oleh orang yang memiliki kecenderungan stress, cemas, dan depresi. Menurut kutipan alodokter, dermatitis bisa karena alergi, faktor genetik, system kekebalan tubuh, kurang tidur, atau mengalami depresi, gangguan cemas, maupun asma. Gejala pada umumnya adalah gatal, ruam dikulit, bersisik, ruam kemerahan, yang lokasinya bisa di berbagai titik di dalam tubuh, mulai kaki, tangan, ketiak bahkan sebagian kulit kepala. Pengobatan dermatitis disesuaikan dengan gejala yang dialami pasien. Sebagai contoh, dermatitis kontak akibat alergi akan hilang dengan sendirinya jika paparan alergen atau iritan penyebabnya dihilangkan. Oleh karena itu, pasien dianjurkan menghindari kontak dengan alergen dan zat iritan. Selain menghindari kontak dengan alergen dan zat iritan, pasien bisa menggunakan krim atau salep pelembap yang mengandung emolien. Pelembap ini bisa digunakan setelah mencuci tangan, mandi, atau saat kulit kering. Sementara untuk pencegahannya antara lain : -. Tidak mandi menggunakan air yang terlalu panas -. Menggunakan sabun dan sampo yang lembut atau khusus untuk kulit sensitif -. Mengoleskan pelembap dan tabir surya dengan rutin -. Menggunakan sarung tangan ketika mencuci jika mengalami iritasi terhadap deterjen atau sabun cuci -. Berolahraga rutin dan menerapkan pola makan sehat untuk memperbaiki sistem imun -. Berobat dan kontrol secara rutin ke dokter jika menderita asma atau penyakit terkait alergi lainnya Jika ada gejala yang semakin berat segera konsultasikan ke dokter untuk mendapatkan pengobatan dan perawatan yang lebih baik. (ndi)

Dermatitis, Gatal Akibat Tekanan Depresi dan Kecemasan

Rabu, 20 Agustus 2025
Orang yang sulit ditebak memilih kesehatan mentalnya / Foto : Freepik

Kebiasaan yang Menunjukkan Seseorang Sulit Dibaca

Kamis, 29 Mei 2025
Kebiasaan santai adalah cara sehat saah satu ciri lingkungan penuh keributan / Foto : freepik

Lebih Memilih Kegiatan Bersantai, Menjadi Ciri Orang yang Hidup Penuh Kekacauan

Sabtu, 17 Mei 2025
Aktual.co.id

Aktual.co.id adalah portal berita berbasis big data dan analisis digital terdepan di Indonesia yang berada di bawah naungan ASIGTA Group.

  • Redaksi
  • Tentang
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Beranda
  • Indeks
  • Big Data
  • Mental Health
  • Pakar Menulis
  • Viral

Follow Us

Copyright 2025 – Aktual.co.id