• Indeks
Aktual.co.id
  • Beranda
  • Big Data
  • Viral
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum Kriminal
  • Mental Health
  • Travel & Kuliner
  • Pakar Menulis
  • Indeks
Reading: Membaca Fiksi Melawan Kesepian dan Membangun Otak Lebih Sehat
Share
Aktual.co.idAktual.co.id
Search
  • Beranda
  • Big Data
  • Viral
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum Kriminal
  • Mental Health
  • Travel & Kuliner
  • Pakar Menulis
  • Indeks
Have an existing account? Sign In
Follow US
Copyright 2025 - Aktual.co.id
Mental Health

Membaca Fiksi Melawan Kesepian dan Membangun Otak Lebih Sehat

Redaktur III Rabu, 25 Juni 2025
Share
3 Min Read
Ilustrasi membaca / Foto : freepik
Ilustrasi membaca / Foto : freepik

Aktual.co.id – Kesepian telah menjadi masalah yang meluas sehingga para miliarder Silicon Valley kini menyorotinya untuk memasarkan AI untuk dijadikan teman.

Organisasi Kesehatan Dunia melaporkan bahwa sekitar 25% orang lebih tua terisolasi secara sosial dan 5%-15% remaja merasa kesepian.

Kesepian tersebut bisa mengganggu kesehatan jiwa serta mengarahkan orang menjadi frustasi serta tidak ada keinginan untuk bertumbuh lebih baik.

Untuk memecahkan persoalan kesepian ini sebuah penelitian yang diposting di psypost menjelaskan bahwa membaca merupakan salah satu solusi lebih baik daripada chatbot.

Dalam sebuah penelitian yang diterbitkan tahun 2023, menemukan bahwa dibutuhkan sekitar lima teman dekat agar anak-anak dan remaja dapat berkembang.

Dengan kelima teman tersebut bisa memiliki struktur otak, kognis akademis dan kesehatan mental yang lebih baik. Memiliki kurang dari lima teman dekat mungkin tidak memberikan kontak sosial yang cukup.

Baca Juga:  Mondar - Mandir saat Sedang Menelepon, Berikut Psikologi Kepribadiannya

Sementara banyak yang mengakui bahwa seseorang kesepian ini memiliki jumlah follower di media sosial sangat banyak, namun teman dalam media sosial tersebut dikatakan bukan teman dalam dukungan sosial.

Demikian pula dengan chatbot tidak menyediakan jenis interaksi sosial tatap muka yang dibutuhkan orang untuk berkembang.

Selama pembatasan sosial akibat pandemi, sebuah penelitian menemukan bahwa komunikasi tatap muka jauh lebih bermanfaat bagi kesehatan mental daripada komunikasi digital.

Kemudian peneliti mengkaitkan antara membaca dengan kebutuhan kesehatan mental di saat kesepian. Survei  dari The Queen’s Reading Room, lembaga amal dan klub buku Ratu Camilla, menemukan bahwa membaca fiksi secara signifikan mengurangi perasaan kesepian dan meningkatkan kesejahteraan .

Lembaga amal lain, The Reader, melakukan survei terhadap sekitar 2.000 peserta dan menemukan bahwa hal ini khususnya berlaku di kalangan dewasa muda.

Baca Juga:  Jika Masih Bisa Mengingat Hal Ini, Berarti Memiliki Ingatan Tajam Ketika Masa Pensiun

Lima puluh sembilan persen berusia 18-34 tahun mengatakan membaca membuat merasa lebih terhubung dengan orang lain dan 56% merasa tidak terlalu sendirian.

Survei lain, yang dilakukan bersama Universitas Liverpool, terhadap lebih dari 4.000 peserta menemukan bahwa membaca memberikan manfaat yang kuat, yang berfungsi sebagai metode utama mengurangi stres.

Selain itu, peserta melaporkan bahwa membaca mendorong pertumbuhan pribadi, seperti meningkatkan kesehatan, menekuni hobi, dan meningkatkan empati, dengan 64% memiliki pemahaman yang lebih baik tentang perasaan orang lain .

Penelitian ilmiah yang mengamati klub buku dan kegiatan membaca bersama mendukung hal ini, dengan menemukan manfaat emosional dan sosial yang signifikan dari membaca.

Misalnya, siswa melaporkan hubungan yang lebih erat (42,9%) dengan orang lain, pemahaman yang lebih mendalam tentang pengalaman dan keyakinan orang lain (61,2%) dan berkurangnya rasa kesepian (14,3%) sebagai hasil dari membaca.

Baca Juga:  Jika Seorang Pria Tidak Memiliki Teman Dekat, Menunjukkan Perilaku Ini

Sebuah studi neuroimaging pada orang dewasa muda menemukan bahwa membaca fiksi, terutama bagian-bagian dengan konten sosial, mengaktifkan area otak yang terlibat dalam perilaku sosial dan pemahaman emosional, seperti korteks prefrontal dorsomedial.

Wilayah otak ini juga dikaitkan dengan kognisi sosial yang lebih kuat yang terlihat pada pembaca fiksi yang menumbuhkan keterhubungan sosial yang lebih besar.

Yang terpenting, membaca juga dapat mengurangi risiko demensia. Satu studi terhadap 469 orang berusia 75 tahun ke atas ditemukan tanpa demensia pada awal penelitian setelah diketahui gemar membaca sejak muda. (ndi/psypost)

SHARE
Tag :Gangguan Mentalkesehatan jiwakesehatan mentalMental healthpsikologi
Ad imageAd image

Berita Aktual

Ahmad Hidayat/ Foto: dok AHa
Ahmad Hidayat Gabung PSI Sesuai Semangat Soekarnoisme dan Marhaenisme
Kamis, 15 Oktober 2026
Letjen TNI Kristomei Sianturi / Foto: Ist
Letjen TNI Kristomei Sianturi Dilanti Menjadi Kepala BNPB
Kamis, 15 Oktober 2026
Mencuci tangan/ Foto: freepik
Cuci Tangan Mampu Menurunkan Penyebaran Infeksi dan Menyelamatkan Nyawa
Kamis, 15 Oktober 2026
Ilustrasi mendengarkan musik/ Foto: freepik
Mendengarkan Musik Jazz dari Platform Digital Diyakini Mampu Meredam Stres
Kamis, 15 Oktober 2026
Ha Jung Woo dan Cha Jung Won / Foto: soompi
Ha Jung Woo dan Cha Jung Won Umumkan Pernikahan
Rabu, 14 Oktober 2026

Mental Health

Mencuci tangan/ Foto: freepik

Cuci Tangan Mampu Menurunkan Penyebaran Infeksi dan Menyelamatkan Nyawa

Ilustrasi mendengarkan musik/ Foto: freepik

Mendengarkan Musik Jazz dari Platform Digital Diyakini Mampu Meredam Stres

Ilustrasi Ghosting/ Foto: Psypost

Penelitian Menunjukkan Orang yang Ghosting Memiliki Perasaan Lebih Buruk daripada yang Dighosting

Ilustrasi kebosanan/ Foto: freepik

Penelitian Menyebutkan Kebosanan Bisa Memicu Sikap Agresif

Ad imageAd image

TRENDING NEWS

KPK Menangkap 14 Orang dalam OTT di Lingkungan BNPB

Penelitian Menyebutkan Kebosanan Bisa Memicu Sikap Agresif

Dirut PT Pertamina Meminta Maaf Atas Antrian Konsumen BBM di Bali

Pemerintah Thailand Mendorong Pensiun Dini Bagi Pegawai Negeri Sipil

Israel Menolak Penerbangan Ethiopian Airlines Tujuan Tel Aviv Kerena Pilot WNI

More News

Tujuh Cara Mengatasi Kecemasan

Selasa, 4 Februari 2025
Menurut penelitian psikopati dan narsisistik bisa dianalisa lewat wajah / Foto : Freepik

Sebuah Penelitian Menyebutkan Psikopat dan Narsisistik Bisa Dilihat dari Wajah

Minggu, 18 Mei 2025
Mental yang rapuh cenderung meninggalkan pasangan baiknya/ Foto : HackSpirit

Ciri Kepribadian Wanita Menyingkirkan Pria yang Baik, Menurut Psikologi

Sabtu, 26 April 2025
Ketampanan dan kerapihan bisa jadi senjata untuk menjaring mangsa untuk dimanipulasi / Foto : freepik

Berikut Orang yang Menyenangkan Namun Sebenarnya Menyakiti Mental Orang Lain

Rabu, 21 Mei 2025
Aktual.co.id

Aktual.co.id adalah portal berita berbasis big data dan analisis digital terdepan di Indonesia yang berada di bawah naungan ASIGTA Group.

  • Redaksi
  • Tentang
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Beranda
  • Indeks
  • Big Data
  • Mental Health
  • Pakar Menulis
  • Viral

Follow Us

Copyright 2025 – Aktual.co.id