Aktual.co.id – Keluarga Juliana Marins mengonfirmasi bahwa upacara penghormatan terakhir untuk humas muda itu akan diadakan pada hari Jumat (4/7) mulai pukul 10 pagi di Pemakaman dan Krematorium Parque da Colina, di Niterói.
Upacara tersebut akan terbuka untuk umum hingga pukul 12 siang. Setelah itu, antara pukul 12:30 siang dan pukul 3 sore, upacara akan dibatasi hanya untuk keluarga dan sahabat. Setelah perpisahan, jenazah akan dikremasi.
Izin kremasi telah diperoleh pada hari Kamis (3/7) oleh Kantor Pembela Umum Rio de Janeiro. Jenazah Juliana tiba di Brasil pada hari Selasa (1/7).
Pihak keluarga juga meminta kembali otopsi ulang di Institut Medis Hukum Afrânio Peixoto (IML) di Rio, setelah adanya kesepakatan dari Kantor Pembela Umum Federal kepada Pengadilan Federal.
Kemudian jenazah diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan.
“Pada hari Senin, kami dihubungi oleh Kantor Pembela Umum Federal untuk mengatur kremasi. Karena dokumentasi yang perlu dikumpulkan, kami mengajukan permintaan ke Pengadilan Catatan Publik pada hari Rabu, tetapi, untuk mengesahkan kremasi, kami masih memerlukan bukti bahwa otopsi baru telah dilakukan di Brasil dan pelepasan jenazah oleh Pengadilan Federal. Setelah dokumentasi ini diserahkan, kami dapat memperoleh kremasi,” jelas pembela umum Marcos Paulo Dutra Santos, koordinator Pusat Pembelaan Hak Asasi Manusia seperti dikutip kantor berita Agencia Brasil.
Wanita berusia 26 tahun itu meninggal setelah terjatuh di jalan setapak di gunung berapi Rinjani , Indonesia, pada tanggal 21 Juni 2025. (ndi/AgenciaBrasil)
