Aktual.co.id – Istilah “narsisis” dapat merujuk pada orang dengan tingkat kepribadian yang tinggi, tidak harus berarti memiliki diagnosis klinis gangguan kepribadian narsistik . Secara umum ada dua tipe : megah dan rentan.
Berdasarkan artikel yang diposting oleh Psypost, narsisistik yang megah biasanya memandang dirinya sebagai orang yang istimewa dan lebih unggul dari orang lain dan membanggakan prestasinya.
Narsisis yang rentan cenderung sadar diri, peka terhadap kritik sekecil apa pun dan memiliki kebutuhan yang tak terpuaskan akan penghargaan eksternal.
Salah satu penjelasan untuk perilaku yang menjadi motivasi adalah menjadi dominan . Misalnya, meremehkan pesaing sehingga menciptakan peluang untuk mendapatkan promosi di tempat kerja.
Evaluasi negatif terhadap kepribadian ini, seperti tidak diikutsertakan dalam acara sosial, akan memicu reaksi defensif untuk menyerang orang lain demi mempertahankan harga dirinya.
Ada beberapa karakter khas dimiliki pemilik kepribadian narsisistik ini seperti nada yang mengolok olok dengan dalih lelucon atau sebaliknya memuji yang berlebihan.
Tidak jarang perilaku narsisistik ini mengkritik tidak langsung dalam bentuk bergosip, menebar fitnah, serta mencoba menjatuhkan lawan dalam kerja.
Jika terpapar perilaku seperti ini setiap hari maka bisa menyebabkan kelelahan emosional dan penurunan kesejahteraan .
Karena kehadiran narsisistik menjadikan racun dalam kehidupan sosial, para psikolog memberikan panduan untuk menghadapi kepribadian narsisistik ini.
Rekomendasinya antara lain, orang narsisis bereaksi agresif terhadap kritik, maka tetapkan batasan yang jelas. Sampaikan bahwa perilakunya ini sangat tidak baik.
Ketidakpedulian emosional. Orang narsisis akan melontarkan sindiran atau komentar sarkastik kepada orang dekat untuk mendapatkan reaksi.
Begitu mendapatkan reaksi, siklusnya meningkat. Salah satu teknik yang bermanfaat adalah “grey rocking” , di mana menjaga interaksi dan respons setidak menarik mungkin.
Ketika komentar sarkastik dilontarkan bisa langsung berkata “yep” atau “noted”. Prioritaskan kebutuhan dan kesejahteraan sendiri seperti menekuni hobi yang disukai atau bersenang-senanglah dengan teman-teman se frequensi.
Carilah dukungan dengan menjangkau orang yang dipercaya atau mencari dukungan profesional dari seorang konselor yang dapat membantu memperkuat ketahanan diri.
Dalam konteks pekerjaan, dapat menghubungi HRD jika perilaku pasif-agresif terus berlanjut, tetapi ingatlah untuk mendokumentasikan semuanya dan bersikap faktual.
Ini dapat membantu meminimalkan upaya seorang narsisis untuk melakukan gaslighting terhadap diri atau orang lain.
Mengingat bahwa orang narsisis sering mendambakan status , ada kemungkinan besar ada ketidakseimbangan kekuasaan.
Ini bisa jadi sulit karena akan mengintimidasi karena pemilik kepribadian narsisistik terus-menerus menggunakan perilaku pasif-agresif seperti melebihkan diri sebagai senior di tempat kerja.
Dalam situasi ini, lebih penting menyimpan rangkaian email penting, mencatat percakapan, dan mencari dukungan dari HRD jika diperlukan.
Jika terjadi ketidakseimbangan kekuasaan dengan seseorang di luar kantor, berhati-hatilah dalam menetapkan batasan yang jelas dengan dirinya. (ndi/psypost)
