• Indeks
Aktual.co.id
  • Beranda
  • Big Data
  • Viral
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum Kriminal
  • Mental Health
  • Travel & Kuliner
  • Pakar Menulis
  • Indeks
Reading: Dulu Pacu Jalur untuk Memperingati Kelahiran Ratu Wihelmina dari Belanda
Share
Aktual.co.idAktual.co.id
Search
  • Beranda
  • Big Data
  • Viral
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum Kriminal
  • Mental Health
  • Travel & Kuliner
  • Pakar Menulis
  • Indeks
Have an existing account? Sign In
Follow US
Copyright 2025 - Aktual.co.id
Travel & Kuliner

Dulu Pacu Jalur untuk Memperingati Kelahiran Ratu Wihelmina dari Belanda

Redaktur III Sabtu, 12 Juli 2025
Share
3 Min Read
Pacu Jalur yang viral di Riau / Foto : courtesy ANTARA
Pacu Jalur yang viral di Riau / Foto : courtesy ANTARA

Aktual.co.id – Sejarah Pacu Jalur berawal abad ke-17, di mana jalur merupakan alat transportasi utama warga desa di Rantau Kuantan, yakni daerah di sepanjang Sungai Kuantan yang terletak antara Kecamatan Hulu Kuantan di bagian hulu hingga Kecamatan CerentiKecamatan Cerenti di hilir.

Berdasarkan penulisan pacujalur.kuangsing, saat itu belum berkembang transportasi darat. Akibatnya jalur  tersebut digunakan sebagai alat angkut penting bagi warga desa, terutama alat angkut hasil bumi, seperti pisang dan tebu, serta berfungsi untuk mengangkut sekitar 40-60 orang.

Kemudian muncul jalur-jalur yang diberi ukiran indah, seperti ukiran kepala ular, buaya, atau harimau, baik di bagian lambung maupun selembayung-nya, ditambah perlengkapan payung, tali-temali, selendang, tiang tengah (gulang-gulang) serta lambai-lambai (tempat juru mudi berdiri).

Baca Juga:  Bupati Kuantan Singingi Suhardiman Amby Menyerahkan Diri di ke KPK

Perubahan tersebut menandai perkembangan fungsi jalur menjadi tidak sekadar alat angkut, namun juga menunjukkan identitas sosial.

Hanya penguasa wilayah, bangsawan, dan datuk-datuk saja yang mengendarai jalur berhias itu. Baru pada 100 tahun kemudian, warga melihat sisi lain yang membuat keberadaan jalur itu menjadi semakin menarik, yakni lomba adu kecepatan antar jalur yang dikenal dengan nama Pacu Jalur.

Pada awalnya, pacu jalur diselenggarakan di kampung-kampung di sepanjang Sungai Kuantan untuk memperingati hari besar Islam.

Seiring perkembangan zaman, Pacu Jalur diadakan untuk memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia. Oleh karena itu Pacu Jalur diadakan sekitar bulan Agustus.

Baca Juga:  Malam 1 Suro Memiliki Banyak Makna Bagi Budaya Jawa - Islam

Menurut masyarakat setempat jalur adalah ‘perahu besar’ terbuat dari kayu bulat tanpa sambungan dengan kapasitas 45-60 orang pendayung (anak pacu).

Perlombaan yang konon sudah ada sejak tahun 1903 ini menjadi agenda tetap Pemerintah Provinsi Riau untuk menarik wisatawan nusantara maupun mancanegara berkunjung ke Riau, khususnya di Kabupaten Kuantan Singingi.

Pada masa penjajahan Belanda pacu jalur diadakan memeriahkan perayaan adat, kenduri rakyat dan untuk memperingati hari kelahiran ratu Belanda Wihelmina yang jatuh pada tanggal 31 Agustus.

Kegiatan pacu jalur pada zaman Belanda di mulai pada tanggal 31 agustus s/d 1 atau 2 september. Perayaan pacu jalur tersebut dilombakan selama 2-3 hari, tergantung pada jumlah jalur yang ikut pacu.

Baca Juga:  Gubernur NTB Komitmen Melakukan Pembenahan Pendakian di Gunung Rinjani

Kini warna warni kostum dan dentum suara meriam penanda mulai lomba, serta teriakan pemberi semangat menjadi daya tari budaya local asli Kuantan Singingi Riau yang pantas dinanti dan dinikmati. (ndi/ pacujalur.kuangsing)

SHARE
Tag :Kabupaten Kuantan SingingiPacu JalurRiau
Ad imageAd image

Berita Aktual

Hujan deras di Shenzhen/ Foto: vietnam
Topan Badai Noul Memaksa Membatalkan 700 Penerbangan di Guangzhou dan Shenzhen
Minggu, 26 Juli 2026
Ilustrasi mayat/ Foto: Ist
Satu Korban Meninggal Dunia Dampak Bentrokan di Menteng Jakarta Pusat
Minggu, 26 Juli 2026
Titik gempa di Kupang/ Foto: capture ANTARA
Gempa Bumi Berkekuatan Magnitudo 5,5 Mengguncang Kab Kupang
Minggu, 26 Juli 2026
Pita merah kepedulian terhadap HIV/ Foto: freepik
Kemenkes: Peningkatan Kasus HIV Karena Keberhasilan Perluasan Deteksi Dini di Sidoarjo
Minggu, 26 Juli 2026
Kaesang Pangarep/ Foto: IG
Kaesang Pangarep Maju Pemilihan Legislatif Dapil V Tahun 2029
Minggu, 26 Juli 2026

Mental Health

Ilustrasi nyeri kepala/ Foto: freepik

Mengenali Nyeri Kepala yang Sering Diderita oleh Setiap Orang

Meditasi sarana menenangkan diri ala Stoikisme/ foto : istimewa

Lima Kecerdasan yang Bisa Dilatih untuk Kesehatan Mental

Ilustrasi manipulasi/ Foto: freepik

Berikut Cara Manipulator Mempengaruhi Orang Lain Agar Mengikuti Kehendaknya

Ilustrasi menenangkan diri/ Foto: freepik

Seni Menenangkan Diri untuk Menghadapi Setiap Persoalan

Ad imageAd image

TRENDING NEWS

Mengenali Nyeri Kepala yang Sering Diderita oleh Setiap Orang

Penggemar Kim Soo Hyun Menyumbangkan Pakaian Anak Tidak Mampu di Korea

Beredar Rumor iPhone Ultra Akan Ditunda Tanggal Perilisannya

ChatGPT Mengalami Down Bagi Pengguna Sebagian Dunia

Febrie Adriansyah Masih Terima Gaji Karena Belum Ada Kekuatan Hukum Tetap

More News

Ice Cream/ Foto: freepik

Dikabarkan Jika Es Krim Dikonsumsi Pertama Tahun 618 M di Tiongkok

Minggu, 19 Juli 2026
Puing - puing bekas bom atom di Kota Nagasaki / foto : wikipedia

Kota Nagasaki di Bom Atom Menewaskan 40 Ribu Orang Tanggal 9 Agustus 1945

Sabtu, 9 Agustus 2025
Ilustrasi makan bersama keluarga / Foto : Freepik

Pilihan Makan Bersama Keluarga di Libur Hari Minggu

Minggu, 13 Juli 2025
Dieng Wonosobo/ Foto: Ist

Wonosobo Masih Aman untuk Dijadikan Destinasi Wisata di Musim Hujan

Selasa, 16 Desember 2025
Aktual.co.id

Aktual.co.id adalah portal berita berbasis big data dan analisis digital terdepan di Indonesia yang berada di bawah naungan ASIGTA Group.

  • Redaksi
  • Tentang
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Beranda
  • Indeks
  • Big Data
  • Mental Health
  • Pakar Menulis
  • Viral

Follow Us

Copyright 2025 – Aktual.co.id