Aktual.co.id – Akun Kementrian Kesehatan memberikan panduan untuk mencegah pada penularan hepatitis pada hati. Dijelaskan oleh akun Kementrian Kesehatan bahwa kabar mengenai penyebaran kasus Hepatitis Akut memberikan kekhawatiran kepada seluruh masyarakat Indonesia agar terhindar dari penyakit tersebut.
Diketahui bahwa hepatitis tidak hanya menyerang pada orang tua namun juga pada anak – anak sehingga dikhawatirkan bisa menyebabkan kematian anak.
Dengan demikian, dibutuhkan pemahaman serta pencegahan agar seseorang baik dewasa maupun anak-anak terhindar dari hepatitis.
Menggunakan Masker
Hepatitis yang diperkirakan berasal dari infeksi oleh Adenovirus, SARS CoV-2, virus ABV dan lain-lain. Ini berfokus menyerang pencernaan dan pernafasan. Penggunaan masker sebagai pelindung dari organ hidung dan mulut merupakan langkah tepat yang wajib dilakukan.
Mencuci Tangan
Dalam melakukan aktifitas, tangan merupakan hal yang paling sering bersentuhan dengan benda-benda di sekitar. Untuk itu, mencuci tangan dengan sabun sebelum dan sesudah makan atau menyentuh area wajah, merupakan hal yang penting untuk dilakukan.
Menjaga Lngkungan Tetap Bersih
Lingkungan yang kotor dan tidak terjaga kebersihannya, merupakan salah satu penyebab dari berkembang biaknya penyakit hepatitis ini, sehingga menjaga lingkungan agar tetap bersih adalah hal yang perlu dilakukan.
Menghindari Penggunaan Barang Secara Bersama.
Virus hepatitis dapat menyebar melalui penggunaan barang pribadi secara bersamaan, untuk itu, hindari penggunaan barang pribadi secara bersamaan.
Kenali Gejala Hepatitis Akut.
Tereduksinya seseorang akan gejala dari hepatitis akut ini, membuat penanganan pasien dapat dilakukan sedini mungkin, sehingga meminimalisir kematian akibat paparan hepatitis.
Segera lakukan pemeriksaan apabila terdapat gejala hepatitis seperti demam, BAB yang putih pucat, hingga sakit perut/diare.
Tetap terapkan protokol kesehatan dan mengurangi mobilitas agar proses penyebaran dapat dihentikan, sehingga proses penyebaran dan kematian akibat paparan hepatitis akut di Indonesia dapat lebih diminimalisir. (ndi)
