Aktual.co.id – Sebuah studi baru yang diterbitkan dalam jurnal Personal Relationships menemukan bahwa ghosting dengan cara memutus komunikasi tanpa penjelasan, dapat menyebabkan rasa sakit emosional yang setara dengan penolakan.
Seperti yang dikutip oleh psypost bahwa ghosting membuat orang-orang menjadi depresi seperti mencari kontak yang terus menerus. Sifat ghosting yang ambigu dapat memperpanjang penderitaan dan menghambat penyelesaian.
Penelitian yang dipimpin Amanda L. Szczesniak dan rekan-rekannya di Wayne State University ini bertujuan menguji eksperimental dampak emosional dan perilaku ghosting pada tahap awal hubungan romantis.
Meskipun penelitian sebelumnya telah mengeksplorasi ghosting menggunakan ingatan partisipan, penelitian ini salah satu yang mensimulasikan membandingkan dengan penolakan.
“Orang-orang sering menganggap ghosting cara yang menyakitkan untuk mengakhiri hubungan. Kejadian ini menginspirasi untuk mengeksplorasi bagi yang mengalaminya,” jelas Amanda Szczesniak, seorang kandidat PhD.
Penelitian ini menghasilkan kesimputalan bahwa ghosting memicu pengalaman emosional yang unik yakni rasa sakit yang mendalam tanpa penyelesaian.
Meskipun ghosting tidak menyebabkan emosi negative namun hal tersebut bisa menyebabkan keterikatan yang lebih mendalam dan ketidakpastian.
Sementara ada pelaku yang mengaku tidak menyadari tentang ghosting dan menyebutkan bahwa ikatannya telah berakhir.
Temuan dari penelitian ini menunjukkan bahwa ghosting tidak sekadar putus cinta diam-diam, melainkan penolakan yang membuat orang terombang-ambing antara harapan dan patah hati.
Dengan penelitian ini orang bisa mengindentifikasikan tentang ghosting dari pasangan sehingga tahu apa yang harus diperbuat ketika dighosting. (ndi/psypost)
