Aktual.co.id – Gerakan Pramuka telah ada sejak dekade pertama abad ke-20 dengan awal yang sederhana yang berasal dari Brownsea Island Scout Camp, yang didirikan oleh Letnan Jenderal Robert Baden-Powell, yang menguji ide-ide untuk bukunya “Scouting for Boys.”
Seperti yang dirilis oleh National Today, anak perempuan juga termasuk dalam kepramukaan melalui Pramuka Putri.
Ini adalah awal gerakan di seluruh dunia yang sekarang lebih dari 38 juta anggota serta beberapa organisasi internasional.
Pramuka dibawa ke Hindia Belanda, sekarang Indonesia, tahun 1912 sebagai cabang dari Netherlands Pathfinder Organization.
Sejak Kemerdekaan RI tahun 1945 peserta dari organisasi kepanduan tercatat oleh National Today 60 organisasi. Susunan geografis Indonesia membuat administrasi dan pengawasan organisasi kepramukaan ini menantang menciptakan kebutuhan organisasi kepramukaan.
Dua tahun kemudian, 13 organisasi Pramuka dan Pemandu terkuat bersatu membentuk sebuah badan pengurus, Ikatan Pandu Indonesia (Ipindo), dengan Presiden Sukarno sebagai penyokongnya.
Hal ini menjadi cikal bakal Indonesia menjadi anggota Organisasi Gerakan Pramuka Sedunia (WOSM) di kawasan Asia-Pasifik.
Hampir satu dekade di awal era Demokrasi Terpimpin, perwakilan Ipindo dan penyokongnya bersatu menyatukan semua organisasi Pramuka dan Pemandu menjadi satu Gerakan Pramuka.
Parade publik pertamanya diadakan pada 14 Agustus 1961, yang kemudian menjadi tanggal perayaan Hari Pramuka di Indonesia. (ndi/nationaltoday)
