Aktual.co.id – Wafel kontemporer yang dinikmati saat ini berasal dari Prancis dan Belgia. Versi wafel yang original terbuat dari tepung gandum dan air, berasal dari Yunani Kuno.
Pada masa itu, membuat obelios atau kue pipih yang dimasak di atas pelat logam panas. Pada Abad pertengahan, wafer dibuat menggunakan pelat bundar bergambar Yesus, Penyaliban, dan adegan serta simbol keagamaan lainnya.
Selama berabad-abad, baik bahan maupun metode memasak wafel berevolusi hingga akhirnya menemukan salah satu dari puluhan varian wafel umum yang kita sukai saat ini.
Wafel Belgia kali pertama diperkenalkan ke Amerika Serikat pada Pameran Dunia 1962 di Seattle, tetapi baru populer pada Pameran Dunia 1964-1965 yang diselenggarakan di Queens, New York.
Wafel ini awalnya dikenal sebagai wafel Brussel. Ciri khasnya terletak pada tekstur luarnya yang renyah dan bagian dalamnya yang ringan, ringan, dan lembut.
Wafel ini disajikan polos, dengan krim kocok, dan irisan stroberi. Awalnya, tidak ada yang tertarik dengan “Waffle Brussel”, tetapi keluarga penjualnya di Queens menyadari bahwa nama “Waffle Brussel” memang menarik.
Begitu keluarga ini mengiklankannya sebagai wafel Belgia, mereka melihat peningkatan minat dan popularitas konsumen. Hari Wafel bermula di Swedia melalui sebuah kecelakaan yang mencampurkan kata-kata serupa yang berarti wafel dan “Hari Bunda Maria”.
Hari ini dirayakan di beberapa negara Eropa dengan menyantap wafel pada tanggal 24 Agustus dan menandai awal musim semi. (ndi/national today)
