Aktual.co.id – Bupati Pati, Jawa Tengah, Sudewo, akhirnya mendatangi Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi untuk kasus dugaan suap pembangunan dan pemeliharaan jalur kereta api di lingkungan Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan.
Bupati Sudewo mendatangi pukul 09.43 dan keluar pukul 16.29 WIB, Rabu (27/8). Dirinya mengaku menjawab semua pertanyaan penyidik KPK dengan jujur apa adanya.
Walaupun demikian, Sudewo mengaku pertanyaan mengenai aliran uang kasus DJKA Kemenhub telah ditanyakan oleh KPK dalam pemeriksaan sekitar dua tahun lalu.
“Sudah dijelaskan dalam pemeriksaan kira-kira dua tahun yang lalu, bahwa itu adalah uang pendapatan dari DPR RI. Semua rinci, ada pemasukan, pendapatan, dan pengeluaran,” jelasnya.
Sebelumnya, nama Sudewo sempat muncul dalam sidang kasus tersebut dengan terdakwa selaku Kepala Balai Teknik Perkeretaapian (BTP) Jawa Bagian Tengah Putu Sumarjaya dan pejabat pembuat komitmen BTP Jawa Bagian Tengah Bernard Hasibuan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Semarang, Jateng, 9 November 2023.
Dalam sidang itu, KPK disebut menyita uang dari Sudewo sekitar Rp3 miliar. Jaksa penuntut umum KPK menunjukkan barang bukti foto uang tunai dalam pecahan rupiah dan mata uang asing yang disita dari rumah Sudewo.
Namun, Sudewo membantah hal tersebut. Dia juga membantah menerima uang senilai Rp720 juta yang diserahkan pegawai PT Istana Putra Agung, serta Rp500 juta dari Bernard Hasibuan melalui stafnya yang bernama Nur Widayat. (ndi/ANTARA)
