Aktual.co.id – Ada yang istimewa pada bulan September 2025 ini terutama bagi penyuka astronomi. Pasanya di bulan September tahun ini akan ada peristiwa langka yang disebut Corn Moon (Bulan jagung) dan Blood Moon atau gerhana bulan berdarah.
Nama Corn Moon atau bulan purnama jagung ini berasal dari masa ketika panen jagung mencapai puncaknya di Amerika Utara.
Pada tahun 2025 ini bulan akan terbit pada tanggal 7 September dan diprediksi gerhana bulan total juga akan terjadi di bulan September
Sementara panen jagung sendiri dimulai tanggal 6 Oktober namun peringatan jelang panen dimulai pada bulan September. Sehingga bulan jagung ini menjadi sorotan bagi semua kalangan termasuk penyuka astronomi.
Namun di satu sisi mengalami panen jagung sehingga dinamakan Corn Moon di Amerika Serikat, namun di sisi lain khususnya Eropa, Afrika, Asia dan Australia mengalami gerhana bulan total dengan sebutan Blood Moon.
Menurut Majalah BBC Sky at Night, Asia, Afrika, dan Australia Barat akan mendapatkan efek merah dampak terkena gerhana bulan darah.
Warga di Argentina bagian timur dapat menyaksikannya saat bulan terbit. Meskipun wilayah barat Alaska mungkin dapat melihat bulan darah saat terbenam, gerhana ini tidak akan terlihat di sebagian besar Amerika Utara.
Selama gerhana bulan, maka atmoser menyebarkan cahaya biru membiarkan cahaya merah menerangi bulan sehingga disebut dengan bulan darah. (ndi/Hindustani Time)
