Aktual.co.id – Angka bunuh diri menurut data dari World Health Organization (WHO) tahun 2003 menyatakan bahwa lebih dari 720.000 orang per tahun meninggal dunia akibat bunuh diri.
Hal ini disampaikan oleh dr. Brihastami Sawitri, Sp.KJ dalam rilis Peringatan Hari Pencegahan Bunuh Diri se Dunia 2025 tepat tanggal 10 September 2025.
Dalam rilis tersebut dijelaskan, tema yang diusung selama 3 tahun ini (2024-2026) adalah “Ubah Narasi terkait Bunuh Diri” (Changing the Narrative on Suicide), mengingat urgensinya yang membutuhkan perhatian berkelanjutan dari semua pihak.
Dituliskan, selama ini, pembicaraan terkait bunuh diri sering dikelilingi oleh stigma, mitos, dan rasa takut, sehingga banyak orang yang sedang berjuang enggan mencari bantuan karena takut dihakimi atau dianggap lemah.
Melalui perubahan narasi, diharapkan muncul perubahan dari stigma ke pemahaman: keinginan bunuh diri bukan kelemahan moral, namun berhubungan dengan masalah kesehatan mental, stres berat, atau trauma.
Tahun ini, Surabaya Suicide Update (SSU) yang diinisiasi sejak tahun 2019, turut serta momentum global dengan menggaungkan tema ini untuk masyarakat Indonesia melalui kampanye “Pekan Pencegahan Bunuh Diri Sedunia”.
Acara tersebut dalam bentuk penyebaran pamflet serta penyuluhan tentang pentingnya kesehatan mental serta peduli terhadap pencegahan bunuh diri. “Aksi ditandai penyebaran brosur dengan sasaran pasien, keluarga pasien, tenaga kesehatan dan karyawan RS lainnya, serta penyuluhan yang melibatkan pula calon psikiater dari Program Pendidikan Dokter Spesialis FK Unair,” ketik dr. Brihastami. (ndi)
