• Indeks
Aktual.co.id
  • Beranda
  • Big Data
  • Viral
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum Kriminal
  • Mental Health
  • Travel & Kuliner
  • Pakar Menulis
  • Indeks
Reading: Kerusuhan Berkelanjutan Menuju Ketidakpastian Politik di Nepal
Share
Aktual.co.idAktual.co.id
Search
  • Beranda
  • Big Data
  • Viral
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum Kriminal
  • Mental Health
  • Travel & Kuliner
  • Pakar Menulis
  • Indeks
Have an existing account? Sign In
Follow US
Copyright 2025 - Aktual.co.id
Politik

Kerusuhan Berkelanjutan Menuju Ketidakpastian Politik di Nepal

Redaktur III Rabu, 10 September 2025
Share
3 Min Read
Demonstrasi rusuh di Nepal / Foto: Ist
Demonstrasi rusuh di Nepal / Foto: Ist

Aktual.co.id – Nepal dilanda ketidakpastian politik setelah Perdana Menteri KP Sharma Oli mengundurkan diri di tengah protes antikorupsi yang berujung kekerasan menyusul pemblokiran media sosial.

Setidaknya 19 orang, sebagian besar mahasiswa, tewas dalam kerusuhan tersebut. Dan kerusuhan tersebut berkembang menjadi gerakan yang lebih luas melawan elit politik yang berkuasa.

Ini adalah krisis terbesar yang dihadapi demokrasi Nepal yang masih muda sejak monarki dihapuskan pada tahun 2008.

Berdasarkan penulisan dari Hindustan Time, kerusuhan ini mengungkapkan keretakan yang mendalam antara elite politik dan pemuda yang resah di negara tersebut.

Beberapa minggu ke depan akan menentukan apakah pemimpin Nepal dapat bernegosiasi dengan pengunjuk rasa, mengelola transisi konstitusional, atau menuju ketidakstabilan yang lebih parah atau bahkan pemilihan umum ulang di bawah pengaturan sementara.

Baca Juga:  Otoritas Beijing Meminta Warga Cina Tidak Bepergian ke Jepang

Protes antikorupsi semakin gencar pada hari Senin setelah pemerintah memblokir lebih dari dua lusin situs media sosial , termasuk Facebook, X dan YouTube, menuduh mereka menolak mendaftar dan tunduk pada pengawasan pemerintah.

Apa yang awalnya berupa kemarahan atas penyensoran meningkat menjadi gerakan yang jauh lebih luas. Banyak anak muda, yang sering disebut sebagai Gen Z, mengungkapkan rasa frustrasi mereka terhadap korupsi, nepotisme, dan tingginya angka pengangguran di kalangan pemuda, yang mengakibatkan ribuan orang meninggalkan negara mereka setiap hari untuk bekerja di luar negeri.

Pada hari Selasa, demonstrasi berubah menjadi kekerasan, dengan pengunjuk rasa menyerbu parlemen, rumah kepresidenan, dan kantor perdana menteri, membakar gedung pemerintah dan media, serta menyerang politisi.

Baca Juga:  Dikabarkan 1000 Turis Terjebak Badai di Gunung Everest

Menteri luar negeri Arzu Rana Deuba dan suaminya, mantan perdana menteri Sher Bahadur Deuba, dipukuli oleh massa .

Atas kerusuhan tersebut Tentara telah menguasai Kathmandu, memberlakukan jam malam, dan melepaskan tembakan peringatan untuk mencegah pelarian dari penjara.

Lebih dari 27 tersangka penjarah ditangkap sementara pasukan keamanan bergegas memulihkan ketertiban.

Sementara Presiden Ram Chandra Poudel telah menerima pengunduran diri Oli dan memintanya untuk memimpin pemerintahan sementara hingga penggantinya ditunjuk.

Namun, keberadaan dan posisi Oli masih belum jelas, dan ia belum terlihat di depan umum sejak protes dimulai. Sementara tentara telah meminta para pengunjuk rasa untuk membentuk tim negosiasi, tetapi karena gerakan tersebut tidak memiliki pemimpin, masih belum jelas siapa yang mewakili massa.

Baca Juga:  Efisensi Anggaran Disorot oleh Netizen

Beberapa pengunjuk rasa menuntut penulisan ulang piagam 2015, yang sudah kontroversial saat diadopsi.

Meskipun konstitusi mengizinkan amandemen melalui parlemen, para demonstran berpendapat bahwa kelas politik yang ada tidak dapat dipercaya untuk memimpin reformasi yang berarti.

Saat ini, Kathmandu berada di bawah jam malam, dijaga oleh tentara yang berusaha memulihkan ketenangan setelah berhari-hari kerusuhan.

Langkah selanjutnya akan bergantung pada lembaga politik apakah menemukan cara untuk berinteraksi dengan para pengunjuk rasa, atau kebuntuan ini akan menjadi ketidakstabilan yang berkepanjangan. (ndi/Hindustan time)

SHARE
Tag :KerusuhanNepalOne Piece
Ad imageAd image

Berita Aktual

Emas Antam/ Foto: pajak
Harga Emas Antam Nak Menjadi Rp2,614 Juta Per Gram
Sabtu, 18 Juli 2026
Tangkapan layar Permainan Roblox/ foto: Ist
Roblox Mengumumkan Sebuah Fitur Baru Bernama Bulid Berdasarkan AI
Sabtu, 18 Juli 2026
Nelson Mandela/ Foto: capture KOMPAS
Hari Nelson Mandela untuk Mengenang Pejuang Hak Asasi Manusia
Sabtu, 18 Juli 2026
Harga bensin di sebuah SPBU di Chicago, Illinois / Foto: aljazeera
Harga Minyak Global Kembali Naik Dampak Konflik AS dan Iran
Jumat, 17 Juli 2026
Hotman Paris Hutapea/ Foto: Jawa Pos
Hotman Paris Hutapea Resmi Menjadi Kuasa Hukum Febrie Adriansyah
Jumat, 17 Juli 2026

Mental Health

Meditasi sarana menenangkan diri ala Stoikisme/ foto : istimewa

Lima Kecerdasan yang Bisa Dilatih untuk Kesehatan Mental

Ilustrasi manipulasi/ Foto: freepik

Berikut Cara Manipulator Mempengaruhi Orang Lain Agar Mengikuti Kehendaknya

Ilustrasi menenangkan diri/ Foto: freepik

Seni Menenangkan Diri untuk Menghadapi Setiap Persoalan

Ilustrasi depresi/ Foto: freepik

Peristiwa Negatif Memicu Gejala Depresi pada Remaja Putri dan Putra.

Ad imageAd image

TRENDING NEWS

Kung Fu Soccer Karya Stephen Chow Meraup Keuntungan Rp1,2 Triliun Perdana Penayangan

Yordania Berhasil Mencegat 8 Rudal Milik Iran Tanpa Korban Jiwa

Harga Emas Antam Mengalami Penurunan Rp2.606 Juta Per Gram

BYD Menantang Merek Premium Eropa dengan Performa Lebih Tinggi

Aktor Bae Na Ra dan Han Jae Ah Akan Segera Menikah

More News

Seorang pria Palestina pengungsi membersihkan air berlumpur di kamp tenda yang tergenang banjir pada hari hujan di Nuseirat, Jalur Gaza tengah/ Foto: capture Al Jazeera

Badai Byron Menyebabkan Balita dan 14 Orang Tewas di Gaza

Sabtu, 13 Desember 2025
Universitas Harvard salah satu kampus favorit warga luar Amerika Serikat / Foto : Ist

AS Periksaan Visa Ekstra Bagi Pelancong yang Akan ke Harvard

Sabtu, 31 Mei 2025
Sufmi Dasco Ahmad / Foto : Ist

Anggota DPR RI Hanya Terima Tunjangan Satu Tahun Saja

Selasa, 26 Agustus 2025
bendera Amerika dan Iran/ Foto: Ist

Berikut Bocoran Pertemuan Tim AS dan Iran yang Kembali Digelar di Islamabad

Sabtu, 18 April 2026
Aktual.co.id

Aktual.co.id adalah portal berita berbasis big data dan analisis digital terdepan di Indonesia yang berada di bawah naungan ASIGTA Group.

  • Redaksi
  • Tentang
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Beranda
  • Indeks
  • Big Data
  • Mental Health
  • Pakar Menulis
  • Viral

Follow Us

Copyright 2025 – Aktual.co.id