Aktual.co.id – Duta Besar Amerika Serikat (AS) untuk PBB Mike Waltz mengatakan bahwa pemerintah Iran bertanggung jawab atas kesulitan ekonomi yang dialami rakyatnya dan penindasan terhadap kebebasan mereka.
Dewan Keamanan PBB mengadakan rapat darurat atas permintaan AS di markas besar PBB di New York pada Kamis (15/01/2026).
Langkah ini diambil setelah unjuk rasa antipemerintah di penjuru Iran yang dipicu oleh inflasi yang melonjak menyebabkan banyak orang tewas dan terluka.
Waltz mengatakan, rezim tersebut sepenuhnya bertanggung jawab atas penderitaan ekonomi rakyat Iran dan penindasan terhadap kebebasan mereka.
Ia menambahkan, Iran mengatakan siap untuk berdialog, tetapi tindakannya menunjukkan sebaliknya.
“Presiden Trump adalah seorang yang mengambil tindakan, bukan hanya banyak bicara seperti yang kita lihat di PBB. Ia telah memperjelas bahwa tersedia semua opsi untuk menghentikan pembantaian,” kata Waltz.
Selama pertemuan tersebut, Inggris, Prancis, Denmark, dan negara-negara lain juga mengkritik Iran. Deputi Perwakilan Tetap Iran Gholamhossein Darzi mengatakan, bahwa rezim Amerika Serikat mengubah badan terhormat ini menjadi panggung sandiwara dan pertunjukan untuk tuduhan dan pernyataan yang tidak berdasar.
Dirinya membantah tuduhan bahwa pemerintah Iran membunuh para demonstran damai. Darzi mengklaim bahwa sel-sel teroris dan kelompok separatis yang melakukan kekerasan, yang didanai dan dipersenjatai oleh sejumlah entitas asing termasuk rezim Israel, bertanggung jawab atas hal tersebut.
“Kelompok-kelompok ini sengaja menargetkan warga sipil dan petugas penegak hukum dalam upaya untuk memicu perang saudara dan menciptakan kondisi bagi intervensi asing,” katanya. (ndi/NHK)
