Aktual.co.id – Charlie Kirk adalah salah satu aktivis konservatif dan tokoh media paling terkenal di Amerika Serikat sekaligus sekutu dari Presiden Donald Trump.
Politisi ini meninggal hari Rabu dalam penembakan di sebuah perguruan tinggi di Utah, karena mengadakan debat terbuka di kampus-kampus di seluruh negeri.
Pada tahun 2012, di usia 18 tahun, ia mendirikan Turning Point USA (TPUSA), sebuah organisasi mahasiswa yang bertujuan menyebarkan cita-cita konservatif di perguruan tinggi AS yang cenderung liberal.
Media sosial dan podcast hariannya yang menyandang nama yang sama kerap membagikan klip dirinya saat berdebat dengan siswa tentang sejumlah isu seperti identitas transgender, perubahan iklim, nilai-nilai keimanan dan keluarga.
Putra seorang arsitek yang tumbuh besar di Prospect Heights, pinggiran kota Chicago, Kirk kuliah di sebuah perguruan tinggi komunitas di dekat Chicago sebelum keluar mengabdikan diri pada aktivisme politik.
Kirk sering kali bercanda tentang kurangnya gelar sarjana yang dimilikinya ketika terlibat dalam perdebatan dengan para mahasiswa dan akademisi mengenai topik-topik esoteris seperti postmodernisme.
Menurut catatan BBC, perannya di TPUSA dimulai setelah Presiden Barack Obama terpilih kembali pada tahun 2012. Misi organisasi nirlaba ini mengorganisir mahasiswa untuk mempromosikan prinsip-prinsip tanggung jawab fiskal, pasar bebas, dan pemerintahan terbatas. Kini TPUSA memiliki cabang di lebih dari 850 perguruan tinggi.
Kirk berkeliling negeri untuk berbicara di berbagai acara Partai Republik. Banyak di antaranya populer di kalangan anggota gerakan Tea Party yang ultra-konservatif. Acara bincang-bincang radio konservatif hariannya memiliki jutaan pengikut di media sosial, lapor CBS News.
Seorang pembicara publik yang rajin, Kirk berpidato di Oxford Union awal tahun ini, dan menulis buku terlaris tahun 2020 The Maga Doctrine, yang merujuk pada kampanye Trump’s Make America Great.
TPUSA memainkan peran kunci dalam upaya mengajak orang untuk memilih Trump dan kandidat Republik lainnya dalam pemilihan tahun lalu. Generasi milenial ini secara luas diakui telah membantu mendaftarkan puluhan ribu pemilih baru dan membalikkan keadaan Arizona untuk Trump.
Kirk menghadiri pelantikan Trump pada bulan Januari di Washington DC, dan telah menjadi pengunjung tetap di Gedung Putih selama dua masa jabatan Trump.
Pada hari Rabu, Trump mengumumkan kematiannya, memberikan penghormatan kepada Kirk: “Charlie Kirk yang Agung, bahkan Legendaris, telah meninggal. Tak seorang pun yang memahami atau memiliki Hati Pemuda di Amerika Serikat lebih baik daripada Charlie.” (ndi/BBC)
