Aktual.co.id – Brendan Greene dan PlayerUnknown Productions baru saja mengumumkan upaya pengurangan karyawan . Ini adalah pengembang di balik game battle royale yang sangat popular yakni PUBG .
Perusahaan tersebut akan memberhentikan sejumlah karyawan yang tidak disebutkan jumlahnya dan membatalkan pengembangan lebih lanjut dari satu judul game, yaitu game survival roguelike Prologue: Go Wayback .
Versi akses awal dari game ini telah tersedia di Steam dan Epic Games Store sejak tahun lalu dengan harga $20 (Rp360 ribu).
Mengutip dari Engagatged, Brendan Greene mengatakan sedang menyelidiki cara agar pemain bisa mendapatkan pengembalian dana. Versi akses awal ini akan tetap tersedia dan akan gratis mulai sekarang.
Pengembang mengatakan semua ini merupakan respons terhadap biaya terkait dengan pengembangan mesin pembuatan medan internalnya bernama Melba.
Perusahaan akan terus mengembangkan teknologi ini, meskipun tim yang lebih kecil. Melba digunakan untuk membuat peta untuk Prologue: Go Wayback .
Melba juga menjadi komponen inti dari game multipemain masif yang bernama Artemis. PUBG pertama kali dirilis pada tahun 2017 dan Greene meninggalkan perusahaan induk Krafton untuk membentuk PlayerUnknown Productions pada tahun 2021.
Perusahaan tersebut baru-baru ini merilis demo teknologi bernama Preface: Undiscovered World yang menggunakan Melba dan memungkinkan orang menjelajahi dunia berskala bumi yang dihasilkan secara real-time. (ndi/engagatged)
