Aktual.co.id – Setidaknya 200 tentara AS terluka dalam perang AS-Israel di Iran, demikian disampaikan juru bicara militer AS pada hari Senin (16/3).
“Sejak dimulainya Operasi Epic Fury, sekitar 200 anggota militer AS telah terluka,” kata juru bicara Komando Pusat AS, Kapten Tim Hawkins, kepada Guardian melalui email.
Menurutnya sebagian besar cedera ini bersifat ringan dan sebanyak 180 tentara telah kembali bertugas. Dia tidak memberikan penjelasan lebih lanjut ketika ditanya tentang jenis cedera yang diderita anggota militer.
ABC News melaporkan bahwa cedera yang dialami antara lain luka bakar, luka pecahan peluru, dan cedera otak traumatis (TBI) berdasarkan kutipan dari seorang pejabat AS yang tidak disebutkan namanya.
Menurut Hawkins, dari 200 orang yang terluka, setidaknya 10 personel militer telah terluka parah. Hingga Senin 13 anggota militer telah tewas dalam perang AS melawan Iran.
Enam awak pesawat tewas pekan lalu ketika pesawat pengisian bahan bakar militer AS jatuh di Irak barat. Enam personel militer AS tewas ketika sebuah drone Iran menyerang pusat operasi di pelabuhan sipil di Kuwait, dan seorang anggota militer AS ketujuh meninggal setelah terluka dalam serangan terhadap pangkalan udara Pangeran Sultan di Arab Saudi.
“Lebih dari 1.300 warga Iran tewas,” kata duta besar negara itu untuk PBB dalam sebuah laporan terbaru pekan lalu, serta ratusan warga sipil di Lebanon dan 15 orang di Israel.
Donald Trump membuat pernyataan yang kontradiktif mengenai konflik tersebut. Sebelumnya, ia mendesak sekutu-sekutu Barat untuk memasuki perang dan melindungi Selat Hormuz di tengah kekhawatiran gangguan pasokan minyak global.
Sementara pada saat yang sama ia menyarankan agar AS tidak melakukan upaya militer untuk melindungi selat tersebut mengingat negara itu memiliki “banyak minyak”. (ndi/the guardian)
