Aktual.co.id – Presiden AS Donald Trump mendapat banyak kecaman di media sosial, karena menghadiri pertandingan New York Yankees dan menari mengikuti lagu ‘YMCA’ pada Kamis malam, sehari setelah sekutu dekatnya Charlie Kirk dibunuh di Utah.
Dengan mengenakan setelan jas dan dasi merah khasnya, Trump duduk di sebelah presiden tim Yankees, Randy Levine sembari ngobrol sepanjang pertandingan.
Dirinya juga terlihat duduk sendirian di waktu-waktu lain selama pertandingan. Kehadiran Trump pada pertandingan itu juga bertepatan dengan peringatan serangan 11/9.
Kemudian, ketika lagu “YMCA” diputar di stadion, Presiden Amerika Serikat ini pun terlihat menari mengikuti alunan musik sambil duduk di kursinya. Ia bernyanyi mengikuti lirik lagu sambil menggerakkan kedua lengannya dalam “tarian”-nya.
Sebelum pertandingan New York Yankees sempat memberikan penghormatan kepada Charlie Kirk dan mengheningkan cipta untuk menghormatinya.

Namun, keceriaan Trump menuai beragam reaksi. Beberapa netizen memuji upayanya untuk tetap menjaga semangat di saat seluruh bangsa berduka atas kematian tragis Kirk, dan memperingati 9/11.
Sementara yang lain mengejek Trump karena menari di atas duka kematian tim terdekatya. “Charlie Kirk meninggal, Trump muncul di pertandingan Yankees. Hanya di Amerika politik memadukan kesedihan, bisbol, dan kaca antipeluru dalam satu babak,” ungkap salah satu warganet.
“Maaf, saya belum sampai di sana. Belum ada yang lucu sekarang,” kata yang lain.
“Trump seharusnya belum segembira, negara belum pulih dari keterkejutan atas kematian Charlie Kirk,” tulis yang lain di X.
“Apakah orang ini punya perasaan yang tulus tentang sesuatu? Sekarang bukan waktunya untuk berdansa di YMCA,” tulis yang lain
“Dunia di ambang perang, ekonomi sedang buruk, dan dia berjoget di pertandingan bisbol. Ada banyak penembakan, kerusuhan politik, korban pemerkosaan anak, dan hampir terjadi penutupan pemerintahan,” tulis yang lain.
Donald Trump telah mengonfirmasi berita meninggalnya Charlie Kirk dalam sebuah unggahan di Truth Social, menyebutnya “sang hebat, bahkan legendaris”.
Ia juga mengatakan bahwa tak seorang pun di Amerika Serikat yang memahami atau memiliki hati anak muda seperti Kirk. Trump menyalahkan ‘kaum kiri radikal’ atas pembunuhan pemimpin konservatif tersebut dan berjanji akan menghukum setiap individu yang terlibat dalam insiden tersebut. (ndi/Hidustan Times)
