• Indeks
Aktual.co.id
  • Beranda
  • Big Data
  • Viral
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum Kriminal
  • Mental Health
  • Travel & Kuliner
  • Pakar Menulis
  • Indeks
Reading: Alasan Orang Selalu Menyela pada Saat Pembicaraan Menunjukkan Sikap Seperti Ini
Share
Aktual.co.idAktual.co.id
Search
  • Beranda
  • Big Data
  • Viral
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum Kriminal
  • Mental Health
  • Travel & Kuliner
  • Pakar Menulis
  • Indeks
Have an existing account? Sign In
Follow US
Copyright 2025 - Aktual.co.id
Mental Health

Alasan Orang Selalu Menyela pada Saat Pembicaraan Menunjukkan Sikap Seperti Ini

Redaktur III Minggu, 21 September 2025
Share
5 Min Read
Ilustrasi suka menyela saat berbicara / Foto: freepik
Ilustrasi suka menyela saat berbicara / Foto: freepik

Aktual.co.id – Orang yang terus-menerus menyela pembicaraan orang lain sering dianggap kasar atau tidak pengertian.

Banyak yang berasumsi perilaku ini kategori kepribadian yang buruk karena mengganggu ketika seseorang sedang menyampaikan pendapat.

Namun tidak sepenuhnya benar jika menyela ketika orang lain berbicara adalah mengganggu aktivitas diskusi yang sedang berlangsung.

Penulis psikologi dan gaya  hidup di yourtango NyRee Ausler memberikan alasan kenapa orang menyela pada saat terjadi percakapan bersama.

Takut Lupa

Beberapa orang yang menyela pembicaraan karena takut lupa apa yang ingin dikatakan jika menunggu lawan bicara selesai menyampikan pendapat.

Otak orang seperti ini bergerak sangat cepat, dan ingin mengeluarkan ide-ide sebelum kehabisan. Bagi orang dengan pikiran yang cepat, menyela pembicaraan melindungi dari kehilangan ingatan yang dapat menyebabkan menghilangkan informasi penting.

Orang ini takut jika tidak segera mengungkapkannya. Karena khawatir ide atau wawasan akan hilang, dan tidak mendapatkan kontribusi yang berarti.

Kebiasaan Sejak Kecil

Orang yang menyela pembicaraan berpikir adalah hal wajar. Di masa remaja, orang ini dibesarkan dalam gaya komunikasi yang kompetitif , di mana semua orang saling berbicara dan tidak ada yang menganggapnya sebagai masalah.

Baca Juga:  Tanda Saatnya Seseorang Detok dari Media Sosial Menurut Psikologi

Individu ini menganggap bahwa percakapan saling menyela dan berdebat hal yang biasa terjadi di lingkungan keluarga sehingga ketika berhadapan dengan aktifitas sosial dianggap hal wajar.

Kebiasaan berbicara tanpa menunggu orang lain selesai menyampaikan pendapat menjadi perilaku yang menempel pada seseorang jika kebiasaan tersebut ditanamkan sejak kecil.

Kebutuhan Akan Validasi

Terkadang orang yang ingin menjadi pusat perhatian menyela memasukkan diri untuk terlibat dalam pembicaraan tersebut. Orang ini merasa tidak dilihat atau didengar, jadi berbicara di antara yang lain untuk menjadi tokoh utama dalam interaksi.

Karena merasa diabaikan individu ini memiliki keinginan memastikan suaranya diakui. Itulah cara memastikan kehadiran dirinya dengan pola menyela ketika dalam percakapan.

Kecemasan Sosial

Beberapa orang menyela pembicaraan karena cemas duduk dalam keheningan atau merasa tidak yakin dalam proses pembicaraan.

Saat-saat hening orang ini merasa tidak nyaman sehingga mendorong mengisi ruang kosong dengan kata – kata. Kecemasan ini membuat mengabaikan kesopanan dan berbicara tanpa diberi kesempatan.

Bagi orang seperti ini, jeda dalam percakapan dapat memicu rasa tidak nyaman atau tidak aman. Jadi, berbicara dengan cepat untuk mengurangi ketegangan emosional.

Baca Juga:  Mengatasi Perasaan Takut Gagal Karena Mengejar yang Diinginkan

Keinginan untuk Pegang Kendali

Kepribadian ini merasa tidak nyaman mendengarkan perspektif yang berbeda dan mencoba mengarahkan atau mengoreksi apa yang dikatakan orang lain.

Gangguan tersebut adalah cara alam bawah sadar menyeimbangkan emosionalnya. Hal ini terutama berlaku untuk diskusi yang panas atau perdebatan yang intens.

Diskusi-diskusi tersebut penuh dengan gangguan karena orang-orang ini ingin menegaskan maksud atau memperbaiki persepsi agar sesuai dengan persepsi dirinya.

Dominasi dan Hak Istimewa

Orang ini merasa paling istimewa serta pendapatkan paling berbobot daripada pendapat orang lain. Dampaknya ketika terlibat dalam diskusi akan mendominasi mengambil peran untuk menjadi sorotan utama dalam forum tersebut.

Kepercayaan yang tertanam dalam diri bahwa masukan seseorang lebih berharga daripada masukan orang lain dapat diperkuat oleh status profesional, peran gender, atau dinamika keluarga, di mana mendengarkan bukanlah suatu keharusan dan ketegasan.

Kurangnya Pengendalian Impuls

Beberapa kondisi, seperti ADHD dan kondisi neurologis lainnya, dapat menyebabkan seseorang kesulitan mengendalikan impulsnya.

Baca Juga:  Alasan Orang Cerdas yang Diam-diam Sering Kesulitan Tidur di Malam Hari

Kontrol impuls yang buruk akibat kondisi mental atau pola asuh ketika masih anak – anak dapat menyebabkan menyela pembicaraan.

Karena ada gangguan persoalan psikologi tersebut menyebabkan kesulitan menahan diri ketika terlibat pembicaraan pribadi maupun kelompok.

Menggunakan Ketegasan untuk Menutupi Rasa Tidak Aman

Meskipun menyela pembicaraan tampak bersemangat namun sebenarnya didorong oleh harga diri yang sangat rendah .

Orang yang tidak menyadari harga diri menemukan cara yang tidak sehat untuk membuktikannya dengan memaksakan kehadiran atau mencoba menjadi ahli dalam setiap topik.

Orang ini takut jika tidak memberikan kontribusi apa pun dalam percakapan, akan diabaikan atau dianggap tidak cerdas.

Kurangnya Kesadaran Diri

Orang-orang seperti ini kadang kurang memahami tentang konsekuensi tanggung jawab ketika menyela pada saat orang lain berbicara.

Kurangnya kesadaran diri ini membuatnya tidak menyadari seberapa sering menyela pembicaraan. Jika tidak ada yang bisa memberi kritik tentang caranya terlibat dalam percakapan, orang ini akan terus menginjak kaki orang lain dan tidak pernah berinteraksi saling memberi dan menerima. (ndi)

SHARE
Tag :kesehatan jiwaMental healthpsikologi
Ad imageAd image

Berita Aktual

Salah satu ilustrasi game miliki Sony/ Foto: engagatged
Sony Akan Melakukan Perubahan Multiplatform untuk Game PC dan PS5
Kamis, 5 Maret 2026
Tangkapan layar postigan youtube Isyana Saraswati/ Foto: youtube
Video Teaser Lagu Isyana Mendapat Tanggapan Negatif dari Warganet
Kamis, 5 Maret 2026
Kapal tanker di Selat Hormuz/ Foto: The Guardian
Penutupan Selat Hormuz Bisa Mengancam Ketersediaan Pertanian Pangan Dunia
Kamis, 5 Maret 2026
Tampilan cheez keju/ Foto: national today
Camilan Cheez Keju Akibat Kesalahan Pemanggangan yang Mendatangkan Makanan Enak
Kamis, 5 Maret 2026
Tampilan Mac Book Neo/ Foto: engagatged
MacBook Neo: Laptop Apple Seharga Rp10 Jutaan Sudah Terasa Sangat Hebat.
Kamis, 5 Maret 2026

Mental Health

ilustasi / Foto: freepik

Berikut Perbedaan Kepribadian Introvert dan Covert Narsisistik Personality Disorder (NPD)

Ilustrasi mendidik anak/ Foto: freepik

Perbedaan Anak Patuh dengan Anak yang Penuh Tantangan Kreativitas

Ilustrasi mendengarkan/ Foto: freepik

Cara Menghadapi Orang Yang Memiliki Sikap yang Menguras Energi Mental

Meditasi salah satu cara melepaskan/ Foto: freepik

Seni Melepaskan Salah Satu Cara untuk Menyembuhkan Diri

Ad imageAd image

TRENDING NEWS

Gerhana Bulan Darah Menakjubkan Berlangsung di Beberapa Negara

BTS Merilis Album Arirang di Platform Media Sosial

Korban Perang di Iran Telah Mencapai 1.045 Korban Jiwa

KPK Menetapkan Bupati Pekalongan Fadila Arafiq Sebagai Tersangka Pengadaan Outsourcing

Platform X Menangguhkan Kreator yang Memposting Perang di Iran Menggunakan AI

More News

Ilustrasi dua pasangan yang tidak sejalan / Foto : freepik

Tanda Telah Dihapus dari Kehidupan Seseorang, Menurut Psikologi

Selasa, 20 Mei 2025
Proses FGD bersama peserta/dok.istimewa

Angka Persalinan Sesar Meningkat, Dosen Kebidanan FK Unair Cetuskan Birth Plan Berbasis Co-Design

Senin, 22 Desember 2025
Ilustrasi tetap fokus/ Foto: freepik

Lelaki Sejati Tetap Menjaga Ritme Meski Kesulitan Ekonomi

Jumat, 30 Januari 2026
Jam kerja panjang memicu kelelahan fisik dan mental / Foto : freepik

Bekerja Terlalu Lama Menurunkan Produktifitas Karyawan

Senin, 24 Maret 2025
Aktual.co.id

Aktual.co.id adalah portal berita berbasis big data dan analisis digital terdepan di Indonesia yang berada di bawah naungan ASIGTA Group.

  • Redaksi
  • Tentang
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Beranda
  • Indeks
  • Big Data
  • Mental Health
  • Pakar Menulis
  • Viral

Follow Us

Copyright 2025 – Aktual.co.id