Aktual.co.id – Tidak sedikit yang kurang menyadari bahwa diam juga bagian komunikasi ketika berada di tengah perdebatan hebat.
Psikolog Isabella Chase memberikan pandangan bahwa diam bentuk komunikasi untuk mengontrol emosi agar tidak tergulung dalam konflik pembicaraan. Berikut peristiwa yang mengharuskan diam.
Ketika Diskusi Mengarah Hal Pribadi dan Tidak Sopan
Ketika komunikasi berubah menjadi perang kata-kata, diam menjadi jalan keluar yang lebih bijaksana. Menurut Isabella, diam memberikan keterangan pikiran serta menghormati batasan di antara perdebatan yang tidak produktif.
“Lakukan diam ketika pembicaraan mulai mengarah hal pribadi dan menabrak batas etika kesopanan,” ungkapnya. Diam merupakan perlawanan yang efektif ketika ucapan mengarah pada hal yang bentuknya pribadi dan rahasia.
Ketika Difitnah dan Dihakimi
Hampir semua orang pasti akan membela diri atau membantah ketika difitnah atau dihakimi. Namun psikolog Isabella Chase memberikan masukan untuk diam ketika cercaan fitnah datang bertubi-tubi.
“Jangan langsung melawan, lakukan Langkah diam, namun tetap ikuti setiap alur pembicaraan. Lakukan perlawanan jika semua sudah tenang. Dan lukan dengan baik dan tenang juga,” ungkapnya.
Guna menenangkan diri ketika difitnah maka tarik nafas dalam kemudian kendalikan emosi sebaik mungkin. Jangan keburu menyerang karena akan menumbuhkan bibit pertengkaran lebih dalam.
Drama di Tempat Kerja
Politik kantor dapat menjadi tempat berkembang biak dari kesalahpahaman dan kesimpulan yang terburu-buru. Memilih diam dapat menjadi cara yang cerdas mengamati gambaran yang lebih besar.
Drama dalam kantor biasa terjadi apalagi bagi orang yang memiliki kepribadian racun. Segera menjauh jika terjadi konflik penuh drama sebelum terkena imbas dari percakapan tersebut.
Memutuskan kapan berbicara dan kapan diam memberikan kejelasan keterampilan yang layak dikembangkan.
Ketika Seseorang Ingin Melampiaskan Kekesalan
Mendengarkan orang yang sedang lelah mental adalah cara membantu dia untuk melegakan kehidupannya. Banyak orang marah bukan untuk mencari solusi melainkan butuh untuk didengarkan.
“Pahamilah tidak semua orang membutuhkan solusi. Mereka hanya ingin ditemani serta didengarkan
Dengan menahan diri dalam bentuk diam menunjukkan empati dan menghargai proses emosional orang lain. Itu menunjukkan kepercayaan diri dan menghargai kebutuhan untuk didengarkan pendengar serta peduli.
Ketika Seseorang Memprovokasi dengan Sengaja
Tantangan terberat adalah bersikap diam ketika seseorang memprovokasi diri. Emosi akan meledak jika tidak mampu terutama mendapatkan serangan yang menyinggung perasaannya.
“Diam bisa jadi senjata untuk meredam provokasi yang menyerang diri. Banyak yang tidak mampu berada di posisi diam karena provokasi sudah mengarah hal pribadi,” ungkapnya.
Mengendalikan diri ketika diam adalah kecerdasan mental yang jarang dimiiki oleh banyak orang kecuali melalui latihan mental yang rutin.
Saat Gosip dan Fitnah Beredar
Jika memilih diam saat gosip mulai beredar, berarti sudah menjauhi hal-hal negatif tanpa menimbulkan keributan.
“Diam ini juga isyarat bahwa seseorang tidak melayani setiap gunjingan atau gosip yang dilontarkan oleh lingkungan sosial,” ungkapnya. (ndi)
