Aktual.co.id – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) kembali menunjukkan kontribusi nyata mereka di tengah masyarakat. Melalui program penyuluhan bertajuk “Pemanfaatan Social Media Marketing (SMM) dan Artificial Intelligence (AI) untuk UMKM, para mahasiswa berupaya mendorong pelaku usaha kecil agar lebih siap bersaing di era digital.
Kegiatan ini berlangsung di Kelurahan Ketintang, Kota Surabaya dan diikuti puluhan pelaku UMKM lokal. Mulai dari penjual makanan, pengrajin, hingga pemilik butik rumahan, semua hadir dengan semangat untuk belajar.
Koordinator KKN, Btari, menyebut bahwa kegiatan ini dirancang untuk menjawab tantangan nyata yang dihadapi UMKM saat ini.“Banyak UMKM masih bergantung pada penjualan offline. Padahal peluang di dunia digital sangat besar. Karena itu, kami ingin memberikan keterampilan praktis agar usaha mereka bisa berkembang,” ujarnya.
Menurutnya, mahasiswa tidak hanya berperan sebagai penyelenggara kegiatan, tetapi juga menjadi pendamping langsung yang membantu peserta mencoba aplikasi digital. “Kami turun langsung mendampingi saat praktik membuat konten hingga mengatur akun bisnis mereka di media sosial, tambahnya.
Dalam penyuluhan ini, narasumber utama Dhelittya Finaliyani Putri, S.Sos., M.I.Kom, dosen Ilmu Komunikasi UPN “Veteran” Jawa Timur, menjelaskan pentingnya strategi pemasaran berbasis media sosial. Ia juga mengenalkan berbagai aplikasi kecerdasan buatan yang dapat dimanfaatkan UMKM.
Artificial Intelligence kini bisa menjadi asisten digital bagi UMKM. Mulai dari menulis deskripsi produk, membuat desain promosi, hingga memberikan ide konten. Jika dimanfaatkan dengan baik, teknologi ini bisa menghemat biaya dan tenaga,” jelas Dhelittya.
Peserta diajarkan cara menggunakan aplikasi populer seperti Canva, Capcut, hingga ChatGPT. Mereka juga belajar bagaimana memanfaatkan Google My Business agar usaha mudah ditemukan di mesin pencari.
Suasana penyuluhan terasa hangat dan interaktif. Peserta tidak hanya mendengarkan teori, tetapi juga langsung mencoba membuat konten promosi digital.
Salah seorang peserta, Ambar, yang memiliki usaha katering, merasa terbantu dengan materi yang diberikan.“Selama ini saya bingung bagaimana membuat konten yang menarik. Lewat pelatihan ini saya jadi tahu trik sederhana membuat postingan Instagram yang bisa memikat pelanggan,” tuturnya.
Peserta lain, Irmawan, menilai pendampingan mahasiswa sangat membantu.“Mereka sabar sekali membimbing kami. Saya bahkan baru pertama kali membuka aplikasi Capcut, dan ternyata bisa langsung membuat video promosi sederhana,” katanya.
Kegiatan ini bukan hanya sekadar pelatihan singkat, melainkan bagian dari komitmen mahasiswa KKN untuk memberdayakan masyarakat desa. Panitia berharap hasil pelatihan ini dapat memberi dampak jangka panjang bagi UMKM.“Harapannya, para pelaku usaha tidak berhenti di sini saja. Kami akan terus berkoordinasi agar ada tindak lanjut, misalnya pelatihan lanjutan atau pembentukan komunitas UMKM digital,” kata Btari.
Di akhir acara, Dhelittya berpesan agar UMKM berani mencoba dan tidak takut berinovasi. “Inovasi adalah kunci untuk bertahan. Jangan menunggu kesempatan datang, tapi ciptakan kesempatan lewat kreativitas dan pemanfaatan teknologi,” pungkasnya.
Dengan adanya program KKN ini, masyarakat merasakan manfaat langsung dari kehadiran mahasiswa di desa. UMKM pun diharapkan semakin percaya diri untuk melangkah ke dunia digital dan meraih pasar yang lebih luas. (Penulis: Heidy Arviani)
